Kompas.com - 12/09/2020, 13:48 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau lokasi pusat isolasi Covid-19 di kawasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, Senin (7/9/2020). KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau lokasi pusat isolasi Covid-19 di kawasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, Senin (7/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya melakukan pencegahan penularan Covid-19 dengan berbagai cara.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, salah satu yang kian digencarkan dengan menerapkan protokol kesehatan baik menggunakan masker, mencuci tangan hingga menjaga jarak.

Namun, kampanye protokol melalui peran ketohohan kepada masyarakat juga harus dilakukan dengan gencar. Karena peran mereka dinilai sangat dipercaya masyarakat saat ini.

"Sedikit data menunjukan yang paling dipercaya oleh warga kalau berbicara Covid, nomor satu adalah dokter, kedua tokoh agama, pejabat dan seleberiti," kata Bima Arya dalam diskusi Smart FM bertema 'PSBB Lagi?' yang dilakukan secara daring, Sabtu (12/9/2020).

Baca juga: Aturan Belum Jelas, Bima Arya Pertanyakan SIKM Jakarta jika PSBB Total Diterapkan

Oleh karena itu, kata Bima, Pemkot Bogor sendiri telah melakukan upaya dengan merangkul dokter hingga selebriti untuk mengkampanyekan mengenai protokol kesehatan.

Mereka diminta bergerak secara masif ke semua kalangan masyarakat dengan strategi masing-masing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bergerak masif ke semua kanal dengan narasi masing- masing dan ini yang akhir-akhir ini kita fokuskan di kota Bogor. Karena ini edukasi ini penting. Karena apapun langkah kita orang tidak akan nurut. Edukasi dan poin pertama," kata Bima.

Bima menilai, penerpan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total juga harus dilakukan kajian secara matang mengingat dampak ekonomi sangat dirasakan oleh masyarakat.

"Kesiapan untuk lockdown berbeda dibanding lima atau enam bulan lalu. Presiden sampaikan utamakan kesehatan dan kita lockdown semua, luar biasa. Tapi hari ini berbeda. Ketika harus lockdown itungan berbeda. Data-data ekonomi di bawah sangat mengerikan," kata dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Tambah Luas Lahan TPST Bantargebang 7,5 Hektare

Pemprov DKI Tambah Luas Lahan TPST Bantargebang 7,5 Hektare

Megapolitan
Depok Akan Terapkan Ganjil-genap di Jalan Margonda

Depok Akan Terapkan Ganjil-genap di Jalan Margonda

Megapolitan
Cara Akses Sertifikat Vaksinasi Covid-19 yang Tak Kunjung Keluar

Cara Akses Sertifikat Vaksinasi Covid-19 yang Tak Kunjung Keluar

Megapolitan
Meski Belum Diizinkan, Pemkot Bekasi Siap-siap Buka Mal untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Meski Belum Diizinkan, Pemkot Bekasi Siap-siap Buka Mal untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Megapolitan
PPKM Level 3 di Tangsel Diperpanjang 2 Pekan, Aturan Tak Berubah

PPKM Level 3 di Tangsel Diperpanjang 2 Pekan, Aturan Tak Berubah

Megapolitan
Langgar Jam Operasional dan Prokes, Bar di Tebet Diberi Garis Polisi

Langgar Jam Operasional dan Prokes, Bar di Tebet Diberi Garis Polisi

Megapolitan
Perpanjangan Kontrak TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Masih Dinegosiasikan

Perpanjangan Kontrak TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Masih Dinegosiasikan

Megapolitan
4.400 PKL di Jakbar Akan Terima Bantuan, Tiap Orang Dapat Rp 1,2 Juta

4.400 PKL di Jakbar Akan Terima Bantuan, Tiap Orang Dapat Rp 1,2 Juta

Megapolitan
PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 3

PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 3

Megapolitan
Mobil Mercy Terbakar Saat Terparkir di Garasi Bengkel di Duren Sawit

Mobil Mercy Terbakar Saat Terparkir di Garasi Bengkel di Duren Sawit

Megapolitan
Penjambret Beraksi di Serua Ciputat, Rampas Kalung Perempuan yang Belanja Sayur

Penjambret Beraksi di Serua Ciputat, Rampas Kalung Perempuan yang Belanja Sayur

Megapolitan
Dua Pria Disekap dan Dianiaya di Sebuah Rumah di Duren Sawit

Dua Pria Disekap dan Dianiaya di Sebuah Rumah di Duren Sawit

Megapolitan
Kemenkumham Masih Tunggu Surat Penetapan Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Kemenkumham Masih Tunggu Surat Penetapan Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Megapolitan
Saat Anies Habiskan Ratusan Juta Rupiah untuk Tugu yang Ujung-ujungnya Dibongkar...

Saat Anies Habiskan Ratusan Juta Rupiah untuk Tugu yang Ujung-ujungnya Dibongkar...

Megapolitan
Sejumlah Warga di Pademangan Barat Keluhkan Air Keruh dan Berbau, Mandi Harus Beli Galon Isi Ulang

Sejumlah Warga di Pademangan Barat Keluhkan Air Keruh dan Berbau, Mandi Harus Beli Galon Isi Ulang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.