Kasus Baru Covid-19 Tinggi Berhari-hari, Kini Depok Lampaui Puncak Gelombang Pertama

Kompas.com - 19/08/2020, 06:04 WIB
Pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Jumar (3/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/prasPengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Jumar (3/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia.

DEPOK, KOMPAS.com - Selama 4 hari terakhir, Kota Depok konstan menorehkan rekor temuan kasus Covid-19 terbanyak sejak riwayat pandemi dimulai di kota ini pada awal Maret lalu.

Secara garis besar, temuan kasus baru di Depok selama 4 hari belakangan mencapai 191 kasus, tertinggi selama pandemi, dengan rincian:

  • 15 Agustus 2020: 47 kasus baru
  • 16 Agustus 2020: 49 kasus baru
  • 17 Agustus 2020: 46 kasus baru
  • 19 Agustus 2020: 49 kasus baru

Baca juga: UPDATE Grafik 18 Agustus: Depok Kembali Catat Temuan Kasus Covid-19 Tertinggi Selama Pandemi

Sebelum 4 hari ini, rekor temuan kasus Covid-19 terbanyak terjadi pada 5 Agustus 2020 dengan 41 kasus baru.

Sebagai catatan, Pemerintah Kota Depok tidak pernah mengumumkan jumlah tes PCR harian, sehingga tak jelas positivity rate (rasio temuan kasus positif) di Depok saat ini.

Akibatnya, tidak diketahui secara pasti lonjakan temuan kasus baru Covid-19 di Depok disebabkan oleh masifnya pemeriksaan atau memang penularan virus semakin membahayakan.

Saat ini, berdasarkan data terbaru pada Selasa (18/8/2020) kemarin, tercatat ada 479 kasus aktif Covid-19 di Depok hari ini.

Kasus aktif Covid-19 ini artinya jumlah pasien yang sedang terinfeksi virus corona di Depok.
Mereka tengah dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri di kediaman masing-masing saat ini.

Lampaui gelombang pertama

Grafik kasus aktif alias pasien sedang ditangani karena terinfeksi virus corona di Depok. Puncak gelombang kedua (kanan, 479 kasus aktif) sejauh ini telah jauh di atas puncak gelombang pertama pada 26 Mei 2020 lalu (kiri, 383 kasus aktif). Padahal sebulan silam, kasus Covid-19 di Depok sempat mencapai titik terendah (tengah, 159 kasus aktif).KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEAN Grafik kasus aktif alias pasien sedang ditangani karena terinfeksi virus corona di Depok. Puncak gelombang kedua (kanan, 479 kasus aktif) sejauh ini telah jauh di atas puncak gelombang pertama pada 26 Mei 2020 lalu (kiri, 383 kasus aktif). Padahal sebulan silam, kasus Covid-19 di Depok sempat mencapai titik terendah (tengah, 159 kasus aktif).

Menilik grafik di atas, tampak bahwa ditinjau dari jumlah kasus aktifnya, Kota Depok tengah mengalami gelombang kedua wabah Covid-19.

Padahal, sejak puncak gelombang pertama pada 26 Mei 2020, jumlah pasien Covid-19 sempat merosot drastis hingga akhirnya PSBB dilonggarkan pada 5 Juni 2020.

Satu setengah bulan PSBB dilonggarkan, jumlah pasien Covid-19 di Depok terkendali bahkan cenderung menurun meski landai.

Titik terendah terjadi pada 15 Juli 2020, ketika "hanya" terdapat 159 pasien positif Covid-19 di Depok.

Baca juga: 2 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Bawaslu Kota Depok Belum Ditutup

Namun, mulai 31 Juli 2020, Kota Depok kembali mengalami lonjakan signifikan kasus Covid-19 yang membuatnya kini menghadapi gelombang kedua.

Bahkan, dilihat dari jumlah kasus aktifnya, gelombang kedua saat ini lebih besar skalanya ketimbang gelombang pertama.

Pertama, kenaikan grafik kasus aktif saat ini tampak lebih curam ketimbang gelombang pertama, walaupun mungkin disebabkan oleh kapasitas tes yang semakin tinggi.

Kenaikan signifikan ini disebabkan karena jumlah pasien yang dinyatakan sembuh kalah banyak ketimbang lonjakan kasus baru tiap harinya.

Kedua, dari grafik yang sama terlihat jelas, puncak gelombang kedua saat ini (479 pasien) sudah jauh melampaui puncak gelombang pertama (383 pasien) pada 26 Mei 2020 lalu.

Warga diminta jangan abai protokol kesehatan

Kenaikan signifikan ini diakui oleh Pemerintah Kota Depok sebagai akibat semakin longgarnya pergerakan warga.

