Kasus Baru Covid-19 Jakarta Bertambah 597, Dinkes DKI: Akumulasi Data Dua Hari

Kompas.com - 07/08/2020, 06:17 WIB
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyemprotkan disinfektan di sepanjang jalan protokol dari monas sampai bunderan senayan di Jakarta, Selasa (31/3/2020). Penyemprotan disinfektan dalam rangka mitigasi pencegahan virus corona (COVID-19). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyemprotkan disinfektan di sepanjang jalan protokol dari monas sampai bunderan senayan di Jakarta, Selasa (31/3/2020). Penyemprotan disinfektan dalam rangka mitigasi pencegahan virus corona (COVID-19).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta bertambah 597 orang per Kamis (6/8/2020), sehingga jumlah akumulatif pasien adalah 23.863 orang.

Penambahan tersebut merupakan lonjakan tertinggi sejak awal kasus Covid-19 di Jakarta pada Maret 2020.

Sebelumnya, angka tertinggi kasus baru Covid-19 di Jakarta tercatat pada 29 Juli, yakni 584 kasus.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menjelaskan, lonjakan penambahan kasus baru pada Kamis kemarin, merupakan akumulasi hasil tes PCR pada 5 dan 6 Agustus.

Baca juga: Bertambah 597 Kasus Positif Covid-19 di Jakarta, Lonjakan Tertinggi Sejak Awal Pandemi

Tes PCR di Jakarta dilakukan melalui kolaborasi 47 Laboratorium Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, BUMN, dan swasta. 

"Dari 597 kasus positif tersebut, 111 adalah akumulasi data dari hari sebelumnya yang baru dilaporkan," kata Ani dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2020).

Dari total keseluruhan pasien positif, sebanyak 15.006 orang dinyatakan sembuh.

Sedangkan 908 orang dilaporkan meninggal dunia dan 7.949 pasien masih dirawat di rumah sakit maupun menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, angka positivity rate dalam sepekan terakhir masih lebih tinggi dari batas ideal yang ditetapkan WHO, yakni kurang dari 5 persen.

"Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 40.783. Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 7,4 persen, sedangkan Indonesia sebesar 15,5 persen," ungkap Ani.

Baca juga: Perekonomian Jakarta Turun 8,22 Persen, BPS Sebut Terendah 10 Tahun Terakhir

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X