PSBB Diterapkan Hari Ini, Penumpang Mobil Dibatasi kecuali jika Berdomisili Sama

Kompas.com - 14/09/2020, 06:05 WIB
Sebuah mobil pribadi dengan plat nomor ganjil melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Ambon, Rabu (8/7/2020) meski pemerintah Kota Ambon telah memberlakukan sitem ganjil genap KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSebuah mobil pribadi dengan plat nomor ganjil melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Ambon, Rabu (8/7/2020) meski pemerintah Kota Ambon telah memberlakukan sitem ganjil genap
Penulis Cynthia Lova
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta membatasi jumlah penumpang mobil pribadi selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total di Jakarta mulai Senin (14/9/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, jumlah penumpang kendaraan mobil dibatasi paling banyak untuk dua orang per baris kursi.

Namun, hal itu dikecualikan bagi penumpang yang domisilinya sama.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 Tentang Pelaksaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019.

Baca juga: PSBB di Jakarta, Rem Darurat akibat Lonjakan Kasus Covid-19 Sejak September...

“Membatasi kapasitas angkut mobil penumpang perorangan paling banyak untuk dua orang per baris kursi, kecuali dengan penumpang yang berdomisili sama,” kata Anies dalam Pergubnya.

Anies juga menyampaikan bahwa selama PSBB total diberlakukan, mobil hanya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pokok atau aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, ia juga mewajibkan seluruh penumpang kendaraan mobil untuk memakai masker.

Ia juga minta masyarakat yang suhu badannya di atas normal untuk tidak berkendara.

“Melakukan disinfeksi kendaraan setelah selesai digunakan,” tutur dia.

Baca juga: PSBB di DKI Fokus Hentikan Klaster Covid-19 Perkantoran

PSBB Total akan kembali diterapkan mulai Senin besok hingga 14 hari ke depan atau sampai 25 September 2020.

Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan sejumlah faktor, di antaranya ketersediaan tempat tidur rumah sakit yang hampir penuh, tren kasus aktif di yang kembali meningkat, dan angka pemakaman berdasarkan protap Covid-19 yang juga ikut meningkat.

PSBB total diterapkan untuk mengendalikan penyebaran virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) penyebab Covid-19.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

25 Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan di TPU Jombang Tangsel Hari Ini, Terbanyak Selama Pandemi

25 Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan di TPU Jombang Tangsel Hari Ini, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
Pasien Covid-19 Makin Banyak, Epidemiolog Sarankan Pemda Buka Selter Isolasi

Pasien Covid-19 Makin Banyak, Epidemiolog Sarankan Pemda Buka Selter Isolasi

Megapolitan
Kasus Truk Diserbu Rombongan Pengiring Jenazah, Bagaimana Aturan di Jalan?

Kasus Truk Diserbu Rombongan Pengiring Jenazah, Bagaimana Aturan di Jalan?

Megapolitan
BOR di Kota Bogor Capai 77,6 Persen, Bima Arya Minta RS Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

BOR di Kota Bogor Capai 77,6 Persen, Bima Arya Minta RS Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

Megapolitan
Sesosok Mayat Ditemukan Mengapung di Sungai Ciliwung di Bukit Duri

Sesosok Mayat Ditemukan Mengapung di Sungai Ciliwung di Bukit Duri

Megapolitan
Percepat Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas, Pemkot Bogor Minta 50.000 Vial Vaksin Covid-19

Percepat Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas, Pemkot Bogor Minta 50.000 Vial Vaksin Covid-19

Megapolitan
Saksi: Teman Pelaku Penembakan di Taman Sari Merusak Gerobak dan Mobil Warga

Saksi: Teman Pelaku Penembakan di Taman Sari Merusak Gerobak dan Mobil Warga

Megapolitan
Covid-19 Kian Menggila, Apa Alasan Pemerintah Belum Ambil Opsi Lockdown Jakarta?

Covid-19 Kian Menggila, Apa Alasan Pemerintah Belum Ambil Opsi Lockdown Jakarta?

Megapolitan
22 Persen Kelurahan di Kota Tangerang Masuk Zona Merah Covid-19

22 Persen Kelurahan di Kota Tangerang Masuk Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Kesal Ditanyakan Kasus Korupsi KONI, Kadispora Tangsel Intimidasi Jurnalis di Gedung Kejaksaan

Kesal Ditanyakan Kasus Korupsi KONI, Kadispora Tangsel Intimidasi Jurnalis di Gedung Kejaksaan

Megapolitan
UPDATE 22 Juni: Tambah 87 Kasus Covid-19 di Tangsel, 600 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 22 Juni: Tambah 87 Kasus Covid-19 di Tangsel, 600 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Enesis Group Gelar Sentra Vaksinasi untuk Masyarakat DKI Jakarta

Enesis Group Gelar Sentra Vaksinasi untuk Masyarakat DKI Jakarta

Megapolitan
Kontroversi Anies-Sandiaga, Tutup Jalan Jatibaru demi PKL Tanah Abang

Kontroversi Anies-Sandiaga, Tutup Jalan Jatibaru demi PKL Tanah Abang

Megapolitan
IGD RS Fatmawati Hanya untuk Pasien Covid-19 Gejala Sedang, Berat, dan Kritis

IGD RS Fatmawati Hanya untuk Pasien Covid-19 Gejala Sedang, Berat, dan Kritis

Megapolitan
27 ASN Positif Covid-19, Balai Kota Bogor Ditutup Satu Pekan

27 ASN Positif Covid-19, Balai Kota Bogor Ditutup Satu Pekan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X