Kompas.com - 12/08/2020, 09:00 WIB
Ilustrasi | Shutterstock
ShutterstockIlustrasi | Shutterstock
|

"EF diduga sebagai pemilik daripada airsoft gun. Perannya pada saat itu sebagai eksekutor," ungkapnya.

Saat ini, motif penembakan untuk membubarkan aksi balap liar yang diklaim para tersangka masih terus didalami Polisi.

Hal tersebut karena berdasarkan fakta di lapangan para korban merupakan warga yang sedang melintas di jalan raya dan sama sekali tidak terkait dengan aksi balap liar.

"Bahwa para korban dari ketiganya ini bukan pelaku balap liar, tidak terlibat balap liar. Tetapi masyarakat pengguna jalan raya. Oleh karenanya motif ini masih kami gali dalam proses penyidikan lanjutan," kata Iman.

Dijerat pasal berlapis

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat pasal berlapis dengan Pasal 170 ayat 2 E KUHP dan atau Pasal 353 ayat 2 KUHP, dan atau Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang Pengeroyokan dan atau Penganiayaan.

Serta Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951 karena tanpa hak menguasai, memiliki, menyimpan, menggunakan senjata api dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Menurut Iman, pelaku dijerat pasal dalam UU Darurat No.12 Tahun 1951 karena mereka tidak memiliki izin kepemilikan senjata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita pastikan bahwa yang bersangkutan memiliki senjata tanpa izin. Maka kita kenakan Undang-Undang Darurat," ungkapnya.

Polisi pun tengah menyelidiki asal usul tiga pucuk senjata airsoft gun yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksinya.

Menurut Iman, pelaku mengaku bahwa senjata tersebut didapatkan dengan cara membelinya.

Kendati demikian, pihaknya belum dapat menyimpulkan di mana tersangka membeli senjata tersebut.

"Senjata ini mereka beli dan sekarang kita sedang mengembangkan dari mana senjata airsoft gun ini dimiliki," ungkapnya.

Sementara itu, EF mengatakan bahwa ketiga senjata yang dimilikinya dibeli di tempat berbeda-beda, termasuk secara daring.

Kendati demikian, dia enggan menjelaskan secara rinci di mana senjata air softgun tersebut dibelinya.

"Ada, ada yang (beli) online, ada yang lain juga," singkatnya di Polres Tangerang Selatan.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain Akhirnya Boleh Ikut Vaksinasi Covid-19

Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain Akhirnya Boleh Ikut Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Jadi Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Komisaris Utama PT ASA Diperiksa Hari Ini

Jadi Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Komisaris Utama PT ASA Diperiksa Hari Ini

Megapolitan
Ketua DPC Partai Demokrat Tangsel Meninggal Dunia karena Terpapar Covid-19

Ketua DPC Partai Demokrat Tangsel Meninggal Dunia karena Terpapar Covid-19

Megapolitan
Mobilitas Warga Meningkat Saat PPKM Level 4 di Jakarta, Polisi Kembali Perketat Titik Penyekatan

Mobilitas Warga Meningkat Saat PPKM Level 4 di Jakarta, Polisi Kembali Perketat Titik Penyekatan

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang, Ganjil Genap di Kota Bogor Terus Berlanjut

PPKM Level 4 Diperpanjang, Ganjil Genap di Kota Bogor Terus Berlanjut

Megapolitan
UPDATE 4 Agustus: Kini Tersisa 2.197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet

UPDATE 4 Agustus: Kini Tersisa 2.197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet

Megapolitan
Mobilitas di Jakarta Kembali Meningkat, Polisi Duga Ada Kantor yang Tak Lagi Terapkan WFH

Mobilitas di Jakarta Kembali Meningkat, Polisi Duga Ada Kantor yang Tak Lagi Terapkan WFH

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria di Cengkareng yang Aniaya Mertua hingga Tewas

Polisi Tangkap Pria di Cengkareng yang Aniaya Mertua hingga Tewas

Megapolitan
NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Dukcapil Minta Kemenkes Telusuri

NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Dukcapil Minta Kemenkes Telusuri

Megapolitan
Deretan Fakta Pengendara Moge Tabrak Pemotor hingga Tewas Saat Sunmori di Bintaro

Deretan Fakta Pengendara Moge Tabrak Pemotor hingga Tewas Saat Sunmori di Bintaro

Megapolitan
Pasien Covid-19 Menurun, RSUD Kota Bekasi Bongkar Semua Tenda Darurat

Pasien Covid-19 Menurun, RSUD Kota Bekasi Bongkar Semua Tenda Darurat

Megapolitan
Awak Ambulans Berbohong Saat Mengaku Telah Dihalangi Sedan di Pamulang

Awak Ambulans Berbohong Saat Mengaku Telah Dihalangi Sedan di Pamulang

Megapolitan
Dugaan Pungli Parkir di Cikini dan Respons Dishub DKI Jakarta

Dugaan Pungli Parkir di Cikini dan Respons Dishub DKI Jakarta

Megapolitan
Daftar Aktivitas Publik di Jakarta yang Wajib Menunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Daftar Aktivitas Publik di Jakarta yang Wajib Menunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Megapolitan
1,3 Juta Orang Telah Terima Vaksin Covid-19 di Jakarta Barat

1,3 Juta Orang Telah Terima Vaksin Covid-19 di Jakarta Barat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X