Pemkot Bekasi Klaim KBM Tatap Muka yang Digelar Cuma Simulasi

Kompas.com - 05/08/2020, 17:03 WIB
Simulasi sekolah belajar tatap muka di SMPN 02 Bekasi, Senin (3/8/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA Simulasi sekolah belajar tatap muka di SMPN 02 Bekasi, Senin (3/8/2020).

BEKASI, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menilai, Pemerintah Kota Bekasi melanggar Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri terkait penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di enam sekolah di Kota Bekasi di tengah pandemi Covid-19 ini.

Namun, Juru Bicara Sekolah Role Model Kota Bekasi, Hadi Sunaryo, menekankan bahwa Pemkot Bekasi tak melanggar aturan tersebut. Ia berdalih, enam sekolah yang menyelenggarakan KBM tatap muka di sekolah itu hanya melakukan simulasi sambil menunggu adanya perizinan.

“Lah, namanya simulasi, ya tatap muka. Simulasi itu kan kami tidak melakukan kegiatan belajar-mengajar. Hanya cuma adaptasi yang bulan September itu baru mulai. Kalau menurut kami sih tidak melanggar ya,” kata Hadi, Rabu (5/8/2020).

Menurut Hadi, simulasi KBM tatap muka itu tak akan menghilangkan kegiatan sekolah jarak jauh atau pembelajaran secara online. Siswa yang ada di dalam kelas hanya 18 orang dan kegiatan belajar mengajarnya pun berlangsung selama empat jam saja satu hari.

Baca juga: 6 Sekolah di Bekasi Gelar Simulasi KBM Tatap Muka, Kemendikbud: Melanggar SKB 4 Menteri

Hadi mengatakan, meski tak ada izin dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tetapi Pemkot Bekasi telah mengirimkan surat pemberitahuan terkait simulasi KBM tatap muka itu.

Ia mengklaim telah menaati aturan SKB 4 Menteri dengan modal protokol kesehatan Covid-19 di tiap sekolah. Pemkot juga telah teken MoU dengan Kemenag dan Dewan Pendidikan Kota Bekasi.

SKB 4 Menteri berisi aturan tentang keberadaan satuan pendidikan di zona hijau menjadi syarat pertama dan utama yang wajib dipenuhi satuan pendidikan yang akan melakukan pembelajaran tatap muka.

Persyaratan kedua pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin. Syarat ketiga, satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka.

“Kami merujuk SKB 4 Menteri, kami sudah ada Perwalnya. Artinya hal ini kami tidak ada sifatnya yang benar-benar melanggar, tidak ada izin tetapi kami kan sudah ada pemberitahuan. Karena dalam hal ini kami sudah berikan surat pemberitahuan termasuk pada gubernur sudah kami beritahu,” ucap dia.

Hadi siap jika Kemendikbud memanggilnya untuk memberi klarifikasi soal simulasi KBM tatap muka di Bekasi itu.

Ia yakin, KBM tatap muka di enam sekolah di Bekasi itu tak akan menimbulkan klaster baru Covid-19.

“Kami kasih penjelasan, kami kasih bukti. Semuanya kami akan lakukan. Artinya bukan kami terus melanggar terus tinggal. Ha-hal itu sudah kami pikirkan,” ucapnya.

Ia berjanji akan terus mengawasi dan evaluasi KBM tatap muka itu. Hadi juga akan menghentikan kegiatan simulasi tatap muka itu jika memunculkan klaster baru Covid-19.

“Kalau nanti kondisi Kota Bekasi zona merah ya kami hentikan. Tetapi sekarang Kota Bekasi kan penularanya di 0,1 persen. Dasar itulah menjadi pemikiran Pemkot Bekasi untuk melakukan KBM tatap muka,” ujar dia. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Jakut dan TNI Bersihkan Lumpur di Sungai Cegah Banjir

Pemkot Jakut dan TNI Bersihkan Lumpur di Sungai Cegah Banjir

Megapolitan
Pelayanan Diprotes Blogger Trinity, Bandara Soekarno-Hatta Minta Maaf

Pelayanan Diprotes Blogger Trinity, Bandara Soekarno-Hatta Minta Maaf

Megapolitan
Motif Tersangka Lakukan Pemerasan untuk Rapid Test di Bandara Soetta karena Inginkan Uang Lebih

Motif Tersangka Lakukan Pemerasan untuk Rapid Test di Bandara Soetta karena Inginkan Uang Lebih

Megapolitan
Kemenkumham Sebut Belum Ditemukan Keterlibatan Petugas Lapas atas Kaburnya Cai Changpan

Kemenkumham Sebut Belum Ditemukan Keterlibatan Petugas Lapas atas Kaburnya Cai Changpan

Megapolitan
Tepergok, Pusat Kuliner di Jagakarsa Sembunyikan Pembeli agar Bisa Makan

Tepergok, Pusat Kuliner di Jagakarsa Sembunyikan Pembeli agar Bisa Makan

Megapolitan
UPDATE 27 September: Tambah 1.186 Kasus di Jakarta, Total 1.692 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 27 September: Tambah 1.186 Kasus di Jakarta, Total 1.692 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Plh Sekda Minta Endapan Lumpur di Saluran Air Segera Dikeruk

Antisipasi Banjir, Plh Sekda Minta Endapan Lumpur di Saluran Air Segera Dikeruk

Megapolitan
13 Hari Operasi Yustisi di Jakarta, Denda Terkumpul Rp 282 Juta

13 Hari Operasi Yustisi di Jakarta, Denda Terkumpul Rp 282 Juta

Megapolitan
Kecelakaan di Kuningan, Pengendara Motor Tewas Usai Terbentur Tiang Monorel

Kecelakaan di Kuningan, Pengendara Motor Tewas Usai Terbentur Tiang Monorel

Megapolitan
Pilkada Saat Pandemi Covid-19, TPS di Depok Ditambah 598 Titik

Pilkada Saat Pandemi Covid-19, TPS di Depok Ditambah 598 Titik

Megapolitan
Sudah 13 Hari, Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Kelas I Tangerang Belum Juga Ditemukan

Sudah 13 Hari, Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Kelas I Tangerang Belum Juga Ditemukan

Megapolitan
Layani Pembeli Makan di Tempat, 3 Tempat Makan di Tebet Ditutup Tiga Hari

Layani Pembeli Makan di Tempat, 3 Tempat Makan di Tebet Ditutup Tiga Hari

Megapolitan
Tak Ada Penambahan TPS, Pilkada Tangsel Jadwalkan Jam Datang untuk Pemilih

Tak Ada Penambahan TPS, Pilkada Tangsel Jadwalkan Jam Datang untuk Pemilih

Megapolitan
Tabrak Trotoar dan Tiang, Remaja Tewas di Gambir

Tabrak Trotoar dan Tiang, Remaja Tewas di Gambir

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Kali Mampang Dikeruk

Antisipasi Banjir, Kali Mampang Dikeruk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X