Pelayat yang Hendak Beri Penghormatan Terakhir kepada Jakob Oetama Dicek Suhu Tubuh

Kompas.com - 09/09/2020, 21:41 WIB
Jenazah pendiri Kompas Gramedia dan tokoh pers, Jakob Oetama akan disemayamkan di Lobi Gedung Kompas Gramedia  Palmerah Selatan Unit 2, Gelora, Tanah Abang, Jakarta pada Rabu (9/9/2020) malam sekitar pukul 21.00 WIB. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOJenazah pendiri Kompas Gramedia dan tokoh pers, Jakob Oetama akan disemayamkan di Lobi Gedung Kompas Gramedia Palmerah Selatan Unit 2, Gelora, Tanah Abang, Jakarta pada Rabu (9/9/2020) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pelayat yang sebagian besar karyawan Kompas Gramedia dan pejabat pemerintah berdatangan di Gedung Kompas Gramedia di Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2020) malam untuk memberi penghormatan terakhir kepada pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama.

Jakob Oetama tutup usia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu siang pukul 13.05 WIB.

Sebelum memasuki gedung, para pelayat harus dicek suhu tubuhnya dengan thermo gun. Mereka juga harus menggunakan masker dan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer.

Para pelayat di dalam ruangan pun dibatasi, yaitu 15 orang.

Baca juga: Jenazah Jakob Oetama Tiba di Gedung Kompas Gramedia untuk Penghormatan Terakhir

Iring-iringan mobil jenazah Jakob di Gedung Kompas Gramedia pukul 21.00 WIB.

Jakob meninggal dunia dalam usia 88 tahun. Jenazah Jakob disemayamkan di Gedung Kompas Gramedia Palmerah malam ini, mulai pukul 21.00 hingga Kamis besok pukul 09.00. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Besok siang, jenazah Jakob akan dimakamkan di TPU Kalibata, Jakarta Selatan.

Jakob Oetama dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading sejak 22 Agustus 2020. Ia masuk rumah sakit dalam keadaan kritis dan mengalami gangguan multiorgan.

Kondisinya sempat membaik di tengah perawatan. Namun karena faktor usia dan penyakit komorbid, kondisi Jakob memburuk dan akhirnya meninggal dunia.

Jakob lahir di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada 27 September 1931. Dia mengawali karirnya sebagai guru. Namun, dia kemudian memilih jalan sebagai wartawan hingga kemudian mendirikan jaringan media, yaitu Kompas Gramedia, bersama rekannya, PK Ojong.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update 12 Juni: 11.559.138 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 20.044.187 Dosis Pertama

Update 12 Juni: 11.559.138 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 20.044.187 Dosis Pertama

Megapolitan
Sopir Bus Transjakarta Akan Diuji Kompetensi Tiap Tahun

Sopir Bus Transjakarta Akan Diuji Kompetensi Tiap Tahun

Megapolitan
Ada Perbaikan Pipa Palyja, Pasokan Air di Jaksel Terganggu Mulai Sabtu Sore

Ada Perbaikan Pipa Palyja, Pasokan Air di Jaksel Terganggu Mulai Sabtu Sore

Megapolitan
Korban Turap Longsor di Ciputat Berharap Pemkot Tangsel Perbaiki Rumahnya

Korban Turap Longsor di Ciputat Berharap Pemkot Tangsel Perbaiki Rumahnya

Megapolitan
Transjakarta Akan Adopsi Sistem Keselamatan Maskapai Penerbangan

Transjakarta Akan Adopsi Sistem Keselamatan Maskapai Penerbangan

Megapolitan
Banjir di Ciputat Belum Surut, Ketua RT: Akan Butuh 2-3 Hari

Banjir di Ciputat Belum Surut, Ketua RT: Akan Butuh 2-3 Hari

Megapolitan
Alat Berat Dikerahkan ke Lokasi Turap Longsor di Ciputat

Alat Berat Dikerahkan ke Lokasi Turap Longsor di Ciputat

Megapolitan
RS Wisma Atlet Hampir Penuh, Pengelola Siapkan 3 Tempat Tidur dalam Satu Kamar

RS Wisma Atlet Hampir Penuh, Pengelola Siapkan 3 Tempat Tidur dalam Satu Kamar

Megapolitan
Banjir di Ciputat Belum Surut, Tinggi Genangan Masih 50 Cm

Banjir di Ciputat Belum Surut, Tinggi Genangan Masih 50 Cm

Megapolitan
Buruh Pelabuhan: Pungli di Tanjung Priok Sudah Berlangsung Lama

Buruh Pelabuhan: Pungli di Tanjung Priok Sudah Berlangsung Lama

Megapolitan
Anggota DPR: PPN Sembako Jadi Wacana Saja Tak Pantas, apalagi RUU

Anggota DPR: PPN Sembako Jadi Wacana Saja Tak Pantas, apalagi RUU

Megapolitan
Pasien RS Wisma Atlet Bertambah 448 Orang dalam Sehari, Keterisian Capai 75 Persen

Pasien RS Wisma Atlet Bertambah 448 Orang dalam Sehari, Keterisian Capai 75 Persen

Megapolitan
Turap yang Mampatkan Aliran Anak Kali Pesanggrahan Belum Diangkat, Masih Tunggu Alat Berat

Turap yang Mampatkan Aliran Anak Kali Pesanggrahan Belum Diangkat, Masih Tunggu Alat Berat

Megapolitan
Longsor Ciputat Sebabkan Banjir di Dua Perumahan, Tinggi Air Capai 1 Meter

Longsor Ciputat Sebabkan Banjir di Dua Perumahan, Tinggi Air Capai 1 Meter

Megapolitan
Ini Capaian Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Barat...

Ini Capaian Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Barat...

Megapolitan

Video Rekomendasi

komentar di artikel lainnya
Close Ads X