Jumlah Pasien Covid-19 Terus Melonjak, RSUD Depok Hampir Penuh

Kompas.com - 12/09/2020, 05:44 WIB
Direktur RSUD Depok, Jawa Barat, Devi Maryori ditemui wartawan di RSUD Depok, Selasa (3/3/2020) malam. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANDirektur RSUD Depok, Jawa Barat, Devi Maryori ditemui wartawan di RSUD Depok, Selasa (3/3/2020) malam.

DEPOK, KOMPAS.com - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Devi Maryori mengonfirmasi bahwa ketersediaan tempat tidur khusus pasien Covid-19 di RSUD Depok semakin langka.

Hingga saat ini, lanjutnya, ada 55 tempat tidur khusus untuk pasien positif Covid-19, termasuk di dalamnya 2 ICU dan 2 HCU.

"55 tempat tidur sudah terisi semua, termasuk perawatan (ICU dan HCU), ini 3 hari yang lalu," ungkap Devi ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (11/9/2020).

"Sementara iya (ketersediaan ranjang untuk pasien Covid-19 sudah full). Belakangan ini memang cenderung hampir penuh," tambahnya mengenai tren keterisian RSUD Depok oleh pasien positif Covid-19.

Baca juga: Jakarta Bakal PSBB Total, Bagaimana dengan Bogor, Depok, dan Bekasi?

Devi menambahkan, pihaknya mulai merasakan lonjakan pasien positif Covid-19 yang dirujuk ke RSUD Depok sejak sebulan terakhir.

Kondisi ini selaras dengan tren temuan kasus Covid-19 di Depok yang melonjak pesat sejak awal Agustus lalu.

Jumlah pasien Covid-19 yang dirujuk ke RSUD Depok variatif. Namun, tak sekali dua kali jumlahnya tiba-tiba banyak karena kedatangan klaster keluarga.

Di sisi lain, sebagian pasien positif Covid-19 yang dirujuk ke RSUD Depok disebut mengalami gejala klinis sedang hingga berat, sehingga agak lama dirawat di rumah sakit.

"Memang kecenderungannya akhir-akhir ini, kira-kira sebulan atau 3 minggu terakhir ini, memang pasien itu jumlah yang pengawasan itu lebih banyak daripada yang sudah-sudah. Ketika banyak pasien yang membutuhkan pengawasan, kami tidak bisa pulangkan, kami tahan sampai pengawasan selesai," ujar Devi.

Baca juga: Sempat Diisolasi di RS, Istri Wali Kota Depok Sembuh dari Covid-19

"Dulu tenang-tenang saja, paling 1-2 pasien yang datang dalam kondisi kurang bagus. Kalau sekarang itu, kami sudah rawat baik-baik, tiba-tiba dia ada penurunan, sampai akhirnya dirawat di ICU," tuturnya.

Menanggapi kondisi ini, Devi mengaku tengah menjadwalkan penambahan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di RSUD Depok.

Pihaknya juga berencana menambah jumlah ICU, namun masih terkendala ketersediaan perawat khusus pasien Covid-19 di ICU yang harus punya kompetensi khusus.

Jumlah pasien Covid-19 di Depok melonjak pesat dari 202 pasien pada 31 Juli 2020, menjadi 792 pasien hingga data diperbarui kemarin.

Angka ini mengkhawatirkan karena berdampak pada beban yang semakin berat diterima oleh rumah-rumah sakit di Depok.

Sebelumnya, RS Universitas Indonesia sudah menyampaikan bahwa manajemen rumah sakit terpaksa menyeleksi pasien yang dirujuk ke sana, dengan mempertimbangkan gejala klinis masing-masing pasien.

Pasalnya, tempat tidur isolasi Covid-19 yang tersisa di RS Universitas Indonesia kini tak sampai 20 persen, sedangkan 90 persen ICU serta HCU juga telah terisi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Upaya Pemkot Tangsel agar Lepas dari Ancaman Kolapsnya RS Covid-19

Upaya Pemkot Tangsel agar Lepas dari Ancaman Kolapsnya RS Covid-19

Megapolitan
Kerumunan Klub Motor di Flyover Rasuna Said Sempat Tutup Dua Lajur Jalan

Kerumunan Klub Motor di Flyover Rasuna Said Sempat Tutup Dua Lajur Jalan

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat di DKI, Ombudsman: Terlalu Dini Menilai Efektivitas Perda Covid-19

Kasus Covid-19 Meningkat di DKI, Ombudsman: Terlalu Dini Menilai Efektivitas Perda Covid-19

Megapolitan
BMKG: Hujan Ringan di Sebagian Wilayah Jabodetabek pada Minggu Pagi

BMKG: Hujan Ringan di Sebagian Wilayah Jabodetabek pada Minggu Pagi

Megapolitan
Kerumunan di Flyover Rasuna Said, Polisi Amankan Sejumlah Motor, termasuk Vespa Gembel

Kerumunan di Flyover Rasuna Said, Polisi Amankan Sejumlah Motor, termasuk Vespa Gembel

Megapolitan
Kerumunan di Flyover Rasuna Said Dibubarkan Polisi, Pengendara Motor Kocar-kacir

Kerumunan di Flyover Rasuna Said Dibubarkan Polisi, Pengendara Motor Kocar-kacir

Megapolitan
Polsek Tanjung Priok Tangkap Empat Orang Spesialis Curanmor

Polsek Tanjung Priok Tangkap Empat Orang Spesialis Curanmor

Megapolitan
UPDATE 23 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5.000 Orang

UPDATE 23 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5.000 Orang

Megapolitan
Polres Jakarta Barat Tangkap Kurir Sabu-sabu di Penjaringan

Polres Jakarta Barat Tangkap Kurir Sabu-sabu di Penjaringan

Megapolitan
UPDATE 23 Januari: Ada 3.285 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

UPDATE 23 Januari: Ada 3.285 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Sampah Membentang di Samping Pintu Tol JORR Kota Bekasi, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Sampah Membentang di Samping Pintu Tol JORR Kota Bekasi, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Megapolitan
Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Megapolitan
Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

Megapolitan
Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X