TGUPP Sebut Pengelolaan Kampung Akuarium Bakal Libatkan Masyarakat

Kompas.com - 24/08/2020, 14:48 WIB
Aktivitas warga di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (9/10/2019). Pemprov DKI akan membangun kembali Kampung Akuarium pada tahun 2020. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGAktivitas warga di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (9/10/2019). Pemprov DKI akan membangun kembali Kampung Akuarium pada tahun 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta Angga Putra Fidrian mengatakan, pengelolaan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, dimungkinkan untuk dikelola oleh masyarakat

Ia menyebutkan, saat ini Pemprov DKI Jakarta memang menunjuk Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta untuk membangunan hunian tersebut.

Namun pengelolaan nantinya akan dilakukan oleh masyarakat Kampung Akuarium melalui koperasi masyarakat.

"Dalam hal ini UPT pengelolaan rumah susun sewa itu untuk jadi pengelolanya. Tapi, dalam Kampung Akuarium ini yang didorong adalah bagaimana pengelolaan tersebut basisnya masyarakat. Nanti koperasi masyarakat, namanya kalau enggak salah Koperasi Akuarium Bangkit Mandiri," ucap Angga dalam webinar Kampung Akuarium, Senin (24/8/2020).

Baca juga: Kampung Akuarium Dibangun meski Ada Benda Bersejarah, TGUPP: Belum Ditetapkan sebagai Cagar Budaya

Menurut Angga, pengelolaan juga akan dilakukan oleh masyarakat karena mencontoh negara lain seperti Jepang dan Jerman.

Nantinya masyarakat akan dibantu oleh Rujak Center for Urban Studies.

"Di mana teman-teman RUJAK sedang membuat SOP tentang pengelolaan dan pembagian penghuninya, sedang dikembangkan sama teman-teman kampung akuarium," tuturnya.

Kampung Akuarium, kata dia, bakal menjadi contoh kampung yang melibatkan warga dari mulai rancangannya melalui Community Action Plan (CAP) hingga pada pengelolaan.

Untuk kepemilikan hunian akan dibicarakan secara lebih lanjut yang juga melibatkan Rujak Center for Urban Studies sebagai pendamping.

"Bagaimana ini jadi contoh pembangunan berbasis masyarakat di mana masyarakat jadi tokoh utama. Bukan hanya jadi subjek hunian tapi mereka akan jadi pengelola," kata Angga.

Baca juga: Pemprov DKI Bantah Pembangunan Kampung Akuarium Tabrak Aturan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

Megapolitan
Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Megapolitan
Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Megapolitan
Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Megapolitan
Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

Megapolitan
Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Megapolitan
Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Megapolitan
Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Megapolitan
Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Megapolitan
Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

Megapolitan
Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X