Tak Ada Seleksi, 24 Paskibraka yang Bertugas di Jakut Diambil dari Tim Tahun Lalu

Kompas.com - 12/08/2020, 22:26 WIB
Petugas Paskibra Jakarta Utara melakukan latihan pengibaran bendera jelang Upacara Peringatan HUT RI Sudin Kominfotik Jakarta Utara Petugas Paskibra Jakarta Utara melakukan latihan pengibaran bendera jelang Upacara Peringatan HUT RI

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Jakarta Utara menyiapkan 24 orang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka ( Paskibraka) dalam upacara peringatan ulang tahun ke-75 RI, Senin (17/8/2020) mendatang.

Mereka semua akan disebar di enam kantor kecamatan di Jakarta Utara dan satu tim di kantor Wali Kota, satu tim terdiri dari tiga Paskibraka.

"Kami menyiapkan 24 Paskibraka dari tujuh lokasi itu. Ada cadangan satu tim (tiga Paskibraka)," kata Kepala Suku Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Administrasi Jakarta Utara Heru Haryanto saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2020).

Paskibraka yang ditugaskan pada upacara HUT ke-75 RI merupakan tim tahun 2019 lalu.

Baca juga: Pemkot Bekasi Gelar Lomba RW Siaga untuk Cegah Covid-19, Hadiahnya Pembangunan Senilai Rp 1 M

Tidak ada seleksi Paskibraka pada tahun ini akibat terjadinya pandemi Covid-19.

"Untuk tahun ini tidak ada seleksi Paskibraka. Jadi untuk upacara bendera tahun ini kami menggunakan tim Paskibraka tahun lalu," kata Heru.

Sementara itu, Ketua Purna Paskibra Indonesia (PPI) Kota Administrasi Jakarta Utara Satriya Nico Firdaus menerangkan, proses latihan telah dijalani 24 Paskibrakaka baik yang ditugaskan di Kantor Walikota maupun enam kantor kecamatan.

Nantinya, saat pelaksanaan upacara pengibaran bendera merah putih para petugas Paskibraka menerapkan protokol kesehatan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Baca juga: Jelang Upacara HUT RI, Puluhan Paskibrakaka di Jakarta Utara Jalani Rapid Test

"Untuk kostum nanti juga kami sesuaikan seperti seluruh Paskibrakaka wajib menggunakan masker. Termasuk menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer," tutupnya.

Sebelumnya, 23 orang Paskibraka Kota Jakarta Utara menjalani rapid test massal, hasilnya keseluruhan non-reaktif.

Adapun tujuan rapid test ini digelar sebagai salah satu upaya deteksi dini penyebaran Covid-19 sebelum bertugas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaksa: Eksepsi Kuasa Hukum John Kei Hanya Didasari Asumsi

Jaksa: Eksepsi Kuasa Hukum John Kei Hanya Didasari Asumsi

Megapolitan
IDI Usul Pasien Covid-19 Gejala Ringan Dirawat di Rumah dengan Pengawasan Dokter

IDI Usul Pasien Covid-19 Gejala Ringan Dirawat di Rumah dengan Pengawasan Dokter

Megapolitan
RSUD Depok Akan Tambah Lagi ICU dan Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Bulan Depan

RSUD Depok Akan Tambah Lagi ICU dan Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Bulan Depan

Megapolitan
Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Megapolitan
Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Megapolitan
Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Megapolitan
50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Megapolitan
18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

Megapolitan
UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Megapolitan
Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Megapolitan
Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X