Walhi Jakarta Sebut Larangan Kantong Plastik Belum Berjalan Maksimal

Kompas.com - 11/08/2020, 17:42 WIB
Sayur-sayuran terlihat dibungkus menggunakan kantong plastik di Pasar Bendungan Hilir (Benhil) di Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2020). Larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai di Jakarta mulai berlaku sejak Rabu (1/7/2020), pelarangan ini diberlakukan di pusat-pusat perbelanjaan, mulai dari toko swalayan hingga pasar rakyat. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSayur-sayuran terlihat dibungkus menggunakan kantong plastik di Pasar Bendungan Hilir (Benhil) di Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2020). Larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai di Jakarta mulai berlaku sejak Rabu (1/7/2020), pelarangan ini diberlakukan di pusat-pusat perbelanjaan, mulai dari toko swalayan hingga pasar rakyat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerapan Peraturan Gubernur ( Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL) di Jakarta telah berjalan sebulan. Namun penerapan peraturan itu dinilai belum berjalan maksimal.

Hal itu disampaikan Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta, Tubagus Soleh Ahmadi, Selasa (11/8/2020).

“Belum (maksimal), di awal-awal pemberlakuan kemari, kami sempat menemukan pengelola pusat perbelanjaan tidak patuh, di mana masih ada tokonya yang menyediakan kantong plastik,” kata Tubagus.

Baca juga: Penggunaan Kantong Plastik Kini Dilarang, Pedagang Bisa Jual Kantong Ramah Lingkungan

Menurut Tubagus, Walhi Jakarta telah menyampaikan ke Pemprov DKI Jakarta bahwa banyak toko swalayan (minimarket) dan pusat perbelanjaan yang tidak gencar melakukan sosialiasi Pergub tersebut.

“Banyak yang tidak memberikan informasi tentang bahaya plastik. Padahal Pergub mengatur demikian,” ujarnya.

Walhi juga masih menemukan penggunaan kantong plastik yang tidak diatur dalam Pergub di sebuah toko ritel modern.

Pemilik toko dinilai berperan dalam pelanggaran Pergub tentang plastik ramah lingkungan.

“Pada saat sosialisasi pemilik toko ritel modern, pusat perbelanjaan tidak patuh terhadap Pergub,” lanjut Tubagus.

Menurut dia, pengawasan pemerintah pada saat persiapan, pelaksanaan, dan pemantauan pelaksanaan pergub itu masih lemah.

Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai di pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat mulai 1 Juli 2020. Larangan tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

Sebelum larangan penggunaan kantong plastik diberlakukan, pengelola wajib mensosialisasikan terlebih dahulu kepada para pelaku usaha dan pembeli.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran Jumlah Peserta di Kampanye Muhamad - Sara

Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran Jumlah Peserta di Kampanye Muhamad - Sara

Megapolitan
Ini Kriteria OTG Covid-19 yang Tak Diizinkan Isolasi Mandiri di Rumah

Ini Kriteria OTG Covid-19 yang Tak Diizinkan Isolasi Mandiri di Rumah

Megapolitan
3 Begal Ponsel di Kemayoran Ditangkap, Mereka Awalnya Ingin Tawuran

3 Begal Ponsel di Kemayoran Ditangkap, Mereka Awalnya Ingin Tawuran

Megapolitan
Pencuri Burung Murai di Kemayoran, Selalu Incar dan Buntuti Burung-burung Pemenang Kontes

Pencuri Burung Murai di Kemayoran, Selalu Incar dan Buntuti Burung-burung Pemenang Kontes

Megapolitan
Razia di Indekos Bekasi, 5 Pasangan Tepergok Berbuat Mesum

Razia di Indekos Bekasi, 5 Pasangan Tepergok Berbuat Mesum

Megapolitan
Rombongan Pemotor Bawa Celurit di Pondok Aren, Polisi Tangkap Dua Pemuda

Rombongan Pemotor Bawa Celurit di Pondok Aren, Polisi Tangkap Dua Pemuda

Megapolitan
Kasus Positif Capai 1.206, Kota Bogor Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Kasus Positif Capai 1.206, Kota Bogor Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Pemkot dan DPRD Kota Bekasi Susun Perda soal Covid-19 untuk Perkuat Penerapan Sanksi

Pemkot dan DPRD Kota Bekasi Susun Perda soal Covid-19 untuk Perkuat Penerapan Sanksi

Megapolitan
Temukan APK Dirinya dan Muhamad Terpasang di Pohon, Rahayu Saraswati Minta Maaf

Temukan APK Dirinya dan Muhamad Terpasang di Pohon, Rahayu Saraswati Minta Maaf

Megapolitan
6 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Ciplak Setiabudi Ditutup 3 Hari

6 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Ciplak Setiabudi Ditutup 3 Hari

Megapolitan
14 Hari Operasi Yustisi di Jakarta, 82.884 Pelanggar Ditindak

14 Hari Operasi Yustisi di Jakarta, 82.884 Pelanggar Ditindak

Megapolitan
Blusukan di Wilayah Pamulang, Siti Nur Azizah Ajak Warga Perbanyak Konsumsi Tanaman Ini

Blusukan di Wilayah Pamulang, Siti Nur Azizah Ajak Warga Perbanyak Konsumsi Tanaman Ini

Megapolitan
Ahok Cabut Laporan, Polda Metro Akan Hentikan Kasus 2 Tersangka Pencemaran Nama Baik

Ahok Cabut Laporan, Polda Metro Akan Hentikan Kasus 2 Tersangka Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
2 Hektar Lahan di TPU Rorotan Disiapkan Khusus Jenazah Covid-19

2 Hektar Lahan di TPU Rorotan Disiapkan Khusus Jenazah Covid-19

Megapolitan
Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jaksel Ditutup Sementara

Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jaksel Ditutup Sementara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X