Kompas.com - 16/08/2020, 12:05 WIB
Monumen Kali Bekasi, Jalan Ir Juanda, Bekasi, Jumat (14/8/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAMonumen Kali Bekasi, Jalan Ir Juanda, Bekasi, Jumat (14/8/2020).


BEKASI, KOMPAS.com - “Kami cuma tulang-tulang berserakan. Tapi adalah kepunyaanmu. Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan. Kenang, kenanglah kami. Teruskan, teruskan jiwa kami. Menjaga Bung Karno, menjaga Bung Hatta, menjaga Bung Sjahrir. Kenang, kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu. Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi” - Chairil Anwar (Krawang-Bekasi, 1948).

Kolonialisme Eropa belum sepenuhnya lesap ketika Indonesia menyatakan merdeka pada 17 Agustus 1945. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Belanda mencoba kembali menguasai Nusantara dan diam-diam membonceng pasukan sekutu.

Upaya menjajah kembali Nusantara bukan hanya meluncur di meja-meja diplomasi. Belanda tak segan melancarkan agresi-agresi militer serta pembantaian demi pembantaian.

Orang mungkin akan teringat Kota Surabaya, dengan Peristiwa 10 November-nya, apabila memperbincangkan soal kisah-kisah kepahlawanan mempertahankan kemerdekaan. Namun, tak banyak yang tahu, Bekasi juga menyimpan epos serupa.

Tanah patriot dan para jawara

Bekasi menjuluki dirinya sebagai Kota Patriot. Lima bilah bambu runcing yang berdiri tegak dalam lambang Kota Bekasi adalah simbol kepahlawanan tersebut.

Baca juga: Jejak Pangeran Diponegoro di Batavia, Hampir Sebulan Menunggu Keputusan Pengasingan

Sementara itu, Kabupaten Bekasi dalam lambangnya menampilkan sebilah golok teracung, seakan mengirim pesan bahwa tanah Bekasi adalah tanah jawara.

Pertempuran besar dalam rangka mempertahankan kemerdekaan pernah meletus di Bekasi dan bukan hanya dalam satu hari. Pertempuran-pertempuran itu terekam dalam beberapa karya maestro seni Tanah Air.

Pujangga Chairil Anwar mendedahkan sajak lirih namun menggetarkan soal kegigihan para patriot yang gugur di Bekasi dalam Krawang-Bekasi (1948). Dari namanya, jelas sajak ini diilhami dari akumulasi pertempuran di Karawang dan Bekasi pasca-Kemerdekaan.

Sastrawan kenamaan Pramoedya Ananta Toer juga pernah mewedarkan kisah yang diilhami oleh perjuangan serta bara nasionalisme di tanah Bekasi.

Karya kedua yang Pram lahirkan sepanjang riwayat kepenulisannya, Krandji-Bekasi Jatuh, maupun novel tersohor berjudul Di Tepi Kali Bekasi, sama-sama lahir pada 1947, tahun ketika Bekasi menjadi gelanggang sabung nyawa para pejuang.

Sementara itu, komponis Ismail Marzuki menggubah tembang berjudul Melati di Tapal Batas (1947). Syairnya mencitrakan sosok perempuan jelita yang, dengan jiwa pendekarnya, pergi berperang membela negara walau dirindukan keluarganya di kampung.

Baca juga: Napak Tilas Sejarah Taman Proklamasi, Area Pembacaan Teks Proklamasi hingga Perjuangan Tokoh Wanita

Sejarawan Bekasi, Ali Anwar, menceritakan bagaimana Bekasi menjadi titik krusial pertempuran Indonesia melawan kembalinya kolonialisme Belanda pascaproklamasi.

Dinukil dari buku Sejarah Singkat Kabupaten Bekasi (2019) karangannya, Ali bercerita bahwa pesawat Sekutu mendarat darurat di Kampung Rawa Gatel, Cakung, pada 23 November 1945. Waktu itu, Cakung masih masuk dalam Kewedanaan Bekasi.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Tewasnya Tahanan Polres Tangsel, Komnas HAM Masih Perlu Dokumen Pelengkap

Soal Tewasnya Tahanan Polres Tangsel, Komnas HAM Masih Perlu Dokumen Pelengkap

Megapolitan
Kronologi Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Awalnya Diiming-imingi Pekerjaan

Kronologi Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Awalnya Diiming-imingi Pekerjaan

Megapolitan
[Update 19 April]: Bertambah 973, Covid-19 di Jakarta Tembus 400.048 Kasus

[Update 19 April]: Bertambah 973, Covid-19 di Jakarta Tembus 400.048 Kasus

Megapolitan
Penjaga Sedang Shalat Tarawih, Motor Milik Penghuni Rumah Kos di Setiabudi Digasak Maling

Penjaga Sedang Shalat Tarawih, Motor Milik Penghuni Rumah Kos di Setiabudi Digasak Maling

Megapolitan
Rizieq Shihab Tanya ke Saksi: Massa Megamendung Sambut Saya dengan Benci atau Cinta?

Rizieq Shihab Tanya ke Saksi: Massa Megamendung Sambut Saya dengan Benci atau Cinta?

Megapolitan
Tinjau Korban Kebakaran di Taman Sari, Anies Sebut 130 Rumah Ludes Terbakar

Tinjau Korban Kebakaran di Taman Sari, Anies Sebut 130 Rumah Ludes Terbakar

Megapolitan
Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan

Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Salip Truk di Daan Mogot, Pengendara Motor Tabrak Trotoar lalu Jatuh dan Tewas Tertabrak

Salip Truk di Daan Mogot, Pengendara Motor Tabrak Trotoar lalu Jatuh dan Tewas Tertabrak

Megapolitan
Soal SIKM, Pemprov DKI Tunggu Aturan Lebih Lanjut dari Kemenhub

Soal SIKM, Pemprov DKI Tunggu Aturan Lebih Lanjut dari Kemenhub

Megapolitan
Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Sehari Disuruh Layani 5 Pria

Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Sehari Disuruh Layani 5 Pria

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Tangerang Raya, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Tangerang Raya, 20 April 2021

Megapolitan
Seorang Ibu Diusir Suami dan Dilarang Bertemu Anaknya, Sudah Lapor Polisi hingga Surati Jokowi

Seorang Ibu Diusir Suami dan Dilarang Bertemu Anaknya, Sudah Lapor Polisi hingga Surati Jokowi

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 20 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X