Patung Jenderal Sudirman Dipakaikan Masker, Warga: Enggak Ngaruh!

Kompas.com - 19/08/2020, 16:00 WIB
Foto aerial kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (23/3/2020). Sejumlah ruas jalan utama ibu kota lebih lengang dibandingkan hari biasa karena sebagian perusahaan telah menerapkan bekerja dari rumah guna menekan penyebaran virus corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc. Indrianto Eko SuwarsoFoto aerial kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (23/3/2020). Sejumlah ruas jalan utama ibu kota lebih lengang dibandingkan hari biasa karena sebagian perusahaan telah menerapkan bekerja dari rumah guna menekan penyebaran virus corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Jakarta tampak tak habis pikir dengan rencana Pemerintah Provinsi yang ingin memasangkan masker di patung Sudirman, Jakarta Pusat. Mereka menilai upaya tersebut membuang-buang waktu dan tak berdampak apapun.

Pendapat tersebut keluar dari salah satu warga Jakarta bernama Furqon Hakim (27).

"Enggak tahu maksudnya apa. Kalau memang tujuannya agar warga ingat pakai masker menurut saya enggak terlalu pengaruh," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Rabu (19/8/2020).

Menurut dia, jauh lebih efektif Pemprov memberlakukan razia masker yang sudah berlangsung saat ini. Lagi pula, lanjut dia, tidak pantas patung pahlawan seperti Jendral Sudirman dipakaikan masker.

"Ini salah satu ikon kota Jakarta, pahlawan bangsa lagi. Masa iya dipakaikan masker? Enggak pantas," kata dia.

Baca juga: Pemprov DKI Berencana Pasang Masker di Patung Jenderal Sudirman

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal yang sama juga dikatakan Kiki Purba. Wanita yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini mengaku tidak melihat fungsi dari kebijakan tersebut.

Menurut dia, keinginan untuk memakai masker harus timbul dari warganya sendiri. Jika rencana ini tetap dijalankan, dia menilai ini hanya sebagai bentuk pencitraan belaka.

"Menurut saya rencana itu cuma sekedar bisa bikin Indonesia atau Jakarta jadi dilihat 'urut mendukung kebijakan wajib pakai masker' aja. Kalau ke warganya ya tetap dari awareness diri sendiri," kata dia.

Baca juga: Mengapa Sebagian Warga Jakarta Abai Memakai Masker? Ini Penjelasannya

 

Pandangan lain datang dari Yesica Gultom. Warga Cibubur, Jakarta Timur. Dia menyambut baik rencana Pemprov jika tujuan untuk sosialisasi pemakaian masker.

Namun demikian, dia takut warga malah menjadikan patung tersebut sebagai guyonan.

"Tapi impresi saya pertama kali tahu beritanya jadi lucu sih. Jatuhnya, takut jadi guyonan  sama warga indonesia," kata dia.

Dia menilai sosok patung pahlawan seperti Jendral Sudirman tak pantas dijadikan lelucon warga, terutama netizen di media sosial.

"Apa-apa dijadiin lawakan kan pasti," tutup dia.

Baca juga: Satu Hakim PN Jakarta Pusat Terjangkit Covid-19

 

Rencana pemasangan masker terhadap patung Jenderal Sudirman disampaikan Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta Satriadi Gunawan.

"Kami masih ada rapat di KDH (Biro Kepala Daerah DKI Jakarta), jam 15.00 nanti, nanti diputuskannya di situ, mungkin jadi atau enggaknya. Sudah ada rencananya," kata Satriadi saat dihubungi, Rabu (19/8/2020).

Meski demikian, Satriadi tidak dapat menjelaskan lebih lanjut terkait apa tujuan pemasangan masker tersebut.

Dia pun tak dapat mengonfirmasi kabar apakah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan terlibat langsung dalam pemasangan masker di patung Jenderal Sudirman.

"Belum tahu, masih tentatif (apakah Anies akan memasang masker di patung Jenderal Sudirman)," katanya.

Menurut Satriadi, pihaknya hanya bertugas menyiapkan peralatan pemakaian masker.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Megapolitan
Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

Megapolitan
Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Megapolitan
Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Megapolitan
Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Megapolitan
Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Megapolitan
Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Megapolitan
Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.