Mohammad Idris, Petahana yang Bertarung untuk Kursi Wali Kota Depok

Kompas.com - 07/09/2020, 10:30 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris usai menghadiri acara K MUTRANS-2 di Gedung Balairung Dwidjosewojo Hotel Bumi Wiyata Depok, Senin (16/12/2019). KOMPAS.com/ANGGITA NURLITASARIWali Kota Depok Mohammad Idris usai menghadiri acara K MUTRANS-2 di Gedung Balairung Dwidjosewojo Hotel Bumi Wiyata Depok, Senin (16/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Depok Mohammad Idris berambisi kembali bertarung di Pilkada Depok 2020. Sebagai petahana, kali ini ia berpasangan dengan Imam Budi Hartono.

Keduanya sudah resmi menjadi pasangan calon wali kota dan wakil wali Kota Depok setelah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umun (KPU) di hari terakhir pendaftaran, Minggu (6/9/2020).

"KPU Depok telah menerima bakal pasangan calon atas nama KH Muhammad Idris dan Hj Imam Budi Hartono," kata Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna, Minggu.

Baca juga: Mohammad Idris-Imam Mendaftar sebagai Peserta Pilkada Depok

Nana mengatakan, kedua pasangan tersebut telah melengkapi seluruh dokumen persyaratan sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok dalam Pilkada 2020.

Seluruh dokumen yang diserahkan tersebut juga telah dikonfirmasi memenuhi syarat oleh KPUD.

"Kami juga telah memberikan tanda terima terkait dengan dokumen yang kami periksa telah memenuhi syarat dan lengkap. Untuk selanjutnya kami lakukan verifikasi untuk tahapan selanjutnya," ucap Nana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sudah ajukan cuti dan pengunduran diri

Sementara itu, Idris mengaku sudah mengajukan cuti dan pengunduran diri sebagai Wali Kota Depok untuk maju dalam Pilkada Depok 2020.

"Pengunduran diri sudah selesai tidak masalah, saya sedang mengajukan cuti ke gubernur," kata Idris.

Rencananya, Idris mulai cuti pada 26 September hingga 5 Desember 2020.

Sementara itu, per tanggal 6 Desember 2020, Idris sudah melepas status sebagai Wali Kota Depok.

Baca juga: Idris Sudah Ajukan Pengunduran Diri sebagai Wali Kota Depok

"Tanggal 6 Desember sudah bukan lagi wali kota saya, nanti tanggal 26 (September) sudah ada wali kota baru sementara," ujar Idris.

Bersaing dengan wakilnya sendiri

Dengan ditutupnya masa pendaftaran bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok kemaren, maka dipastikan hanya ada dua pasangan yang melaju.

Uniknya, di kursi calon Wali Kota Depok, Idris akan bersaing dengan Wakilnya sendiri di periode selanjutnya yakni Pradi Supriatna.

Pradi saat ini merupakan Ketua DPC Gerindra Depok. Ia akan berpasangan dengan kader perempuan PDI-P yang gagal lolos ke Senayan pada Pileg 2019 lalu, Afifah Alia.

Baca juga: Idris versus Pradi, Duel Wali Kota Lawan Wakilnya di Pilkada Depok 2020

Pradi dan Afifah sudah terlebih dahulu mendadtar sebagai bakal calon sejak hari Jumat (4/9/2020) lalu.

Dari segi partai, Idris yang berasal dari kalangan nonpartai tetapi dekat dengan PKS itu bakal duet dengan kader partai dakwah tersebut.

PKS membangun Koalisi Tertata Adil Sejahtera bersama Demokrat dan PPP dengan total perolehan 17 kursi di DPRD.

Partai-partai seperti PAN dan PKB yang sempat bergabung dalam koalisi itu pilih menyeberang ke kubu lawan.

Di pihak lawan, dua partai yang kini juga berkuasa di level nasional itu menghimpun kekuatan dari Golkar, PSI, PKB, dan PAN dengan jumlah perolehan kursi di DPRD Kota Depok mencapai 33 kursi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekat Dibuka, Lalu Lintas di Sekitar Patung Kuda Sudah Normal

Sekat Dibuka, Lalu Lintas di Sekitar Patung Kuda Sudah Normal

Megapolitan
Bus Transjakarta Tabrak Pos Polisi di PGC, Sopir Hilang Kendali akibat Dongkrak Timpa Pedal Gas

Bus Transjakarta Tabrak Pos Polisi di PGC, Sopir Hilang Kendali akibat Dongkrak Timpa Pedal Gas

Megapolitan
Harus Rawat Ibunya yang Sakit, Jerinx Ajukan Penangguhan Penahanan ke Kejari Jakpus

Harus Rawat Ibunya yang Sakit, Jerinx Ajukan Penangguhan Penahanan ke Kejari Jakpus

Megapolitan
Banyak Karyawan Terjebak Kebakaran di Gedung Cyber, 1 Orang Tewas

Banyak Karyawan Terjebak Kebakaran di Gedung Cyber, 1 Orang Tewas

Megapolitan
Bus Transjakarta Kecelakaan Lagi, Anggota Komisi B Minta Audit Menyeluruh

Bus Transjakarta Kecelakaan Lagi, Anggota Komisi B Minta Audit Menyeluruh

Megapolitan
Satu Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber Jaksel

Satu Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber Jaksel

Megapolitan
Langkah RSUD Kota Tangerang Hadapi Ancaman Gelombang 3 Covid-19

Langkah RSUD Kota Tangerang Hadapi Ancaman Gelombang 3 Covid-19

Megapolitan
Buka Penutupan Ruas Jalan di Kawasan Patung Kuda, Polisi Pastikan Sudah Tak Ada Massa Reuni 212

Buka Penutupan Ruas Jalan di Kawasan Patung Kuda, Polisi Pastikan Sudah Tak Ada Massa Reuni 212

Megapolitan
Antisipasi Reuni 212, Transjakarta Sesuaikan Layanan di Sekitar Monas

Antisipasi Reuni 212, Transjakarta Sesuaikan Layanan di Sekitar Monas

Megapolitan
Sejarah Patung 'Kuda' Arjuna Wijaya

Sejarah Patung "Kuda" Arjuna Wijaya

Megapolitan
Petugas Damkar Evakuasi Pekerja yang Terjebak dalam Kebakaran Gedung Cyber

Petugas Damkar Evakuasi Pekerja yang Terjebak dalam Kebakaran Gedung Cyber

Megapolitan
Pos Polisi yang Ditabrak Bus Transjakarta di Simpang PGC dalam Kondisi Kosong

Pos Polisi yang Ditabrak Bus Transjakarta di Simpang PGC dalam Kondisi Kosong

Megapolitan
Gedung Cyber di Jaksel Terbakar, Damkar Masih Berjibaku Padamkam Api

Gedung Cyber di Jaksel Terbakar, Damkar Masih Berjibaku Padamkam Api

Megapolitan
Anies Hanya Senyum dan Angkat Jempol Saat Ditanya soal Reuni 212

Anies Hanya Senyum dan Angkat Jempol Saat Ditanya soal Reuni 212

Megapolitan
500 Simpatisan 212 Padati Jalan Wahid Hasyim, Polisi: Tak Ada yang Disanksi

500 Simpatisan 212 Padati Jalan Wahid Hasyim, Polisi: Tak Ada yang Disanksi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.