Kompas.com - 14/09/2020, 17:05 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat konferensi pers di Balai Kota Tangerang Selatan, Senin (24/8/2020) KOMPAS.com/Tria SutrisnaWali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat konferensi pers di Balai Kota Tangerang Selatan, Senin (24/8/2020)
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany akan berkoordinasi dengan Polisi dan Satpol PP untuk mencari titik-titik yang berpotensi jadi lokasi aksi balap lari liar.

"Nanti kami sidak, pasti kami cari titiknya. pertama (balap lari liar) bahaya, ngapain olahraga cari bahaya," ujar Airin dalam voice recording, Senin (14/9/2020).

Menurut Airin, balap lari liar kerap dilakukan di jalan raya dengan menutup jalur dapat membahayakan pengguna jalan.

Baca juga: Polres Tangsel Bakal Tindak Pelaku Balap Lari Liar

Apalagi kegiatan tersebut berlangsung pada masa pandemi Covid-19 yang berpotensi terjadinya penularan karena menimbulkan kerumunan.

"Sudah tahu penyakit Covid-19 berbahaya, ini malah cari bahaya lagi," kata dia.

Airin mengatakan, bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian guna mengantisipasi aksi balap liar tersebut kembali terjadi di wilayah Tangerang Selatan.

"Nanti kita saya diskusikan sama Kapolres. Beliau lebih paham mengenai hal tersebut," kata dia.

Sebelumnya, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan mengatakan, pihaknya akan menindak tegas warga yang masih kedapatan menggelar aksi balap liar dengan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Baca juga: Marak Balap Lari Liar, Polisi Gencarkan Patroli

Adapun sanksi tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

Dalam Pasal 12 Ayat 1 tertulis bahwa bahwa setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan.

Kemudian pada Pasal 63 beleid tersebut dijelaskan, pelanggar bisa dikenakan sanksi pidana hukuman penjara selama 18 bulan atau denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

"Ada Undang-Undang tentang jalan, bila menutup jalan raya," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Iman, mereka yang terlibat dalam aksi balap liar tersebut juga bisa ditindak dengan Peraturan Wali Kota tentang pembatasan sosial berskala besar (PSBB)

"Bisa juga Perwali PSBB karena ada larangan berkumpul saat pademi," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencuri di Supermarket dan Rumah di Tangsel Ditangkap, Salah Satunya Sudah 85 Kali Beraksi

Pencuri di Supermarket dan Rumah di Tangsel Ditangkap, Salah Satunya Sudah 85 Kali Beraksi

Megapolitan
Pemprov DKI dan APPBI Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi Pelaku UMKM

Pemprov DKI dan APPBI Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi Pelaku UMKM

Megapolitan
Kontrak MRT Fase 2A Senilai Rp 4,6 Triliun Diteken, Anies: Terima Kasih Presiden Jokowi

Kontrak MRT Fase 2A Senilai Rp 4,6 Triliun Diteken, Anies: Terima Kasih Presiden Jokowi

Megapolitan
Dianiaya Suami karena Tolak Pompa ASI, Ibu di Serpong Juga Dilarang Bertemu Anaknya

Dianiaya Suami karena Tolak Pompa ASI, Ibu di Serpong Juga Dilarang Bertemu Anaknya

Megapolitan
MRT Bundaran HI-Monas Ditargetkan Beroperasi April 2025, Lanjut Harmoni-Kota pada Agustus 2027

MRT Bundaran HI-Monas Ditargetkan Beroperasi April 2025, Lanjut Harmoni-Kota pada Agustus 2027

Megapolitan
Seorang Pria Tewas Ditusuk di Kalideres

Seorang Pria Tewas Ditusuk di Kalideres

Megapolitan
PPKM Diperpanjang, Wagub DKI: Tak Ada Perubahan Aturan Kecuali Jam Buka Restoran

PPKM Diperpanjang, Wagub DKI: Tak Ada Perubahan Aturan Kecuali Jam Buka Restoran

Megapolitan
Kebakaran di Toko Elektronik Pasar Minggu, Diduga karena Puntung Rokok

Kebakaran di Toko Elektronik Pasar Minggu, Diduga karena Puntung Rokok

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Tangerang Raya, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Tangerang Raya, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 21 April 2021

Megapolitan
Tak Mau Pompa ASI karena Kesakitan, Seorang Ibu Dianiaya Suaminya di Serpong

Tak Mau Pompa ASI karena Kesakitan, Seorang Ibu Dianiaya Suaminya di Serpong

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 21 April 2021

Megapolitan
10 Artis yang Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, dari Tio Pakusadewo hingga Rio Reifan

10 Artis yang Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, dari Tio Pakusadewo hingga Rio Reifan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X