Kompas.com - 01/09/2020, 15:32 WIB
Ilustrasi pasien virus corona, pasien Covid-19 ShutterstockIlustrasi pasien virus corona, pasien Covid-19

DEPOK, KOMPAS.com - Seorang ASN di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok, Jawa Barat dinyatakan positif Covid-19.

Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Diskarpus Kota Depok, Siti Chaerijah.

"Dari hasil swab ada yang positif yaitu satu orang ASN. Kondisinya kalau tidak salah masih di rumah," kata Siti kepada wartawan pada Selasa (1/9/2020).

Ia menjelaskan, pada tanggal 27 Agustus 2020 lalu pihaknya sempat menghadiri rapat anggaran dengan DPRD.

Pada rapat tersebut, hadir pula salah satu ASN dari kecamatan Sukmajaya yang belakangan dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga: ASN di Kantor Kecamatan Sukmajaya, Depok, Positif Covid-19

Kini, penelusuran kontak sedang dilakukan untuk mendeteksi sejauh mana penularan virus corona telah terjadi di lingkungan Diskarpus Kota Depok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang kontak erat dengan beliau di-swab. Sampai saat ini belum tahu (berapa kontak erat yang sudah di-swab," kata Siti.

"Diskarpus ditutup selama seminggu, hingga tanggal 7 September 2020," imbuhnya.

Covid-19 mulai merambah lingkungan Pemerintah Kota Depok meskipun gugus tugas belum menetapkannya sebagai klaster tersendiri.

Baca juga: ASN Positif Covid-19, Kantor Kecamatan Sukmajaya Depok Ditutup Sepekan

Setelah kasus positif Covid-19 ditemukan di dinas PUPR dan dinas pendidikan, belakangan pegawai di dinas perlindungan anak, pemberdayaan masyarakat dan keluarga serta Sekretariat Daerah Kota Depok juga dinyatakan positif Covid-19.

Selain itu, ASN di kantor Kecamatan Sukmajaya juga istri wali kota Depok beserta 7 orang kru, turut tertular virus corona.

Seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Depok diinstruksikan untuk bekerja dari rumah, kecuali mereka yang menggawangi sektor-sektor layanan publik secara langsung.

Sebagai informasi, kasus Covid-19 di Kota Depok mulai melonjak signifikan selama bulan Agustus.

Hingga data terakhir diperbarui kemarin, Pemerintah Kota Depok telah melaporkan 2.210 kasus positif Covid-19, tertinggi di Jawa Barat.

Sebanyak 1.539 di antaranya dinyatakan pulih dan 77 sisanya meninggal dunia.

Dari jumlah itu, sebanyak 594 pasien kini sedang ditangani (kasus aktif), baik isolasi mandiri maupun dirawat di rumah sakit.

Jumlah itu melonjak nyaris 3 kali lipat angka kasus aktif sebelum lonjakan, yakni 202 pasien pada 31 Juli 2020.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Aktif Covid-19 di Jakbar Tercatat 5.000-an Setelah Sempat Sentuh Angka 14.000

Kasus Aktif Covid-19 di Jakbar Tercatat 5.000-an Setelah Sempat Sentuh Angka 14.000

Megapolitan
Inovasi Pemkot Depok Jadikan 'Sedekah' Alternatif Bantuan bagi Warga Terdampak PPKM, Sudah Himpun Rp 200 Juta

Inovasi Pemkot Depok Jadikan "Sedekah" Alternatif Bantuan bagi Warga Terdampak PPKM, Sudah Himpun Rp 200 Juta

Megapolitan
UPDATE: Pasien Aktif Covid-19 di Tangsel Melonjak Jadi 10.467 Orang

UPDATE: Pasien Aktif Covid-19 di Tangsel Melonjak Jadi 10.467 Orang

Megapolitan
UPDATE: 711 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 12 Pasien Wafat

UPDATE: 711 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 12 Pasien Wafat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Sebagian Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Sebagian Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok Hujan

Megapolitan
Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Megapolitan
Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Megapolitan
Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Megapolitan
Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Megapolitan
Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Megapolitan
UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

Megapolitan
Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Megapolitan
Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Megapolitan
Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Megapolitan
Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X