Kompas.com - 14/08/2020, 14:56 WIB
Tukang rongsokan tengah istirahat di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (22/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19 dalam situasi yang sangat berat, pemerintah mengumumkan akan terjadi peningkatan jumlah angka kemiskinan. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOTukang rongsokan tengah istirahat di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (22/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19 dalam situasi yang sangat berat, pemerintah mengumumkan akan terjadi peningkatan jumlah angka kemiskinan.

BEKASI, KOMPAS.com - Dinas Sosial Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat ada 52.691 kepala keluarga (KK) calon orang miskin baru di wilayah itu.

Warga yang dikategorikan calon orang miskin baru adalah mereka yang terdampak Covid-19 dan dimasukkan dalam Non-Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Kepala Bidang Penanggulangan Kemiskinan Dinas Sosial Kota Bekasi, Yeni mengatakan, kepastian jumlah calon orang miskin baru tersebut masih menunggu verifikasi Kementerian Sosial.

“Sementara, 52.691 kepala keluarga yang diusulkan dari Non DTKS ke DTKS. Ini data awal Agustus. Karena harusnya ditutup tanggal 2 Agustus, sekarang diperpanjang lagi pengusulannya sampai 25 Agustus finalisasi,” ujar Yeni kepada wartawan, Selasa (11/8/2020) lalu.

Baca juga: Menteri Desa: 3,8 Juta Keluarga Miskin Telah Menerima BLT Dana Desa

Yeni mengatakan, jumlah keluarga Non DTKS itu bisa saja berubah dengan berjalannya waktu.

Apalagi kondisi pandemi Covid-19 itu menyebabkan banyak perusahaan yang bangkrut dan mengakibatkan banyak orang kena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dinsos Kota Bekasi mengajukan data Non DTKS itu untuk diubah menjadi DTKS sebagai warga miskin ke Kemensos.

“Kalau miskin sudah pasti bertambah dengan adanya Covid-19. Tetapi kalau miskin yang ditentukan oleh Kepwal itu, itu adalah miskin yang sudah ditentukan oleh Kemensos yang masuk ke data DTKS,” kata Yeni.

Jumlah orang miskin yang masuk DTKS di Kota Bekasi hingga Januari 2020 lalu mencapai 106.138 KK.

Jumlah DTKS itu setiap tahun akan diperbaharui dengan melihat kondisi data tersebut apakah masih layak dalam kategori yang ditentukan.

Yeni mengatakan, jumlah data orang miskin baru yang diajukan menjadi DTKS akan didatangi oleh tim survei Kemensos. Sebanyak 52.691 KK yang diajukan sebagai orang miskin baru akan divalidasi dan diverifikasi kembali.

“Jadi yang memenuhi kriteria DTKS oleh Kemensos baru itu data resmi orang miskin di Bekasi,” tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksin Pfizer dan Moderna di Depok Hampir Kedaluwarsa, Pemkot Jemput Bola Vaksinasi

Vaksin Pfizer dan Moderna di Depok Hampir Kedaluwarsa, Pemkot Jemput Bola Vaksinasi

Megapolitan
Polisi Sebut Volume Kendaraan di Jakarta Meningkat hingga 40 Persen

Polisi Sebut Volume Kendaraan di Jakarta Meningkat hingga 40 Persen

Megapolitan
Kota Bogor PPKM Level 2, Ini Sektor yang Dapat Kelonggaran

Kota Bogor PPKM Level 2, Ini Sektor yang Dapat Kelonggaran

Megapolitan
6.796 Nakes di Tangsel Belum Dapat Jatah Vaksin Booster

6.796 Nakes di Tangsel Belum Dapat Jatah Vaksin Booster

Megapolitan
Pengakuan Debt Collector Pinjol Edit Foto Nasabah Jadi Pornografi Saat Tagih Utang

Pengakuan Debt Collector Pinjol Edit Foto Nasabah Jadi Pornografi Saat Tagih Utang

Megapolitan
Alasan Polisi Jerat 6 Pegawai Pinjol Ilegal di Cengkareng Pakai UU ITE dan Pornografi

Alasan Polisi Jerat 6 Pegawai Pinjol Ilegal di Cengkareng Pakai UU ITE dan Pornografi

Megapolitan
20 Kios Pasar Kayu Jati Rawamangun Terbakar

20 Kios Pasar Kayu Jati Rawamangun Terbakar

Megapolitan
Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Megapolitan
UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Megapolitan
Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Megapolitan
PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

Megapolitan
UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Megapolitan
Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.