Sejumlah Tokoh dan Pejabat Melayat Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia

Kompas.com - 09/09/2020, 22:29 WIB
[ARSIP] Portrait foto Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULU[ARSIP] Portrait foto Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pejabat dan tokoh nasional terlihat mendatangi Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2020) pukul 21.00 WIB.

Kedatangan sejumlah tokoh tersebut untuk melayat wartawan senior sekaligus Pimpinan Kompas Gramedia, Jakob Oetama yang meninggal pada pukul 13.05 WIB hari ini.

Pantauan Kompas.com, pejabat dan tokoh nasional yang datang di antaranya Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, pengusaha Chairul Tanjung, politikus Rizal Ramli, Rohaniawan Romo Mudji Sutrisno.

Tak hanya itu, para tokoh tersebut mengutarakan rasa kehilangan atas meninggalnya Jakob Oetama.

Baca juga: Pelayat Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia Palmerah Selatan Dibatasi

Salah satunya Mohammad Nuh, yang menyebut tidak ada sosok yang bisa menggantikan Jakob Oetama.

Menurutnya, ia belum bisa menemukan orang yang memiliki pemikiran seperti Jakob Oetama.

"Siapa coba yg bisa sekelas beliau pemikirannya. Tidak memihak kiri kanan, kemudian tetap konsisten sebagai pimpinan media yang independen," jelasnya.

Kemudian, ada juga Romo Mudji Sutrisno yang menilai Jakob adalah sosok maha guru Indonesia.

"Dia ini maha guru, untuk sebuah perjuangan keIndonesiaan yang majemuk dan dia amat menjunjung harkat setiap orang," kata Romo Mudji.

Baca juga: Jenazah Jakob Oetama Tiba di Gedung Kompas Gramedia untuk Penghormatan Terakhir

Selain itu, ia juga menyebut Jakob Oetama seorang sosok yang menjunjung tinggi humanisme transendental.

"Artinya sebagai orang beriman itu menghayati dan ia tuliskan dalam ulang tahunnya itu Syukur Tanpa Akhir, karena dia merasa dipakai oleh Tuhan," tuturnya.

Pantauan Kompas.com, hingga pukul 22.00 WIB, masih terlihat sejumlah pelayat yang berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir untuk jenazah Jakob Oetama.

Wartawan senior Jakob Oetama meninggal dunia hari ini dan akan dimakamkan besok, Kamis (10/9/2020) di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang: Jual Daging Sapi Mahal Enggak Laku, Kalau Murah Kami Rugi

Pedagang: Jual Daging Sapi Mahal Enggak Laku, Kalau Murah Kami Rugi

Megapolitan
Alat PCR Rusak, Sampel Swab Pasien Covid-19 di Tangsel Dikirim ke Laboratorium Lain

Alat PCR Rusak, Sampel Swab Pasien Covid-19 di Tangsel Dikirim ke Laboratorium Lain

Megapolitan
Alat PCR Rusak, Labkesda Tangsel Tak Terima Sampel Terkait Covid-19 Mulai Hari Ini

Alat PCR Rusak, Labkesda Tangsel Tak Terima Sampel Terkait Covid-19 Mulai Hari Ini

Megapolitan
Satgas Covid-19 IDI: Menambah RS Covid-19 Tidak Menyelesaikan Masalah

Satgas Covid-19 IDI: Menambah RS Covid-19 Tidak Menyelesaikan Masalah

Megapolitan
Kisah Penyintas Bom Thamrin: Berjuang Setelah Kehilangan Pekerjaan dan Masih Trauma

Kisah Penyintas Bom Thamrin: Berjuang Setelah Kehilangan Pekerjaan dan Masih Trauma

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok Massal, Los di Pasar Kranji Bekasi Kosong

Pedagang Daging Sapi Mogok Massal, Los di Pasar Kranji Bekasi Kosong

Megapolitan
Jawaban Basarnas Soal Heboh Tanda SOS di Pulau Laki

Jawaban Basarnas Soal Heboh Tanda SOS di Pulau Laki

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso Harus Siapkan Dokumen Ini

Pasien Covid-19 yang Dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso Harus Siapkan Dokumen Ini

Megapolitan
Aksi Pelecehan Seksual di Kompleks Perumahan Isa Bajaj, Ada yang Pamer Alat Vital hingga Begal Payudara

Aksi Pelecehan Seksual di Kompleks Perumahan Isa Bajaj, Ada yang Pamer Alat Vital hingga Begal Payudara

Megapolitan
Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di RS Fatmawati Hampir 100 Persen Terisi

Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di RS Fatmawati Hampir 100 Persen Terisi

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Barat Melonjak Dua Kali Lipat 2 Pekan Terakhir

Kasus Covid-19 di Jakarta Barat Melonjak Dua Kali Lipat 2 Pekan Terakhir

Megapolitan
Menanti Gebrakan Pemerintah Pusat di Tengah Kolapsnya RS Covid-19 di Jabodetabek

Menanti Gebrakan Pemerintah Pusat di Tengah Kolapsnya RS Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Pasien Antre, RSPI Sulianti Saroso Tambah Ruang Perawatan Pasien Covid-19

Pasien Antre, RSPI Sulianti Saroso Tambah Ruang Perawatan Pasien Covid-19

Megapolitan
Update 20 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.651 Pasien Covid-19

Update 20 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.651 Pasien Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, RS di Kota Bogor Kekurangan Ventilator

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, RS di Kota Bogor Kekurangan Ventilator

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X