Pemkot Bekasi Gelar Lomba RW Siaga untuk Cegah Covid-19, Hadiahnya Pembangunan Senilai Rp 1 M

Kompas.com - 12/08/2020, 22:19 WIB
Penerapan RW Siaga di Kampung Rawa Pasung, Bekasi Barat, yang tidak ada pasien positif Covid-19 Rabu (15/7/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAPenerapan RW Siaga di Kampung Rawa Pasung, Bekasi Barat, yang tidak ada pasien positif Covid-19 Rabu (15/7/2020).
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku belakangan ini klaster keluarga di Kota Bekasi meningkat.

Artinya penyebaran satu rumah ke rumah lain di lingkungan RW makin masif.

Pemkot Bekasi pun ingin membangkitkan kembali RW Siaga untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan RW.

”Kegiatan (RW Siaga) ini dilakukan guna memutus rantai penyebaran Covid 19 dan menekan angka tertularnya virus Covid 19 yang ada di Kota Bekasi dengan selalu menerapkan protokol kesehatan dan jaga jara paling utama,” ujar Rahmat melalui keterangan tertulis, Rabu (12/8/2020).

Baca juga: UPDATE 12 Agustus: Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Capai 540 Orang

Untuk mengoptimalkan penerapan RW Siaga, Pemerintah Kota Bekasi menggelar lomba RW Siaga.

RW Siaga yang paling taat menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan memenuhi kriteria berhak mendapatkan penghargaan insentif pembangunan sarana prasarana sejumlah Rp 1 miliar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Berdasarkan penilaian tersebut RW Siaga terbaik akan mendapatkan penghargaan berupa insentif pembangunan sarpras wilayah sejumlah Rp 1 miliar,” kata dia.

Selain itu, RW yang mendapatkan prestasi terbaik juga akan mendapatkan pembinaan oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Ada tiga penilaian RW Siaga, yakni RW siaga zero Covid-19, RW siaga zero kriminalitas, dan standar operasional keamanan. Jika memenuhi tiga penilaian tersebut maka RW Siaga itu dianggap menang.

Baca juga: Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Ragu Struktur Bata di Stasiun Bekasi Bekas Markas Jepang

Dengan adanya lomba RW Siaga ini diharapkan lingkungan RW di Kota Bekasi bisa mencegah penyebaran Covid-19.

“Membuat kegiatan yang inovatif juga untuk ketahanan pangan di lingkungan RW termasuk menjaga lingkungannya dari kriminal. Jadi Covid terkendali RW juga aman,” tutur dia.

Kasus Covid-19 di Kota Bekasi mencapai 626 kasus hingga Selasa (11/8/2020) kemarin.

Jumlah tersebut bertambah 12 kasus dari dua hari sebelumnya, Senin (10/8/2020) ada 614 kasus positif Covid-19.

Berdasarkan website corona.bekasikota.go.id, dari 626 kasus positif Covid-19, ada 562 pasien positif yang sembuh dan 39 pasien positif yang meninggal.

Sementara, ada 25 orang yang terkonfirmasi Covid-19 sedang dirawat. Jumlah pasien yang dirawat bertambah delapan dari sehari sebelumnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IGD dan Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di RSUD Kabupaten Tangerang Penuh

IGD dan Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di RSUD Kabupaten Tangerang Penuh

Megapolitan
DKI Jakarta Buka Rekrutmen Tenaga Kesehatan untuk Pengendalian Covid-19

DKI Jakarta Buka Rekrutmen Tenaga Kesehatan untuk Pengendalian Covid-19

Megapolitan
Jalan Raya Jatimulya Bekasi Rusak Parah, Pengendara Sering Terjatuh

Jalan Raya Jatimulya Bekasi Rusak Parah, Pengendara Sering Terjatuh

Megapolitan
Jakarta Sedang Tidak Baik-baik Saja, Ini Sebaran Zona Merah di DKI

Jakarta Sedang Tidak Baik-baik Saja, Ini Sebaran Zona Merah di DKI

Megapolitan
Epidemiolog Kritik Strategi Jokowi soal Herd Immunity di Jakarta

Epidemiolog Kritik Strategi Jokowi soal Herd Immunity di Jakarta

Megapolitan
Polri Ingin Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin Dibongkar, Ini Komentar Ombudsman Jakarta

Polri Ingin Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin Dibongkar, Ini Komentar Ombudsman Jakarta

Megapolitan
Alarm dari Tangsel, RS Hampir Penuh hingga Pasien Covid-19 Sulit Dapat Ruang Perawatan

Alarm dari Tangsel, RS Hampir Penuh hingga Pasien Covid-19 Sulit Dapat Ruang Perawatan

Megapolitan
Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Kemayoran Jadi 5.812 Orang

Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Kemayoran Jadi 5.812 Orang

Megapolitan
Rumah Warga Cipondoh Dibobol Maling, Perhiasan hingga Barang Elektronik Raib

Rumah Warga Cipondoh Dibobol Maling, Perhiasan hingga Barang Elektronik Raib

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah Tatap Muka atau Tetap Belajar di Rumah?

Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah Tatap Muka atau Tetap Belajar di Rumah?

Megapolitan
Tiga Rusun di Cilincing Jadi Posko Vaksinasi Covid-19

Tiga Rusun di Cilincing Jadi Posko Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Meledak, Epidemiolog: Solusinya Hanya Lockdown

Kasus Covid-19 di Jakarta Meledak, Epidemiolog: Solusinya Hanya Lockdown

Megapolitan
Fakta Pelecehan Seksual terhadap Seorang Ibu di Tebet: Pelaku Kelainan Jiwa hingga Dibebaskan

Fakta Pelecehan Seksual terhadap Seorang Ibu di Tebet: Pelaku Kelainan Jiwa hingga Dibebaskan

Megapolitan
Virus Corona Varian Delta Dikhawatirkan Lebih Mudah Menyerang Anak-anak

Virus Corona Varian Delta Dikhawatirkan Lebih Mudah Menyerang Anak-anak

Megapolitan
Fakta Rizieq Shihab Tanggapi Replik Jaksa: Tidak Berkualitas hingga Merasa Belum Pantas Disebut Imam Besar

Fakta Rizieq Shihab Tanggapi Replik Jaksa: Tidak Berkualitas hingga Merasa Belum Pantas Disebut Imam Besar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X