Musim Kemarau, Pemkot Jakarta Timur Imbau Warga agar Hati-hati Saat Bakar Sampah

Kompas.com - 04/09/2020, 19:49 WIB
Ilustrasi api.
PIXABAY/Myriams-FotosIlustrasi api.
|

JAKARTA,KOMPAS.com - Memasuki musim kemarau, potensi terjadinya kebakaran jauh lebih besar.

Umumnya, kebakaran di musim kemarau terjadi lantaran warga tak hati-hati ketika membakar sampah.

Tak tanggung-tanggung, dalam catatan Sudin PKP Jakarta Timur tertera 116 kasus kebakaran yang disebabkan oleh warga bakar sampah.

Baca juga: Gara-gara Bakar Sampah Tak Diawasi, Warga Panik Api Menjalar ke Tumpukan Kayu hingga Membesar

Menanggapi hal tersebut, Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Gatot Sulaiman mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat bakar sampah kering.

Sampah yang masih dalam kondisi terbakar tidak disarankan untuk ditinggal begitu saja.

"Jadi bila harus dibakar maka harus ditunggui, jangan ditinggal pergi," kata Gatot saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2020).

Selain itu, dia juga mengimbau warga agar tak membuang putung rokok ke sembarang tempat, terkhusus ke permukaan kering yang mudah terbakar.

Baca juga: Bengkel Mobil di Lenteng Agung Terbakar, Diduga karena Bakar Sampah

Dengan kesadaran itu, dia berharap angka kebakaran di musim kemarau  tahun ini bisa turun dibandingkan 2019.

"Untuk potensi kebakaran selama musim kemarau kita belum tahu meningkat atau tidak," terang dia.

Bagi warga yang tertimpa musibah kebakaran dan membutuhkan pertolongan petugas bisa menghubungi 112, 021 8590 4904, atau 021 858 2150 .

Layanan itu disiapkan 24 jam demi menerima laporan warga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Musnahkan 44 Kg Sabu yang Diduga dari Malaysia

Polisi Musnahkan 44 Kg Sabu yang Diduga dari Malaysia

Megapolitan
Tanda SOS di Pulau Laki, Basarnas Pastikan Hoax hingga Dihapus Google

Tanda SOS di Pulau Laki, Basarnas Pastikan Hoax hingga Dihapus Google

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Kamis: Jabodetabek Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Kamis: Jabodetabek Diguyur Hujan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Hoaks Tanda SOS di Pulau Laki | Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

[POPULER JABODETABEK] Hoaks Tanda SOS di Pulau Laki | Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Megapolitan
4.501 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

4.501 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
[UPDATE 20 Januari]: Muncul 59 Kasus Baru, Total 5.339 Kasus di Kota Tangerang

[UPDATE 20 Januari]: Muncul 59 Kasus Baru, Total 5.339 Kasus di Kota Tangerang

Megapolitan
UPDATE 20 Januari: Bertambah 14 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 4.410

UPDATE 20 Januari: Bertambah 14 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 4.410

Megapolitan
Kejari Kota Tangerang Buat 2 Inovasi Cegah Percaloan Layanan Tilang

Kejari Kota Tangerang Buat 2 Inovasi Cegah Percaloan Layanan Tilang

Megapolitan
Pemkot Tangerang Akan Berlakukan Sitem Looping di Simpang Tiga Gondrong

Pemkot Tangerang Akan Berlakukan Sitem Looping di Simpang Tiga Gondrong

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok, Kios Daging di Tangsel Tutup

Pedagang Daging Sapi Mogok, Kios Daging di Tangsel Tutup

Megapolitan
Hari Ke-12 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Tim Sar Evakuasi 1 Kantong Serpihan Pesawat

Hari Ke-12 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Tim Sar Evakuasi 1 Kantong Serpihan Pesawat

Megapolitan
Update 20 Januari: Jaktim Sumbang Kasus Terbesar Covid-19 di Jakarta

Update 20 Januari: Jaktim Sumbang Kasus Terbesar Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Polisi Tangkap Terduga Penguras ATM di Poris Indah

Polisi Tangkap Terduga Penguras ATM di Poris Indah

Megapolitan
Kuasa Hukum: John Kei Tak Ada di Lokasi Pembunuhan Anak Buah Nus Kei

Kuasa Hukum: John Kei Tak Ada di Lokasi Pembunuhan Anak Buah Nus Kei

Megapolitan
Jakarta Masuki Periode Puncak Penambahan Kasus Covid-19 Efek Libur Panjang

Jakarta Masuki Periode Puncak Penambahan Kasus Covid-19 Efek Libur Panjang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X