Mahasiswa UI Kembangkan Batu Bata Ramah Lingkungan dari Lumpur Lapindo dan Limbah Kertas

Kompas.com - 03/09/2020, 19:49 WIB
Empat mahasiswa Fakultas Teknik UI, Muhammad, Pawestri Cendani, Luqmanul Irfan, dan Jilan Athaya di bawah bimbingan dosen Mohammed Ali Berawi disebut tengah meneliti pengembangan batu bata ramah lingkungan berbahan dasar lumpur Lapindo dan limbah kertas pada September 2020. Dok. Universitas IndonesiaEmpat mahasiswa Fakultas Teknik UI, Muhammad, Pawestri Cendani, Luqmanul Irfan, dan Jilan Athaya di bawah bimbingan dosen Mohammed Ali Berawi disebut tengah meneliti pengembangan batu bata ramah lingkungan berbahan dasar lumpur Lapindo dan limbah kertas pada September 2020.

DEPOK, KOMPAS.com - Empat mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) disebut tengah meneliti soal peluang mengembangkan batu bata ramah lingkungan berbahan lumpur Lapindo dan limbah kertas.

Gagasan inovatif ini diberi nama LUSSI (Lapindo Mud for Super Sustainable Brick) sebagai alternatif pengganti batu bata tanah liat.

Empat mahasiswa itu adalah Muhammad, Pawestri Cendani, Luqmanul Irfan, dan Jilan Athaya di bawah bimbingan dosen Mohammed Ali Berawi.

“Berdasarkan data yang kami terima dari lapangan, setidaknya terdapat 35.770.000 meter kubik lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Di sisi lain, Indonesia juga memiliki 1.599.000 ton limbah kertas per tahun yang berdampak pada meningkatnya 470.000 ton CO2,” ujar Muhammad melalui keterangan resmi universitas, Kamis (3/9/2020).

Baca juga: Dosen ITS Ini Siap Bantu Jokowi Tutup Semburan Lumpur Lapindo

Proses pembuatan batu bata LUSSI menggunakan substitusi bahan lumpur Lapindo yang dicampur dengan limbah kertas.

“Untuk setiap 100.000 batu bata dibutuhkan 66 meter kubik lumpur dan 66 meter kubik limbah kertas. Formulasi yang kami rancang tersebut mampu mengurangi sekitar 0,02 ton produksi polusi CO2 untuk setiap 100.000 batu bata yang diproduksi,” timpal Pawestri dalam keterangan yang sama.

Selain ramah lingkungan, batu bata LUSSI juga diklaim memiliki keunggulan lainnya dibandingkan batu bata tanah liat, karena meminimalkan limbah dan mengurangi penambangan pasir dan tanah liat yang merusak lingkungan.

"Selain itu juga ringan (910 kg/m3 dibandingkan batu bata biasa 1500 kg/m3 atau beton 950 kg/m3), lebih murah, dan dapat membuka lapangan pekerjaan di daerah Sidoarjo,” ujar Luqman.

“Batu bata LUSSI dapat menjadi solusi untuk mengatasi bencana lumpur Lapindo, dapat mengurangi kerusakan lingkungan, serta menekan produksi limbah kertas di Indonesia. Dengan demikian, kebutuhan batu bata untuk proses pembangunan tetap dapat terpenuhi tanpa harus merusak lingkungan,” tambah Jilan.

Kepala Kantor Humas dan Keterbukaan Informasi Publik UI, Amelita Lusita menyebut bahwa tim mahasiswa FTUI ini telah mempresentasikan gagasannya soal batu bata LUSSI pada ajang The 2nd Trail by VINCI Construction.

"Mereka telah mensimulasikan formulasi batu bata LUSSI di hadapan para juri dan meraih juara 2nd Runner Up Asia," ujar Amelita.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Raya KH Hasyim Asyari Tetap Adakan Shalat Id, Kapasitas Hanya Boleh 50 Persen

Masjid Raya KH Hasyim Asyari Tetap Adakan Shalat Id, Kapasitas Hanya Boleh 50 Persen

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 12 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 12 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 12 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 12 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 12 Mei 2021

Megapolitan
Polisi Tangkap Satu Preman yang Minta THR ke Pedagang di Pasar Ciputat

Polisi Tangkap Satu Preman yang Minta THR ke Pedagang di Pasar Ciputat

Megapolitan
Ada Pembatasan Operasional, Volume Pengguna KRL Jabodetabek Turun

Ada Pembatasan Operasional, Volume Pengguna KRL Jabodetabek Turun

Megapolitan
Minta Anies Evaluasi Fungsi TGUPP, Ketua Komisi A: SKPD Terganggu

Minta Anies Evaluasi Fungsi TGUPP, Ketua Komisi A: SKPD Terganggu

Megapolitan
Libur Idul Fitri 12-15 Mei, KRL Jabodetabek Beroperasi Pukul 04.00-20.00 WIB

Libur Idul Fitri 12-15 Mei, KRL Jabodetabek Beroperasi Pukul 04.00-20.00 WIB

Megapolitan
Ratusan PNS Jakarta Ogah Naik Jabatan, Ketua Komisi A: Mereka Malas

Ratusan PNS Jakarta Ogah Naik Jabatan, Ketua Komisi A: Mereka Malas

Megapolitan
Pemudik Ini Tak Kapok Dipaksa Putar Balik 5 Kali di Kedungwaringin demi Jumpa Anak di Tegal

Pemudik Ini Tak Kapok Dipaksa Putar Balik 5 Kali di Kedungwaringin demi Jumpa Anak di Tegal

Megapolitan
Kapolda Metro: 310 Kilogram Sabu yang Diselundupkan dari Iran Bernilai Rp 400 Miliar

Kapolda Metro: 310 Kilogram Sabu yang Diselundupkan dari Iran Bernilai Rp 400 Miliar

Megapolitan
Wali Kota Tangerang: Pemudik yang Kembali Harus Bawa Surat Bebas Covid-19, atau Pulang Lagi

Wali Kota Tangerang: Pemudik yang Kembali Harus Bawa Surat Bebas Covid-19, atau Pulang Lagi

Megapolitan
Selama Larangan Mudik, Sekitar 400 Calon Penumpang Kereta Api Ditolak

Selama Larangan Mudik, Sekitar 400 Calon Penumpang Kereta Api Ditolak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X