Cerita Jurnalis Foto, Kerja Berdampingan dengan Covid-19...

Kompas.com - 13/08/2020, 12:05 WIB
Petugas membawa keluar jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal dari ruang isolasi RSUD Kota Bogor, Senin (11/5/2020). Mengutip laman covid19.kotabogor.go.id, tercatat Senin ini terdapat 246 PDP di Bogor, dengan 110 telah dinyatakan sembuh, 89 dalam perawatan RS, dan 47 meninggal dunia. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPetugas membawa keluar jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal dari ruang isolasi RSUD Kota Bogor, Senin (11/5/2020). Mengutip laman covid19.kotabogor.go.id, tercatat Senin ini terdapat 246 PDP di Bogor, dengan 110 telah dinyatakan sembuh, 89 dalam perawatan RS, dan 47 meninggal dunia.

JAKARTA, KOMPAS.com - "No pict, hoax", istilah ini kerap kali terucap ketika seseorang mendapatkan informasi, terlebih di zaman serba digital seperti sekarang ini.

Foto kerap kali dijadikan sebagai bukti atau validasi dari suatu peristiwa yang informasinya disebar luaskan.

Hal ini lah yang menjadikan peran penting jurnalis foto.

Namun, tahun ini menjadi salah satu tahun terberat bagi profesi jurnalis foto. Mereka harus bekerja menghadapi sesuatu yang tak kasat mata, yaitu Covid-19.

Tatkala orang harus menghindari titik-titik penularan, mereka justru mendekat. Saat warga diminta untuk bekerja di rumah, mereka harus ke lapangan.

Semua itu dilakukan demi karya visual jurnalistik.

Berani karena patuh

Kristianto Purnomo merupakan salah satu pewarta foto yang harus bekerja berdampingan bersama virus corona ini. Ia merupakan fotografer dari Kompas.com.

Baca juga: Curhat Wartawan Ibu Kota Meliput di Tengah Tingginya Kasus Covid-19

Sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan di Indonesia, ia langsung berjibaku meliput terkait virus Corona ini.

Bertemu dengan pasien positif, datangi zona merah, keluar masuk rumah sakit covid-19 merupakan keseharian pria yang biasa disapa Kape ini.

Meski setiap harinya melalui kondisi rawan, Kape mengaku tidak takut terinfeksi virus Corona.

"Kalau aku pribadi enggak takut terinfeksi," kata Kape.

Ia tidak takut bekerja di lapangan karena disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Misalnya pakai masker, kalau mulai masuk rumah sakit enggak bisa pakai masker biasa, harus N95," ucap Kape.

Bahkan, ia tak segan-segan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap yang sangat panas demi mendapatkan materi foto.

Apabila sedang di lokasi liputan yang berada di daerah infeksius, Kape harus menahan dirinya untuk tidak memegang satu pun benda di lokasi tersebut.

Baca juga: Kisah Wartawan Positif Covid-19, Takut OTG sampai Akhirnya Terinfeksi

Ia juga tak boleh sembarang meletakkan perlengkapan liputan seperti kamera di sembarang tempat saat berada di lokasi yang rawan penularan.

Hand sanitizer juga selalu disiapkan di tas. Cairan tersebut berperan sangat vital untuk membersihkan bakteri setelah menyentuh sesuatu.

Hal serupa juga dilakukan oleh jurnalis foto Kompas.id Rony Ariyanto Nugroho. Menjalankan protokol kesehatan wajib di masa pandemi ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Penyalahgunaan Jatah Vaksin, Ombudsman Sarankan Pengintegrasian Data

Cegah Penyalahgunaan Jatah Vaksin, Ombudsman Sarankan Pengintegrasian Data

Megapolitan
Tabrakan Mobil di Jalan Cipete Raya Jaksel, Kendaraan Rusak Berat

Tabrakan Mobil di Jalan Cipete Raya Jaksel, Kendaraan Rusak Berat

Megapolitan
UPDATE 7 Maret: DKI Catat Penambahan 1.834 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 7 Maret: DKI Catat Penambahan 1.834 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Dinkes DKI Tidak Bisa Disalahkan dalam Kasus Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Dinkes DKI Tidak Bisa Disalahkan dalam Kasus Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Ombudsman Sebut Oknum Penyalahguna Jatah Vaksinasi di Pasar Tanah Abang Manfaatkan Celah Sistem Pendataan

Ombudsman Sebut Oknum Penyalahguna Jatah Vaksinasi di Pasar Tanah Abang Manfaatkan Celah Sistem Pendataan

Megapolitan
Belum Dapat Izin Keramaian, Pesta Pernikahan di Duren Sawit Dibubarkan Aparat Gabungan

Belum Dapat Izin Keramaian, Pesta Pernikahan di Duren Sawit Dibubarkan Aparat Gabungan

Megapolitan
Sejumlah Posko Ormas di Wilayah Tangsel Dibakar Orang Tak Dikenal

Sejumlah Posko Ormas di Wilayah Tangsel Dibakar Orang Tak Dikenal

Megapolitan
3 Tempat Usaha di Pulogadung Disanksi Usai Langgar Aturan PPKM

3 Tempat Usaha di Pulogadung Disanksi Usai Langgar Aturan PPKM

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta Berharap Sepeda Jadi Alat Transportasi Masyarakat

Wagub DKI Jakarta Berharap Sepeda Jadi Alat Transportasi Masyarakat

Megapolitan
Polisi Tindak 101 Kendaraan Berknalpot Bising di Sekitar Istana

Polisi Tindak 101 Kendaraan Berknalpot Bising di Sekitar Istana

Megapolitan
Wagub DKI Mengaku Belum Terima Laporan Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang

Wagub DKI Mengaku Belum Terima Laporan Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Pastikan Tak Ada Kadernya yang Hadiri KLB Moeldoko

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Pastikan Tak Ada Kadernya yang Hadiri KLB Moeldoko

Megapolitan
Ini Daftar Lokasi Vaksinasi Lansia di Jakarta

Ini Daftar Lokasi Vaksinasi Lansia di Jakarta

Megapolitan
Dukung AHY, DPD Partai Demokrat DKI Gelar Aksi Cap Darah

Dukung AHY, DPD Partai Demokrat DKI Gelar Aksi Cap Darah

Megapolitan
Tangsel Masuk Zona Kuning, PPKM Mikro Diklaim Efektif Tekan Penularan Covid-19

Tangsel Masuk Zona Kuning, PPKM Mikro Diklaim Efektif Tekan Penularan Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X