Dukungan "Koalisi Gemuk" Bukan Jaminan Menang bagi Pradi-Afifah di Pilkada Depok

Kompas.com - 07/09/2020, 16:29 WIB
Bakal calon wali kota Depok, Pradi Supriatna (kiri) dan wakilnya, Afifah Alia (kanan) dari poros Gerindra-PDI-P mendeklarasikan diri maju di Pilkada Depok 2020, Kamis (3/9/2020) IstimewaBakal calon wali kota Depok, Pradi Supriatna (kiri) dan wakilnya, Afifah Alia (kanan) dari poros Gerindra-PDI-P mendeklarasikan diri maju di Pilkada Depok 2020, Kamis (3/9/2020)

DEPOK, KOMPAS.com - Bakal pasangan calon Pradi Supriatna-Afifah Alia akan maju di Pilkada Depok 2020 dengan didukung koalisi gemuk. Pradi-Afifah diusung Gerindra dan PDI-P, serta didukung pula oleh Golkar, PAN, PKB, dan PSI, sehingga total pasangan itu mendapat 33 kursi (65 persen) di DPRD Depok.

Pradi-Afifah juga mendapat sejumlah partai yang tidak punya kursi di DPRD, yaitu Perindo, Nasdem, dan PBB serta beberapa ormas yaitu Forkabi, FBR, dan Pemuda Pancasila.

Analis politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno berpendapat, koalisi gemuk itu bukan jaminan bagi Pradi-Afifah untuk memang di Pilkada Depok 2020.

"Dalam pilkada seringkali banyak kejadian bahwa atau koalisi gemuk tidak berarti apa-apa untuk menang. Malah, kadang yang hanya didukung oleh sedikit partai itu yang memenangkan pertarungan. Seringkali dukungan partai tidak berbanding lurus dengan tingkat keterpilihan," kata Adi kepada Kompas.com, Senin (7/9/2020).

Baca juga: Dikeroyok Koalisi Gemuk di Pilkada Depok, PKS Dianggap Musuh Bersama karena Berkuasa 3 Periode

Pradi-Afifah bakal berhadapan dengan bakal pasangan calon, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono yang diusung PKS, Demokrat, dan PPP.

Kendati hanya bermodal 17 kursi di DPRD, PKS diprediksi tetap tak mudah takluk, terutama karena Depok sudah dikenal sebagai basis massa dan kader partai dakwah tersebut.

Soliditas mesin PKS melalui para kader dan relawannya yang begitu kuat hingga ke level akar rumput telah membuatnya partai itu selama tiga periode berkuasa di Depok hingga hari ini.

Fakta bahwa Gerindra dan PDI-P menjadi partai dengan perolehan suara tertinggi di Depok di atas PKS pada Pileg 2019 lalu, juga tidak memberi jaminan apa pun bagi Pradi-Afifah, lanjut Adi.

"Kemenangan di pileg tidak bisa diukur sebagai kekuatan di pilkada. Gerindra dan PDI-P bisa menang bukan gara-gara partai, tetapi karena kerja caleg-caleg yang sedang bertarung untuk memenangkan kursi," kata Adi.

"Kedua, kenapa di berbagai tempat PDI-P dan Gerindra itu menang (Pileg 2019), karena ada Jokowi dan Prabowo maju, jadi secara kepartaian mereka (caleg) ikut terpilih. Problemnya, di pilkada ini, mesin pemenangan partai, juga orangnya, beda," ungkapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan Telungkup di Kali Sura Ciracas

Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan Telungkup di Kali Sura Ciracas

Megapolitan
Cegah Penyalahgunaan Jatah Vaksin, Ombudsman Sarankan Pengintegrasian Data

Cegah Penyalahgunaan Jatah Vaksin, Ombudsman Sarankan Pengintegrasian Data

Megapolitan
Tabrakan Mobil di Jalan Cipete Raya Jaksel, Kendaraan Rusak Berat

Tabrakan Mobil di Jalan Cipete Raya Jaksel, Kendaraan Rusak Berat

Megapolitan
UPDATE 7 Maret: DKI Catat Penambahan 1.834 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 7 Maret: DKI Catat Penambahan 1.834 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Dinkes DKI Tidak Bisa Disalahkan dalam Kasus Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Dinkes DKI Tidak Bisa Disalahkan dalam Kasus Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Ombudsman Sebut Oknum Penyalahguna Jatah Vaksinasi di Pasar Tanah Abang Manfaatkan Celah Sistem Pendataan

Ombudsman Sebut Oknum Penyalahguna Jatah Vaksinasi di Pasar Tanah Abang Manfaatkan Celah Sistem Pendataan

Megapolitan
Belum Dapat Izin Keramaian, Pesta Pernikahan di Duren Sawit Dibubarkan Aparat Gabungan

Belum Dapat Izin Keramaian, Pesta Pernikahan di Duren Sawit Dibubarkan Aparat Gabungan

Megapolitan
Sejumlah Posko Ormas di Wilayah Tangsel Dibakar Orang Tak Dikenal

Sejumlah Posko Ormas di Wilayah Tangsel Dibakar Orang Tak Dikenal

Megapolitan
3 Tempat Usaha di Pulogadung Disanksi Usai Langgar Aturan PPKM

3 Tempat Usaha di Pulogadung Disanksi Usai Langgar Aturan PPKM

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta Berharap Sepeda Jadi Alat Transportasi Masyarakat

Wagub DKI Jakarta Berharap Sepeda Jadi Alat Transportasi Masyarakat

Megapolitan
Polisi Tindak 101 Kendaraan Berknalpot Bising di Sekitar Istana

Polisi Tindak 101 Kendaraan Berknalpot Bising di Sekitar Istana

Megapolitan
Wagub DKI Mengaku Belum Terima Laporan Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang

Wagub DKI Mengaku Belum Terima Laporan Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Pastikan Tak Ada Kadernya yang Hadiri KLB Moeldoko

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Pastikan Tak Ada Kadernya yang Hadiri KLB Moeldoko

Megapolitan
Ini Daftar Lokasi Vaksinasi Lansia di Jakarta

Ini Daftar Lokasi Vaksinasi Lansia di Jakarta

Megapolitan
Dukung AHY, DPD Partai Demokrat DKI Gelar Aksi Cap Darah

Dukung AHY, DPD Partai Demokrat DKI Gelar Aksi Cap Darah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X