Banyak Pengungsi Tak Patuhi Protokol Covid-19, Lurah Harap Posko Tak Jadi Klaster Baru

Kompas.com - 16/08/2020, 14:25 WIB
Suasana tempat pengungsian warga yang rumahnya hangus terbakar di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (13/8/2020). Sebanyak 382 keluarga atau 987 warga kehilangan tempat tinggal dan satu pasar tradisional terbakar. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana tempat pengungsian warga yang rumahnya hangus terbakar di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (13/8/2020). Sebanyak 382 keluarga atau 987 warga kehilangan tempat tinggal dan satu pasar tradisional terbakar.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Lurah Duri Selatan M Ghufri Fatchani berharap posko pengungsian korban kebakaran di Duri Selatan tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Pasalnya, sebelum terjadi kebakaran ada warga yang dinyatakan positif Covid-19 di lokasi kebakaran.

"Tapi memang posisi sekarang aman, mudah-mudahan tidak timbul klaster baru ya. Mereka dalam keadaan negatif semua," tutur dia saat dihubungi Kompas.com melalui telefon, Minggu (16/8/2020).

Ghufri khawatir karena banyak pengungsi khususnya anak-anak masa bodoh dengan protokol kesehatan Covid-19 saat di pengungsian.

Baca juga: Tinggalkan Posko Pengungsian, Sejumlah Korban Kebakaran Tambora Dirikan Tenda di Puing Rumah

Kelurahan bersama dengan para relawan mengambil langkah penerapan protokol kesehatan saat pembagian bantuan untuk warga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itu kita pergunakan untuk soialisasi (protokol) ke pengungsian warga," kata dia.

Sebagai contoh saat pembagian minuman gratis warga diminta menggunakan masker. Bagi mereka yang tidak menggunakan masker tidak diizinkan untuk mengambil bantuan.

Namun untuk penerapan physcal distancing di pengungsian, Ghufri mengakui masih sulit untuk menerapkan secara ketat.

"Karena memang mereka berkelompok sekeluarga kan. Paling dengan yang lain jaga (jarak), tapi dengan keluarganya sendiri mereka tetap bersatu nempel," kata dia.

Ghufri mengatakan kelurahan juga sudah memberikan fasilitas untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti tempat cuci tangan dan air bersih juga WC portabel.

Baca juga: Pengungsi Kebakaran Tambora Banyak, Aparat Upayakan Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Seperti diketahui sebelumnya kebakaran dahsyat terjadi berlangsung selama delapan jam dari Selasa malam hingga Rabu dini hari.

Kasieops Damkar Jakarta Barat Eko Sumarno mengatakan kebakaran tersebut menjalar hingga lima RT yakni RT 001, 002, 003, 005 dan 010 di RW 005 Kelurahan Duri Selatan.

Akibatnya, ratusan jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal dalam musibah tadi malam tersebut.

"Data sementara, total ada 382 kepala keluarga dengan 987 jiwa yang harus mengungsi akibat musibah ini," kata Eko.



Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengoperasian Gedung Baru Stasiun Manggarai, Jalur KRL Bogor-Jakarta Kota Disesuaikan

Pengoperasian Gedung Baru Stasiun Manggarai, Jalur KRL Bogor-Jakarta Kota Disesuaikan

Megapolitan
Mobil Terguling di Bintaro, Polisi Masih Selidiki

Mobil Terguling di Bintaro, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Murid SD yang Sudah Berusia 12 Tahun di Kota Bekasi Akan Divaksinasi Covid-19

Murid SD yang Sudah Berusia 12 Tahun di Kota Bekasi Akan Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Polisi Tidur di Pulomas Dibuat Warga untuk Cegah Balap Liar, Dibongkar atas Protes Pesepeda

Polisi Tidur di Pulomas Dibuat Warga untuk Cegah Balap Liar, Dibongkar atas Protes Pesepeda

Megapolitan
1.509 Sekolah di Jakarta Akan Gelar PTM Terbatas, Disdik DKI: Aman

1.509 Sekolah di Jakarta Akan Gelar PTM Terbatas, Disdik DKI: Aman

Megapolitan
Diprotes Pesepeda, Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar

Diprotes Pesepeda, Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dihentikan 4 Hari karena Kegiatan ANBK

Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dihentikan 4 Hari karena Kegiatan ANBK

Megapolitan
Dititipkan ke Teman Ibunya, Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang

Dititipkan ke Teman Ibunya, Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang

Megapolitan
Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver di Pamulang, Ibunya Dibawa ke Dinsos Tangsel

Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver di Pamulang, Ibunya Dibawa ke Dinsos Tangsel

Megapolitan
Satu Pelaku Ditangkap, Ranjau Paku Masih Bertebaran di Jalan Gatot Soebroto dan Jalan MT Haryono

Satu Pelaku Ditangkap, Ranjau Paku Masih Bertebaran di Jalan Gatot Soebroto dan Jalan MT Haryono

Megapolitan
Dinkes DKI: 15 Persen Remaja Belum Vaksin Covid-19 karena Terhalang Izin Orangtua

Dinkes DKI: 15 Persen Remaja Belum Vaksin Covid-19 karena Terhalang Izin Orangtua

Megapolitan
BPBD: Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

BPBD: Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

Megapolitan
BPBD DKI Gunakan Karakter dan Alur Cerita Mirip Anime Tokyo Revengers untuk Konten Medsos

BPBD DKI Gunakan Karakter dan Alur Cerita Mirip Anime Tokyo Revengers untuk Konten Medsos

Megapolitan
Begini Progres Pembangunan 4 Rusunawa di Jakarta, Sudah Setengah Jadi

Begini Progres Pembangunan 4 Rusunawa di Jakarta, Sudah Setengah Jadi

Megapolitan
UPDATE 25 September: Ada 100 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Kota Tangerang

UPDATE 25 September: Ada 100 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.