Wakil Ketua DPRD DKI Desak agar Dana Insentif untuk Tukang Gali Kubur Segera Dicairkan

Kompas.com - 14/08/2020, 16:03 WIB
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Abdurrahman Suhaimi, mendesak Pemerintah Provinsi DKI agar segera mencairkan insentif bagi tukang gali kubur dan sopir ambulans yang biasa menangani jenazah Covid-19.

Suhaimi mengaku dia telah menanyakan dan mendesak Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta untuk segera mencairkan insentif tersebut. Pasalnya, sejumlah tukang gali kubur dan sopir ambulans mengeluh soal mandeknya dana insentif itu.

"Saya sudah komunikasikan dengan Sekretaris Dinas Kehutanan dan Pemakaman, insya Allah semuanya sedang berproses, untuk sepekan ini dana insentif tersebut akan cair, sehingga para tukang gali kubur mendapatkan haknya segera," kata Suhaimi, Jumat (14/8/2020).

Baca juga: Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Ketua Dewan Syariah DPW PKS DKI Jakarta itu menyatakan prihatin dengan apa yang dialami para tukang gali kubur. Namun, dia juga memaklumi lamanya proses pencairan dana karena kondisi darurat.

"Beberapa hal memang harus dimaklumi dalam kondisi darurat seperti ini, pasti ada kurang dan lebihnya," ucapnya.

"Tetapi insya Allah ke depan, para tukang gali kubur yang juga menjadi ujung tombak terakhir pemakaman dalam masa pandemi Covid-19 akan mendapatkan haknya dan mudah-mudahan tidak tertunda lagi," ujar Suhaimi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, seorang tukang gali kubur berinisial MA mengaku belum mendapatkan dana insentif. Selama dua bulan, sejak Juni sampai Juli lalu, dana insentif yang dijanjikan sebesar Rp 1.000.000 lebih per bulan tak kunjung diterimanya.

Padahal pada periode Maret sampai Mei lalu, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta tepat waktu membayarkan dana insentif itu.

Menurut MA, penundaan penerimaan insentif itu dialami oleh semua tukang gali kubur dari dua tempat pemakaman yang menangani jenazah Covid-19, yaitu TPU Pondok Rangon Jakarta Timur dan TPU Tegal Alur Jakarta Barat.

Bila ditotal, jumlah mereka 113 orang. Rinciannya sopir ambulans 48 orang, petugas pemakaman di TPU Tegal Alur ada 25 orang, dan di TPU Pondok Rangon ada 40 orang.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengakui bahwa pihaknya masih memproses pencairan dana tersebut. Dia beralasan, proses pencairan dana insentif harus melalui sejumlah tahap.

Dana itu diberikan sebagai bentuk dukungan karena pekerjaan yang mereka hadapi berisiko tinggi terpapar Covid-19.

Status pegawai para tukang gali kubur dan sopir ambulans adalah petugas jasa layanan perorangan (PJLP).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menangis Divonis 10 Bulan Penjara, Cynthiara Alona: Saya Dapat Keadilan...

Menangis Divonis 10 Bulan Penjara, Cynthiara Alona: Saya Dapat Keadilan...

Megapolitan
Kebakaran di Tambora: 5 Tewas, Seorang Kakek Selamat dengan Luka Bakar

Kebakaran di Tambora: 5 Tewas, Seorang Kakek Selamat dengan Luka Bakar

Megapolitan
Antisipasi Balap Liar, Dishub Kota Bekasi Pasang Marka Kejut di Beberapa Titik

Antisipasi Balap Liar, Dishub Kota Bekasi Pasang Marka Kejut di Beberapa Titik

Megapolitan
Ini Isi Lengkap Surat Massa Buruh ke Anies, Tagih Revisi UMP DKI Jakarta 2022

Ini Isi Lengkap Surat Massa Buruh ke Anies, Tagih Revisi UMP DKI Jakarta 2022

Megapolitan
Gunakan Jasa Transfer Pakai Uang Palsu, Ibu di Bekasi Ditangkap Polisi

Gunakan Jasa Transfer Pakai Uang Palsu, Ibu di Bekasi Ditangkap Polisi

Megapolitan
Cynthiara Alona Hanya Divonis 10 Bulan Penjara, PN Tangerang: Sesuai Rasa Keadilan

Cynthiara Alona Hanya Divonis 10 Bulan Penjara, PN Tangerang: Sesuai Rasa Keadilan

Megapolitan
Virus Corona Varian Omicron Jadi Perhatian, Bagaimana Bahaya dan Gejalanya?

Virus Corona Varian Omicron Jadi Perhatian, Bagaimana Bahaya dan Gejalanya?

Megapolitan
Tagih Anies Revisi UMP DKI 2022, Perwakilan Massa Buruh Diterima Audiensi di Balai Kota

Tagih Anies Revisi UMP DKI 2022, Perwakilan Massa Buruh Diterima Audiensi di Balai Kota

Megapolitan
Cynthiara Alona Hanya Divonis 10 Bulan Penjara, PN Tangerang Ungkap Alasannya

Cynthiara Alona Hanya Divonis 10 Bulan Penjara, PN Tangerang Ungkap Alasannya

Megapolitan
Jaksa Banding atas Vonis 10 Bulan Penjara terhadap Cynthiara Alona

Jaksa Banding atas Vonis 10 Bulan Penjara terhadap Cynthiara Alona

Megapolitan
Setengah Ton Ganja Kering Siap Edar Diamankan dari Pengedar Jaringan Lintas Sumatera

Setengah Ton Ganja Kering Siap Edar Diamankan dari Pengedar Jaringan Lintas Sumatera

Megapolitan
Pastikan Ajukan Eksepsi Usai Didakwa Gerakkan Terorisme, Munarman: Saya Makin Tidak Mengerti...

Pastikan Ajukan Eksepsi Usai Didakwa Gerakkan Terorisme, Munarman: Saya Makin Tidak Mengerti...

Megapolitan
Buruh Padati Balai Kota DKI, Tagih Janji Anies Tinjau Ulang UMP 2022

Buruh Padati Balai Kota DKI, Tagih Janji Anies Tinjau Ulang UMP 2022

Megapolitan
Update: Berita Ini Dicabut

Update: Berita Ini Dicabut

Megapolitan
Duduk Perkara Munarman Didakwa Pasal Terorisme, Menciptakan Suasana Teror Berkait Kemunculan ISIS 2014

Duduk Perkara Munarman Didakwa Pasal Terorisme, Menciptakan Suasana Teror Berkait Kemunculan ISIS 2014

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.