Wali Kota Depok Mohammad Idris pada 14 Agustus 2020 menyampaikan, situasi peningkatan ini terjadi di Depok dan Jabodetabek secara umum sejak 2 pekan terakhir.

Baca juga: Belasan Pegawai Giant Positif Covid-19, Margo City Depok Ditutup hingga 25 Agustus

Di Depok, menurutnya, 60 persen warga merupakan pelaju alias komuter. Kepatuhan terhadap protokol pencegahan penularan Covid-19 semakin krusial.

"Dalam situasi peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi di Kota Depok dan Jabodetabek, mengingat masyarakat Kota Depok 60 persen bersifat commuter, untuk menghindari penularan Covid-19, kami meminta kepada seluruh warga untuk memproteksi diri sendiri atau dapat kita istilahkan melakukan 'personal lockdown'," ujar Idris saat itu.

"Selalu menggunakan masker, menjaga jarak fisik dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Jadikan hal tersebut menjadi kebutuhan dan kebiasaan baru bagi setiap personal di masa Covid-19 ini," katanya.

Kota Depok masih menjadi wilayah dengan laporan kasus Covid-19 terbanyak se-Jawa Barat.

Total, sudah 1.719 kasus positif Covid-19 yang dilaporkan Pemerintah Kota Depok. Sebanyak 1.182 di antaranya dinyatakan pulih, sedangkan 58 lainnya meninggal dunia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

392 Kios di Blok C Pasar Minggu Hangus Terbakar

392 Kios di Blok C Pasar Minggu Hangus Terbakar

Megapolitan
Ada 401 Kios di Gedung Blok C Pasar Minggu yang Terbakar

Ada 401 Kios di Gedung Blok C Pasar Minggu yang Terbakar

Megapolitan
Petugas Pemadam Kesulitan Jangkau Titik Api di Blok C Pasar Minggu

Petugas Pemadam Kesulitan Jangkau Titik Api di Blok C Pasar Minggu

Megapolitan
Polisi Musnahkan 14.759 Botol Miras dan Amankan 112 Orang di Kota Tangerang

Polisi Musnahkan 14.759 Botol Miras dan Amankan 112 Orang di Kota Tangerang

Megapolitan
Rizieq Kesal Saat JPU Potong Pernyataannya: Ini Menyangkut Nasib Saya!

Rizieq Kesal Saat JPU Potong Pernyataannya: Ini Menyangkut Nasib Saya!

Megapolitan
Tugu Pamulang Berupa Rangka Besi dan Kubah Habiskan Dana Rp 300 Juta

Tugu Pamulang Berupa Rangka Besi dan Kubah Habiskan Dana Rp 300 Juta

Megapolitan
Rekomendasi DPRD DKI soal Revisi Perda Tata Ruang

Rekomendasi DPRD DKI soal Revisi Perda Tata Ruang

Megapolitan
Padamkan Api, Petugas Masuk ke Gedung Blok C Pasar Minggu

Padamkan Api, Petugas Masuk ke Gedung Blok C Pasar Minggu

Megapolitan
Imbauan Pemprov DKI Jakarta Soal Ibadah Selama Ramadhan 2021: Kajian 15 Menit di Masjid, Tadarus di Rumah

Imbauan Pemprov DKI Jakarta Soal Ibadah Selama Ramadhan 2021: Kajian 15 Menit di Masjid, Tadarus di Rumah

Megapolitan
Pembahasan Revisi Perda Tata Ruang Jakarta Ditargetkan Rampung Mei

Pembahasan Revisi Perda Tata Ruang Jakarta Ditargetkan Rampung Mei

Megapolitan
Warga Pengantar 2 Lansia yang Divaksinasi Bisa Ikut Disuntik Vaksin Covid-19

Warga Pengantar 2 Lansia yang Divaksinasi Bisa Ikut Disuntik Vaksin Covid-19

Megapolitan
DKI Jakarta Kebut Pembahasan Revisi Perda Tata Ruang

DKI Jakarta Kebut Pembahasan Revisi Perda Tata Ruang

Megapolitan
Berkerumun Tonton Kebakaran di Pasar Minggu, Warga Diminta Menjauh

Berkerumun Tonton Kebakaran di Pasar Minggu, Warga Diminta Menjauh

Megapolitan
[Update 12 April]: DKI Tambah 692 Kasus Baru Covid-19

[Update 12 April]: DKI Tambah 692 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Damkar Kerahkan Robot Pemadam LUF 60 untuk Padamkan Kebakaran di Pasar Minggu

Damkar Kerahkan Robot Pemadam LUF 60 untuk Padamkan Kebakaran di Pasar Minggu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X