Video Pemalakan di Jembatan II Viral, 1 Tersangka Telah Dibekuk Polisi

Kompas.com - 05/09/2020, 20:02 WIB
Perampokan. ThinkstockPerampokan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah video yang memperlihatkan aksi pemalakan terhadap sopir truk di Jembatan Dua, Penjaringan, Jakarta Utara viral di media sosial.

Polisi mengatakan, seorang tersangka pelaku pemalakan itu telah ditangkap.

Video rekaman pemalakan terhadap sopir truk di Jembatan Dua itu diunggah akun Instagram @jakut.info. Dalam video itu terlihat dua orang pelaku menghampiri sebuah mobil boks yang sedang terjebak macet.

Seorang pemalak kemudian terlihat naik di atas ban depan mobil boks dan melakukan aksi pemalakan. Sementara pelaku lain menunggu sembari memperhatikan situasi.

Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, Residivis Pemalakan Sopir Truk Ditembak

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, pihaknya telah menangkap satu orang pelaku pemalakan yang terjadi pada Kamis (3/9/2020) siang itu.

“Saat ini kami telah mengamankan satu orang tersangka dan kami sudah mengindentifikasi korban yang kebetulan seorang sopir,” kata Wirdhanto, Sabtu.

Wirdhanto menambahkan, pihaknya sudah mengidentifikasi pelaku pemalakan dan kini melakukan upaya pengejaran terhadap pelaku lain yang masik kabur.

"Kami sudah melaksanakan penyelidikan dan saat ini kami akan meningkatkan fungsi preventif terkait meningkatkan keamanan di lokasi," ujar Wirdhanto.

Wirdhanto menambahkan, jika warga di Jakarta Utara mengalami kejahatan jalanan agar segera melaporkan hal itu ke pihak berwajib.

"Apabila ada menemukan kejahatan jalanan bisa menghubungi hotline kami 08118569696 agar kami bisa respon dengan cepat," kata Wirdhanto.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Viral Sopir Truk Dipalak di Jembatan Dua Penjaringan, Satu Pelaku Ditangkap Polisi



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Megapolitan
Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Megapolitan
Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Megapolitan
Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Megapolitan
FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

Megapolitan
Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Megapolitan
MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

Megapolitan
Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

Megapolitan
RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

Megapolitan
Di Tengah Polemik Tes Swab, Rizieq Shihab Pergi Tinggalkan RS Ummi

Di Tengah Polemik Tes Swab, Rizieq Shihab Pergi Tinggalkan RS Ummi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X