Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Perempuan di Margonda Residence

Kompas.com - 07/08/2020, 17:19 WIB
Barang bukti yang diamankan petugas dari lokasi pembunuhan perempuan di Margonda Residence Depok, Kamis (6/8/2020). TRIBUNJAKARTA.com/DWI PUTRA KESUMABarang bukti yang diamankan petugas dari lokasi pembunuhan perempuan di Margonda Residence Depok, Kamis (6/8/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Polres Metro Depok menggelar rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial A (36) di apartemen Margonda Residence 5, Jumat (7/8/2020).

Sebagai informasi, kasus ini melibatkan tersangka FM (37), pria yang diduga sebagai pacar korban sendiri.

Bersama tersangka, polisi menggelar rekonstruksi peristiwa sejak korban memasuki kamar yang menjadi lokasi pembunuhan hingga tersangka melarikan diri.

Baca juga: Polisi Temukan Fakta Berbeda dengan Pengakuan Pembunuh Perempuan di Margonda Residence

"Total ada 21 adegan. Mulai dari korban memasuki area TKP, sampai yang terjadi di dalam kamar dan selesai kejadian, selesai eksekusi, dan meninggalkan TKP itu keseluruhannya 21 adegan," jelas Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok, Komp Wadi Sabani kepada wartawan.

"Jadi terkait dengan rekonstruksi ini, yang pertama adalah kami membuat lebih terang kembali tindak pidana yang terjadi," tambahnya.

Usai menyelenggarakan rekonstruksi, polisi mendapati ada sejumlah kejadian yang berbeda dengan keterangan tersangka saat diperiksa, mulai dari adanya persetubuhan hingga intensitas penganiayaan yang dilakukan tersangka hingga korban tewas di tempat.

Baca juga: 5 Fakta Pembunuhan Perempuan di Margonda Residence, Pelaku Ternyata Pacar Korban

Maka dari itu, setelah tahap rekonstruksi, polisi berencana melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka.

"Setelah kami lakukan rekonstruksi, ini kami analisis untuk kami sesuaikan kembali dengan BAP khususnya tersangka," ujar Wadi.

"Rekonstruksi ini juga sebagai alat bukti untuk langkah selanjutnya di persidangan, sebagai bukti petunjuk untuk meyakinkan hakim telah terjadi satu tindak pidana," jelasnya.

Tersangka FM ditangkap polisi pada Rabu (5/8/2020) di Bekasi, sehari setelah pembunuhan A ditemukan tewas dengan tangan dan kaki terikat, mulut diplester, serta kepala penuh luka.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

Megapolitan
Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Megapolitan
Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Megapolitan
Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Megapolitan
Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

Megapolitan
Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Megapolitan
Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Megapolitan
Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Megapolitan
Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Megapolitan
Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

Megapolitan
Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X