Kisah Bayu, Bos Sound System yang Kini Jualan Sayur demi Bertahan di Tengah Pandemi

Kompas.com - 04/09/2020, 13:03 WIB
CEO Bayusvara, jasa penyewaan sound system, Bayu Fajri Hadyan (30) sempat beralih menjadi penjual sayur demi bisa bertahan hidup lantaran hantaman Covid-19. Ia menjual sayur dengan konsep bisnis menjual dan mengantarkan sayur ke pelanggan. Dok. BeawihartaCEO Bayusvara, jasa penyewaan sound system, Bayu Fajri Hadyan (30) sempat beralih menjadi penjual sayur demi bisa bertahan hidup lantaran hantaman Covid-19. Ia menjual sayur dengan konsep bisnis menjual dan mengantarkan sayur ke pelanggan.

Dana cadangan kantor tak kuat menopang biaya operasional kantor. Sementara, relaksasi kredit dari pemerintah tak membantu pelaku usaha kreatif seperti Bayu.

Titik balik

Manuver bisnis coba Bayu ambil. Berawal dari curhatan mertua tentang sepinya pasar dan notifikasi sebuah aplikasi pembelian sayur online yang overload pemesanan, ia mengambil inisiatif untuk menjadi penjual dan pengantar sayur.

Bayu menerima pemesanan sayur dan kemudian mengantarkannya kepada pelanggan. Awalnya ia hanya menerima beberapa jenis sayur. Namun, kini ia telah menerima semua pesanan sayur.

Baca juga: Pilot Nekat Berdagang Mi Ayam dengan Peralatan Seadanya Setelah Terdampak Pandemi Covid-19

"Awal PSBB, itu mertua gue punya lapak pasar di Serpong. Dia cerita, pasar sepi nih," ujarnya.

Kondisi Pasar Serpong sepi tetapi barang dagangan sayur masih bersisa. Sementara itu, di supermarket Bayu melihat stok sayur-sayur kosong.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia melihat ada peluang bisnis untuk membantu masyarakat untuk membeli dan mengantarkan sayur. Dia pun mulai banting stir dan memulai usaha jasa antar sayur. Usahanya itu dia namakan "Segarsvara".

Bayu mencoba untuk berbelanja pada pukul 04.30 WIB di Pasar Serpong. Namun, pelanggan ingin membutuhkan bahan sayur sepagi mungkin.

"Awal efektif Segarsvara mulai akhir April. Awal April itu fase trial bisnis. Kan gue enngak ngerti sayur. Jadi harus cari tahu bahan sayur yang bagus bagaimana, packing rapi bagaimana, nyari selanya," kata Bayu.

 

Awal konsep bisnisnya adalah membeli sayur, mengemas sayur, dan lalu mengantarkannya kepada pelanggan. Pelanggan awalnya adalah orang-orang terdekat dan kini terus melebar.

"Customer gue itu orang yang males keluar rumah," tambahnya.

Untuk mempertahankan bisnis barunya, Bayu menempatkan ulang sumber daya manusia untuk mengelola. Ia menempatkan hingga 12 staf untuk menjalankan bisnis sayurnya.

Dari berjualan sayur, Bayu bisa meraup omset hingga Rp 80 juta. Bulan Ramadhan dan Lebaran adalah bulan tersibuknya.

Sayuran yang menjadi usaha Segarsvara milik Bayu Fajri Hadyan (30). Bayu sempat beralih dari usaha penyewaan sound system ke menjual sayur demi bisa bertahan lantaran hantaman Covid-19.Dok. Beawiharta Sayuran yang menjadi usaha Segarsvara milik Bayu Fajri Hadyan (30). Bayu sempat beralih dari usaha penyewaan sound system ke menjual sayur demi bisa bertahan lantaran hantaman Covid-19.

Bisnis barunya tak selalu lancar. Selepas pemerintah melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bisnisnya sempet jatuh. Ia kembali berinovasi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Megapolitan
Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Megapolitan
Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Megapolitan
SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

Megapolitan
Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Megapolitan
Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Megapolitan
UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Megapolitan
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Megapolitan
Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Megapolitan
Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Megapolitan
Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Megapolitan
Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.