Sofjan Wanandi Kenang Jakob Oetama: Saya Dianggap Adiknya

Kompas.com - 10/09/2020, 13:37 WIB
Pengusaha yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sofjan Wanandi, saat ditemui di Jakarta, Jumat (14/8/2015). KOMPAS / AGUS SUSANTOPengusaha yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sofjan Wanandi, saat ditemui di Jakarta, Jumat (14/8/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tokoh pers dan pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama meninggal dunia di usia 88 tahun.

Kepergiannya meninggalkan duka bagi kolega maupun teman dekatnya di dunia jurnalistik maupun bisnis.

Salah satu sosok yang merasakan kesedihan adalah Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Sofjan Wanandi.

Baca juga: Putra Jakob Oetama: Biarlah Semua Ucapan, Tulisan, Nasihat Bapak Jadi Warisan, Spirit dan Roh Kehidupan Selanjutnya

Sofjan mengaku kehilangan sosok yang sederhana dan sudah dianggapnya seperti kakak sendiri.

"Orangnya sangat sederhana, terakhir hubungan sama saya, saya dianggap adiknya. Karena saya sangat dekat sekali dengan dirinya. Saya juga selalu diajak ke ruangan pemimpin redaksi (Kompas Gramedia) untuk menjalankan diskusi," kata Sofjan saat ditemui usai pemakaman Jakob Oetama di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Sofjan menjelaskan, mereka biasanya membahas masalah ekonomi, politik, dan sosial di negeri ini.

Salah satu nasihat yang didapat dari hasil diskusi dengan Jakob Oetama adalah Indonesia harus terus bersatu, jangan terpecah belah.

"Jadi itu nasihat yang telah diberikan darinya kepada saya dan banyak orang, kita harus bersatu meski ada perbedaan saat Pemilu. Apapun yang terjadi nomor pertama adalah kepentingan nasional untuk bangsa ini," jelas dia.

Sofjan mengaku telah bersahabat karib dengan Jakob Oetama selama setengah abad. Meski Jakob Oetama memiliki banyak harta, tapi dia tidak mau dianggap kaya.

Apalagi, lanjut dia, dengan beberapa usaha yang dijalani, Jakob Oetama tidak mau memimpin usahanya secara kasar melainkan dengan cara halus dan kekeluargaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terus Melonjak, Depok Catat 2.093 Warga Masih Positif Covid-19

Terus Melonjak, Depok Catat 2.093 Warga Masih Positif Covid-19

Megapolitan
Kontroversi Seputar Tes Swab Covid-19 Rizieq Shihab

Kontroversi Seputar Tes Swab Covid-19 Rizieq Shihab

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK]: Tersangkut Kerumunan Massa Rizieq, 2 Pejabat DKI Dicopot| Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

[POPULER JABODETABEK]: Tersangkut Kerumunan Massa Rizieq, 2 Pejabat DKI Dicopot| Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
BMKG: Jakarta Hari Ini Dipreksi Hujan Seharian

BMKG: Jakarta Hari Ini Dipreksi Hujan Seharian

Megapolitan
Kasus Tes Swab Rizieq Shihab, RS Ummi Akui Ada Kelemahan di Sistem Internal dan Meminta Maaf

Kasus Tes Swab Rizieq Shihab, RS Ummi Akui Ada Kelemahan di Sistem Internal dan Meminta Maaf

Megapolitan
FPI Terima Surat Panggilan Polisi, Akankah Rizieq Shihab Datang?

FPI Terima Surat Panggilan Polisi, Akankah Rizieq Shihab Datang?

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak, Diduga Imbas Kerumunan

Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak, Diduga Imbas Kerumunan

Megapolitan
Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Megapolitan
UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

Megapolitan
Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Megapolitan
Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X