Puluhan Pengurus Rumah Ibadah di Cilincing Jalani Swab Test Massal

Kompas.com - 06/08/2020, 20:08 WIB
Pelaksanaan swab test massal bagi para pengurus tempat ibadah halaman kantor Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (6/7/2020) Sudin Kominfotik Jakarta Utara Pelaksanaan swab test massal bagi para pengurus tempat ibadah halaman kantor Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (6/7/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 85 pengurus tempat ibadah di Cilincing, Jakarta Utara menjalani swab test massal di halaman Kantor Kecamatan Cilincing, pada Kamis (6/8/2020).

"Swab kami gelar bagi pengurus rumah ibadah. Mereka datang ke kantor Kecamatan Cilincing," kata Camat Cilincing Muhammad Andri saat dikonfirmasi, Kamis.

Dia mengatakan swab test ini adalah upaya pencarian kasus aktif (Active Case Finding) Covid-19 di lingkungan masyarakat serta upaya pencegahan kasus di lingkungan masyarakat khususnya rumah ibadah.

Baca juga: HUT Ke-75 RI, Pemprov DKI Bakal Kumandangkan Lagu Indonesia Raya Serentak di Berbagai Wilayah

Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Cilincing Edison mengatakan upaya ini dilakukan untuk mengetahui keadaan para pengurus tempat ibadah sehingga bisa menjamin rasa aman kepada masyarakat.

"Tes ini mendukung program pencarian aktif kasus Covid-19. Jadi kami harapkan hasil tes ini bisa mengetahui sejauh mana penyebaran Covid-19 di lingkungan masyarakat," kata Edison.

Dalam pelaksanaannya, swab test dilakukan oleh tiga dokter dengan dibantu sepuluh tenaga kesehatan dan tiga petugas laboratorium.

Baca juga: Hoaks, Pesan Berantai yang Sebut Pedagang Pasar Mayestik Meninggal karena Covid-19

Beberapa hari ke depan setelah hasil tes keluar, pihak kecamatan akan langsung memberitahukan kepada para pengurus tempat ibadah yang mengikuti tes.

"Mudah-mudahan hasil tes ini bisa selesai tiga sampai tujuh hari ke depan. Sehingga bisa cepat dapat mengetahui perkembangan penyebaran Covid-19 di lingkungan masyarakat," ucap Edison.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Megapolitan
Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Megapolitan
Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: 537 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: 537 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

Megapolitan
Pedagang Pasar Induk Kramatjati Tunggu Kepastian Jadwal Vaksinasi Covid-19

Pedagang Pasar Induk Kramatjati Tunggu Kepastian Jadwal Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Bansos Tunai Rp 300.000 untuk Warga Jakarta Cair Minggu Kedua Maret 2021

Bansos Tunai Rp 300.000 untuk Warga Jakarta Cair Minggu Kedua Maret 2021

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Jakarta Tambah 1.159 Kasus Covid-19

UPDATE 5 Maret: Jakarta Tambah 1.159 Kasus Covid-19

Megapolitan
Virus Corona B.1.1.7 Muncul di Indonesia, Pemkot Tangerang Sebut 4M Kunci Pencegahan

Virus Corona B.1.1.7 Muncul di Indonesia, Pemkot Tangerang Sebut 4M Kunci Pencegahan

Megapolitan
Gubernur DKI Anies dan Wagub Ariza Beda Pernyataan: dari Lockdown Akhir Pekan Hingga Skateboard di Trotoar

Gubernur DKI Anies dan Wagub Ariza Beda Pernyataan: dari Lockdown Akhir Pekan Hingga Skateboard di Trotoar

Megapolitan
Kemenkes Akui Slot Vaksinasi Covid-19 di Tanah Abang Rentan Disalahgunakan

Kemenkes Akui Slot Vaksinasi Covid-19 di Tanah Abang Rentan Disalahgunakan

Megapolitan
Polisi Dalami Motif Perbuatan Cabul Penjaga Warung kepada Bocah 6 Tahun di Tangsel

Polisi Dalami Motif Perbuatan Cabul Penjaga Warung kepada Bocah 6 Tahun di Tangsel

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Kini 3.448 Orang

Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Kini 3.448 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X