Perjalanan Aturan Ganjil Genap, Pro Kontra hingga Rencana Ditiadakan Saat Pemberlakuan PSBB

Kompas.com - 11/09/2020, 07:12 WIB
Anggota Polisi wanita (Polwan) membagikan masker pada pengendara mobil saat sosialisasi pemberlakuan kembali ganjil genap di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (2/8/2020). Pemprov DKI Jakarta menerapkan kembali aturan ganjil genap bagi kendaraan roda empat saat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi mulai Senin (3/8/2020) di 25 ruas jalan Ibu Kota. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATAnggota Polisi wanita (Polwan) membagikan masker pada pengendara mobil saat sosialisasi pemberlakuan kembali ganjil genap di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (2/8/2020). Pemprov DKI Jakarta menerapkan kembali aturan ganjil genap bagi kendaraan roda empat saat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi mulai Senin (3/8/2020) di 25 ruas jalan Ibu Kota.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor ganjil dan genap di Jakarta akan ditiadakan mulai Senin (14/9/2020) pekan depan.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah menghadiri acara pembagian masker di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2020).

Anies menyampaikan, penghapusan aturan ganjil genap akan dilakukan bersamaan dengan penerapan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti awal munculnya pandemi Covid-19.

"Ganjil genap akan ditiadakan mulai tanggal 14 September," kata Anies.

Baca juga: PSBB Jakarta Kembali Diterapkan, Ganjil Genap Ditiadakan Mulai 14 September 2020

Sebelum resmi ditiadakan, aturan ganjil genap sempat menimbulkan pro kontra di kalangan pemangku kebijakan.

Aturan tersebut dikritik oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 karena dinilai tak mampu menekan angka penyebaran Covid-19 di Ibu Kota.

Di sisi lain, Pemprov DKI mengklaim tujuan awal pemberlakuan aturan ganjil genap adalah membatasi mobilitas warga. Hasilnya pun dianggap sejalan dengan tujuan awal tersebut.

Kompas.com merangkum perjalanan aturan sistem ganjil genap sejak kembali diberlakukan hingga rencana ditiadakan oleh Pemprov DKI.

Diberlakukan Agustus 2020

Aturan ganjil genap di 25 ruas jalan DKI kembali diberlakukan pada 3 Agustus 2020 lalu. Meskipun demikian, tilang pelanggaran ganjil genap baru diberlakukan pada 6 Agustus.

Alasannya adalah polisi dan Dishub DKI membutuhkan waktu untuk mensosialisasikan aturan ganjil genap pada pengguna kendaraan bermotor di Ibu Kota. Awalnya, sistem ganjil genap ditiadakan mulai Maret 2020 akibat pandemi Covid-19.

Aturan ganjil genap kemudian diberlakukan pada Senin-Jumat saja, tetapi tidak berlaku pada hari Sabtu, Minggu, serta hari libur nasional.

Baca juga: Hari Pertama Penerapan Sanksi Ganjil Genap, 1.062 Mobil Ditilang

Aturan tersebut berlaku untuk kendaraan roda empat pada jam tertentu yakni pukul 06.00-10.00 WIB dan sore pukul 16.00-21.00 WIB.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyerangan di Jagakarsa, Satu Warga Derita Luka Bacok pada Bagian Lengan

Penyerangan di Jagakarsa, Satu Warga Derita Luka Bacok pada Bagian Lengan

Megapolitan
Kepala Korlantas Persilakan Mudik di Waktu Berikut: 'Kita Perlancar!'

Kepala Korlantas Persilakan Mudik di Waktu Berikut: "Kita Perlancar!"

Megapolitan
Avanza Tabrak Ambulans di Gunung Sahari Jakpus, Pesepeda Jadi Korban

Avanza Tabrak Ambulans di Gunung Sahari Jakpus, Pesepeda Jadi Korban

Megapolitan
UPDATE 15 April: Depok Catat 324 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi dalam Sebulan Terakhir

UPDATE 15 April: Depok Catat 324 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi dalam Sebulan Terakhir

Megapolitan
UPDATE 15 April: 109 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jumlah Pasien 536 Orang

UPDATE 15 April: 109 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jumlah Pasien 536 Orang

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bodebek Hujan hingga Malam

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bodebek Hujan hingga Malam

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Rizieq Shihab Sesalkan Sikap Bima Arya | Prada Ilham Dituntut 1,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI

[POPULER JABODETABEK] Rizieq Shihab Sesalkan Sikap Bima Arya | Prada Ilham Dituntut 1,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 16 April 2021

Megapolitan
Catat, Cara Dapat Jasa Derek Mobil Resmi di Jalan Tol Gratis dan Berbayar Berikut Tarifnya

Catat, Cara Dapat Jasa Derek Mobil Resmi di Jalan Tol Gratis dan Berbayar Berikut Tarifnya

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 16 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 16 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 16 April 2020

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 16 April 2020

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok, 16 April 2021

Megapolitan
Terjaring Razia, 10 Pengendara Motor Wajib Ganti Knalpot Bising dengan Knalpot Standar

Terjaring Razia, 10 Pengendara Motor Wajib Ganti Knalpot Bising dengan Knalpot Standar

Megapolitan
Pemkot Bogor Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 Selama Puasa

Pemkot Bogor Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 Selama Puasa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X