Setelah Terkendala Pembebasan Lahan, Normalisasi Kali Bekasi Mulai Dikerjakan Akhir 2020

Kompas.com - 04/09/2020, 20:00 WIB
Kali Bekasi, Jalan M Hasibuan, Bekasi Timur berbusa dan bau menyengat,Kamis (25/6/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAKali Bekasi, Jalan M Hasibuan, Bekasi Timur berbusa dan bau menyengat,Kamis (25/6/2020).
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Bambang Heri Mulyono mengatakan normaliasi Kali Bekasi akan mulai dikerjakan pada akhir tahun 2020 ini.

Desain normalisasi Kali Bekasi telah rampung dikerjakan. Adapun selama ini rencana normalisasi Kali Bekasi selalu mentok pada kendala pembebasan lahan di bantaran sungai.

"Normalisasi Kali Bekasi kalau desainnya sudah siap. Akhir tahun ini akan dimulai pengerjaannya,” ujar Bambang kepada wartawan, Jumat (4/9/2020).

Bambang mengatakan, normalisasi Kali Bekasi akan dilakukan sepanjang 11 kilometer dari titik pertemuan Cikeas Cileungsi sampai ke Bendung Bekasi.

Baca juga: Ridwan Kamil Minta Bupati Bekasi Tiru Bogor dan Depok yang Terapkan Jam Malam

Namun, untuk tahap pertama, pihak BWSCC akan mengerjakan 6 kilometer Kali Bekasi terlebih dahulu.

Sementara, sisanya 5 kilometer lahan Kali Bekasi itu akan dikerjakan di tahap kedua.

“Ya, itu ruasnya (total panjangnya 11 kilometer) ya, tetapi lahannya yang sudah siap (pembebasan lahan) baru 6 kilometer saja. Ya ada spot-spot (lahan Kali Bekasi) yang tidak nyambung,” kata dia.

Bambang mengatakan, normalisasi Kali Bekasi tahap pertama itu dianggarkan Rp 600 miliar dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat).

“Untuk tahap pertama dianggarkan Rp 600 miliar dari Kementerian PUPR. Nantinya desainnya akan dikerjakan dengan pondasi bore pile dan parapet,” tanbah dia.

Menurut dia, normalisasi itu diperkirakan akan rampung selama tiga tahun atau 36 bulan.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendukung rencana normalisasi Kali Bekasi yang akan dilanjutkan kembali. Pasalnya normalisasi Kali Bekasi sempat tertunda karena pembebasan lahan permukiman yang tinggal di bantaran sungai.

Baca juga: UPDATE: 15 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19

Ia mengatakan, akan memetakan lima kilometer lahan Kali Bekasi yang hendak dinormalisasi pada tahap kedua.

“Saya baru tahu kalau ini sudah final (desainnya), nanti kita mapping kembali yang mana daerah yang masuk dalam garis sempadan sungai. Nanti kita amankan juga yang milik Pemerintah (lahan),” ucap Tri.

Setelah dipetakan, pihak Pemkot ini akan menganggarkan pembebasan lahan bagi rumah di kawasan bantaran sungai.

“Kalau sudah di-mapping baru kita anggarkan ada berapa anggaran yang harus disiapkan untuk pembebasan lahan,” ucap Tri.

Tri berharap setelah Kali Bekasi ini dinormalisasi, permukiman di wilayahnya itu tidak lagi banjir.

Sebagai informasi, Kali Bekasi terus mengalami indikasi pendangkalan sekaligus penyempitan sungai setelah terakhir kali dikeruk dekade 1970.

Pada banjir tahun baru 2020 lalu, kapasitas Kali Bekasi tak sanggup menampung tingginya curah hujan lokal dan kiriman air dari wilayah hulu.

Pos pemantau Bendung Bekasi mencatat, debit air yang masuk ke kali Bekasi kala itu melonjak hampir 30 kali lipat dari skala normal, berimbas pada tenggelamnya sekitar 70 persen wilayah Kota Bekasi, terluas se-Jabodetabek.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

LBM Eijkman: Ada Inkonsistensi Protokol Penelitian Terkait Vaksin Nusantara

LBM Eijkman: Ada Inkonsistensi Protokol Penelitian Terkait Vaksin Nusantara

Megapolitan
Ambulansnya Terlibat Kecelakaan, Kimia Farma Klaim Sudah Berdamai dengan Korban

Ambulansnya Terlibat Kecelakaan, Kimia Farma Klaim Sudah Berdamai dengan Korban

Megapolitan
Wakil Ketua Komisi IX: Uji Klinik Vaksin Nusantara Tidak Ada Urusan dengan Nyawa Manusia Indonesia Seluruhnya

Wakil Ketua Komisi IX: Uji Klinik Vaksin Nusantara Tidak Ada Urusan dengan Nyawa Manusia Indonesia Seluruhnya

Megapolitan
Ada Balap Liar di Pondok Indah, 5 Unit Sepeda Motor Ditahan Polisi

Ada Balap Liar di Pondok Indah, 5 Unit Sepeda Motor Ditahan Polisi

Megapolitan
Kimia Farma: Ambulans yang Terobos Lampu Merah Bawa Sampel Hasil Lab

Kimia Farma: Ambulans yang Terobos Lampu Merah Bawa Sampel Hasil Lab

Megapolitan
Balap Liar di Bulan Ramadhan, Tujuh Pemuda Diamankan Polisi

Balap Liar di Bulan Ramadhan, Tujuh Pemuda Diamankan Polisi

Megapolitan
Anak Buah Ungkap Dugaan Korupsi, Kadis Damkar Depok Tegaskan Tak Ada Pemecatan

Anak Buah Ungkap Dugaan Korupsi, Kadis Damkar Depok Tegaskan Tak Ada Pemecatan

Megapolitan
Kepala Damkar Depok Janji Kooperatif Hadapi Kasus Dugaan Korupsi di Instansinya

Kepala Damkar Depok Janji Kooperatif Hadapi Kasus Dugaan Korupsi di Instansinya

Megapolitan
Kepala Dinas Damkar Depok Klarifikasi Dugaan Korupsi yang Diungkap Anggotanya

Kepala Dinas Damkar Depok Klarifikasi Dugaan Korupsi yang Diungkap Anggotanya

Megapolitan
Pemprov DKI Imbau Pegawai Tak Gelar Buka Puasa Bersama

Pemprov DKI Imbau Pegawai Tak Gelar Buka Puasa Bersama

Megapolitan
2 Pekerja Bangunan Tewas Saat Renovasi Rumah di Benhil, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana

2 Pekerja Bangunan Tewas Saat Renovasi Rumah di Benhil, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana

Megapolitan
Menengok Kolam Renang Atlantis Ancol yang Viral Karena Airnya Keruh

Menengok Kolam Renang Atlantis Ancol yang Viral Karena Airnya Keruh

Megapolitan
Kenangan soal Keinginan Tien Soeharto di Balik Megahnya Masjid At-Tin TMII

Kenangan soal Keinginan Tien Soeharto di Balik Megahnya Masjid At-Tin TMII

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 17 April 2020

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 17 April 2020

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 17 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X