Kompas.com - 10/09/2020, 05:56 WIB
Mohammad Idris dan Pradi Supriatna KOMPAS.com/ CYNTHIA LOVA/VITORIO MANTALEANMohammad Idris dan Pradi Supriatna


DEPOK, KOMPAS.com - Pilkada Depok 2020 akhirnya mengerucut menjadi dua kubu saja setelah pendaftaran bakal pasangan calon ke KPU ditutup, Minggu (6/9/2020).

Uniknya, kedua kandidat adalah petahana yang memilih "pisah ranjang" dan beralih head to head pada Pilkada Depok 9 Desember 2020 mendatang.

Wali Kota Depok Mohammad Idris, kalangan nonpartai yang dekat dengan PKS, bakal berupaya menyongsong periode kedua kekuasaannya.

Ia akan berduet dengan kader PKS, Imam Budi Hartono yang telah dua periode duduk di DPRD Jawa Barat.

Sementara itu, Pradi Supriatna, wakil wali kota saat ini sekaligus Ketua DPC Gerindra Depok, akan berusaha mendepak Idris lewat pilkada.

Ia akan berpasangan dengan Afifah Alia, kader perempuan PDI-P yang gagal lolos ke Senayan pada Pileg 2019 lalu.

Baca juga: Ini Komentar Idris dan Pradi soal Pecah Kongsi di Pilkada Depok 2020

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kini, kedua kandidat yang masa jabatannya belum selesai itu justru saling umbar janji kampanye untuk memikat pemilih.

Idris-IBH: Depok Maju, Berbudaya, Sejahtera

Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono menawarkan sejumlah program sebagai janji kampanye jika kelak terpilih.

Program serta janji kampanye tersebut sudah resmi diumumkan KPU kepada publik melalui laman ini.

Dikutip dari laman resmi KPU, lembar visi dan misi serta program janji kampanye Idris-IBH hanya dua halaman panjangnya.

Program janji kampanye Idris-IBH disusun dalam 10 poin. Beberapa di antaranya yang jadi sorotan ialah dana kelurahan, masing-masing sebesar Rp 5 miliar serta mencetak sedikitnya 5.000 pengusaha dan start-up baru.

Baca juga: Janji Idris-IBH di Pilkada Depok: Kelurahan Dapat Rp 5 Miliar, Cetak 5.000 Start-up

Berikut 10 janji kampanye Idris-IBH di Pilkada Depok:

1. Dana Rp 5 miliar per kelurahan

2. 5.000 pengusaha/start-up baru dan 1.000 perempuan pengusaha

3. Insentif guru honorer dan guru swasta

4. Alun-alun dan taman hutan kota di wilayah barat

5. Insentif pembimbing rohani

6. Insentif RT, RW, LPM

7. Pusat olahraga dan UMKM

8. WiFi gratis untuk masyarakat

9. Sekolah/madrasah negeri per kecamatan

10. Posyandu/posbindu di setiap RW

Pradi-Afifah: Depok Mengayomi Semua

Lembar visi, misi, dan program Pradi-Afifah jauh lebih tebal dan rinci ketimbang Idris-IBH. Mereka memuat penjabaran detail dari misi yang disampaikan.

Misi dan arah strategi kebijakan tersebut sudah resmi diumumkan KPU kepada publik melalui laman ini

Seperti lawannya, Pradi-Afifah juga memaparkan 10 program unggulan jika kelak terpilih sebagai wali kota dan wakil wali kota.

Baca juga: Pilkada Depok: Pradi-Afifah Bawa Slogan Depok Mengayomi Semua

Beberapa yang jadi sorotan ialah visum gratis untuk korban kekerasan dan berobat gratis menggunakan KTP serta penyediaan kawasan bersepeda.

Berikut 10 program unggulan Pradi-Afifah di Pilkada Depok:

1. Visum gratis untuk anak dan perempuan korban kekerasan

2. Berobat gratis menggunakan KTP Depok

3. Peningkatan pemberdayaan partisipasi masyarakat dalam pembangunan melalui pemberian apresiasi dan insentif bagi ketua RT, RW, Linmas, kader posyandu, marbot masjid, dan kelompok lain

4. Pembukaan peluang 100.000 tenaga kerja baru melalui peningkatan kompetensi, pengembangan usaha baru, dan penyelenggaraan bursa tenaga kerja

5. Pengelolaan TPU dengan standar pemakaman untuk menjamin ketersediaan dan keasrian sehingga dapat berfungsi sebagai ruang terbuka hijau

6. Pengelolaan car free day di beberapa titik wilayah yang berkontribusi terhadap promosi ekonomi kreatif dan pembangunan berkelanjutan

7. Pengembangan kawasan ramah bersepeda dan penataan serta pengembangan pedestrian yang ramah pejalan kaki

8. Pengembangan sistem layanan sosial terpadu (pendidikan, kesehatan, dan penyandang masalah kesejahteraan sosial)

9. Peningkatan kapasitas lembaga kursus dan pelatihan yang menghasilkan lulusan tersertifikasi

10. Pemberian beasiswa berbasis prestasi akademik, minat atau bakat, dan tahfiz Alquran.

Konfigurasi dukungan

Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono diusung oleh PKS berbekal 12 kursi di parlemen, ditambah Demokrat dengan 3 kursi dan PPP dengan 2 kursi. Total, mereka didukung 17 kursi di parlemen.

Sementara itu, Pradi Supriatna dan Afifah Alia diusung Gerindra dan PDI-P ditambah dengan dukungan Golkar, PKB, PAN, dan PSI dengan total dukungan 33 kursi di DPRD.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Megapolitan
Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Megapolitan
Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Megapolitan
59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Megapolitan
Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Megapolitan
Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Megapolitan
Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Megapolitan
Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Megapolitan
Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Megapolitan
Toko PS Store di Condet Terbakar

Toko PS Store di Condet Terbakar

Megapolitan
Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Megapolitan
Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Megapolitan
Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.