Berlakukan PSBB Total, Pemprov DKI Diminta Tegas Terapkan Denda bagi Pelanggar

Kompas.com - 10/09/2020, 18:04 WIB
Warga yang tidak pakai masker masuk peti mati di kawasan Kalisari, Jakarta Timur, Kamis (3/9/2020) Dok Pemprov DKI JakartaWarga yang tidak pakai masker masuk peti mati di kawasan Kalisari, Jakarta Timur, Kamis (3/9/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta tegas memberikan sanksi denda administratif bagi pelanggar protokol kesehatan saat terapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Ahli Epidemiologi Syahrizal Syarif menjelaskan bahwa sanksi sosial yang selama ini diberikan dinilai tidak efektif untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

"Enggak benar itu, enggak berefek. DKI harus tegas, misalnya denda Rp 250.000 ya kenakan. Kalau perlu bisa naikin ke Rp 500.000, misalnya Rp 250.000 tetap melanggar," ujarnya ketika dihubungi, Kamis (10/9/2020).

Baca juga: Kritik Pengawasan Lemah Pemprov DKI hingga PSBB Total Berlaku Lagi, Asphija: Kami Kena Imbasnya

"Saya enggak begitu setuju sanksi sosial PSBB seperti itu. Kita dalam situasi darurat, jelas ancamannya," sambungnya.

Menurut dia, pemberian sanksi sosial kepada pelanggar protokol kesehatan seakan menunjukkan bahwa Pemprov DKI Jakarta masih main-main dalam menegakan aturan PSBB.

Padahal, kata Syafrizal, peningkatan kasus Covid-19 di wilayah DKI Jakarta saat ini mengkhawatirkan dan semakin tidak terkendali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dalam situasi seperti ini masa kita masih main-main sanksinya. Main-mainnya, pelanggar masih disuruh nyanyi lagu kebangsaan, disuruh lari, disuruh cat trotoar. Itu omong kosong," kata dia.

Syafrizal berpandangan, peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan seperti halnya penggunaan masker, menjadi faktor penting untuk menekan penyebaran Covid-19.

Dengan begitu, perlu ada ketegasan dalam menindak pelanggar protokol kesehatan agar PSBB yang diterapkan bisa memberikan dampak yang signifikan pada penurunan angka kasus Covid-19.

"Kenapa, karena ketika kita melakukan PSSB yang lalu juga dampaknya tidak begitu terlihat ke penurunan kasus. Sedikit sekali dampaknya," kata dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lemas Tak Bisa Turun dari Lantai 2 Rumah, Warga Sakit di Johar Baru Minta Dievakuasi Petugas Damkar

Lemas Tak Bisa Turun dari Lantai 2 Rumah, Warga Sakit di Johar Baru Minta Dievakuasi Petugas Damkar

Megapolitan
Tinjau PTM di SDN Pasar Baru 1, Wali Kota Tangerang Ingatkan soal Prokes ke Murid

Tinjau PTM di SDN Pasar Baru 1, Wali Kota Tangerang Ingatkan soal Prokes ke Murid

Megapolitan
Berenang Tengah Malam, Seorang Warga Hilang di Kanal Banjir Barat

Berenang Tengah Malam, Seorang Warga Hilang di Kanal Banjir Barat

Megapolitan
Mempertanyakan Nasib Program OK OCE di Tangan Anies, Benarkah Sudah Melampaui Target?

Mempertanyakan Nasib Program OK OCE di Tangan Anies, Benarkah Sudah Melampaui Target?

Megapolitan
Tragedi Rumah Ambruk di Kalideres, Remaja Cari Jasad Ibu dan Adiknya yang Berpelukan Tertimpa Reruntuhan

Tragedi Rumah Ambruk di Kalideres, Remaja Cari Jasad Ibu dan Adiknya yang Berpelukan Tertimpa Reruntuhan

Megapolitan
Bocah Hanyut di Kali Angke Serpong Belum Ditemukan, Tim SAR Tekendala Banyaknya Tumpukan Sampah

Bocah Hanyut di Kali Angke Serpong Belum Ditemukan, Tim SAR Tekendala Banyaknya Tumpukan Sampah

Megapolitan
Kabel Menjuntai di Tengah Jalan Fatmawati, Bikin Kaget Pengendara yang Tak Sengaja Menabrak

Kabel Menjuntai di Tengah Jalan Fatmawati, Bikin Kaget Pengendara yang Tak Sengaja Menabrak

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan UMKM untuk Tampil Saat Gelaran Formula E 2022

Pemprov DKI Siapkan UMKM untuk Tampil Saat Gelaran Formula E 2022

Megapolitan
Dalam Satu Jam, Polisi Tilang 9 Mobil Pelanggar Ganjil Genap di Jalan RS Fatmawati

Dalam Satu Jam, Polisi Tilang 9 Mobil Pelanggar Ganjil Genap di Jalan RS Fatmawati

Megapolitan
Hari Ini, Rachel Vennya Diperiksa Polisi Terkait Mobil Bernopol RFS

Hari Ini, Rachel Vennya Diperiksa Polisi Terkait Mobil Bernopol RFS

Megapolitan
Pelaku Eksibisionis di Jalan Sudirman Ditangkap, Polisi: Dia Tidak Tahu Aksinya Viral

Pelaku Eksibisionis di Jalan Sudirman Ditangkap, Polisi: Dia Tidak Tahu Aksinya Viral

Megapolitan
Hari Pertama Ganjil Genap, Banyak Mobil Berpelat Genap Lintasi Jalan Fatmawati

Hari Pertama Ganjil Genap, Banyak Mobil Berpelat Genap Lintasi Jalan Fatmawati

Megapolitan
UPDATE 24 Oktober: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 35 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 24 Oktober: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 35 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Daftar Titik Ganjil Genap di Jaksel, Berlaku Senin-Jumat pada Pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00 WIB

Daftar Titik Ganjil Genap di Jaksel, Berlaku Senin-Jumat pada Pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00 WIB

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Satu di Depok Capai 70 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Satu di Depok Capai 70 Persen dari Target

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.