Kota Tangerang Ingin Hapus Isolasi Mandiri, tapi Terkendala Fasilitas

Kompas.com - 14/09/2020, 17:42 WIB
Ilustrasi karantina virus corona, Covid-19 ShutterstockIlustrasi karantina virus corona, Covid-19

TANGERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang ingin menerapkan pelarangan isolasi mandiri di rumah untuk pasien Covid-19 seperti yang dilakukan DKI Jakarta.

Namun, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengakui bahwa Pemkot Tangerang masih minim fasilitas ruang isolasi.

Solusinya, kata Arief, pihaknya akan meminta pemerintah pusat agar membantu membiayai ongkos sewa hotel sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 seperti di DKI Jakarta.

"Pengin sih (melarang isolasi mandiri), makanya dapat berita pemerintah pusat mau meng-cover biaya hotel yang OTG (orang tanpa gejala), ini kita coba jajaki," ujar Arief saat dihubungi Kompas.com, Senin (14/9/2020).

Baca juga: Pemerintah Gandeng Jaringan Hotel Accor dan Tauzia Tampung Pasien Covid-19

Arief mengatakan, saat ini fasilitas untuk isolasi pasien Covid-19 sudah hampir penuh. Dia mengatakan bahwa tempat perawatan dan isolasi untuk pasien Covid-19 di Kota Tangerang sudah terisi 70 persen.

Selain berharap program pemerintah pusat terkait isolasi pasien Covid-19 berjalan di Kota Tangerang, Arief mengaku akan memberlakukan skema karantina setengah masa inkubasi virus corona agar pasien bisa beradaptasi dengan kebiasaan isolasi.

"Artinya mereka perlu beradaptasi dengan hal-hal yang mereka lakukan selama mereka terpapar," ujar dia.

Baca juga: Kasus Covid-19 Mencuat, RW 11 Kelurahan Palmerah Karantina Wilayah Mandiri

Arief khawatir apabila isolasi mandiri dilakukan di rumah dari awal, Pasien Covid-19 cenderung abai dan tidak mengerti apa yang harus dilakukan di masa isolasi.

"Jadi kalau 5-7 hari isolasi mandiri, baru bisa isolasi mandiri di rumah. Karena khawatir mereka yang positif langsung isolasi mandiri di rumah cuek-cuek aja," ujar Arief.

Data terbaru dari situs resmi pemerintahan Kota Tangerang, kasus Covid-19 terkonfirmasi sejumlah 1.042 kasus positif.

Dari jumlah 1.042 kasus tersebut, terdapat 821 pasien sembuh, 54 pasien meninggal dunia dan 167 pasien dalam perawatan. Sedangkan pasien suspek yang masih dalam perawatan ada di angka 726 pasien.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Klaim 83 Persen RT di Kota Bekasi Berstatus Zona Hijau Covid-19

Wali Kota Klaim 83 Persen RT di Kota Bekasi Berstatus Zona Hijau Covid-19

Megapolitan
Polisi Selidiki Kematian Pria yang Ditemukan Telungkup di Kali Sura Ciracas, Korban Diotopsi

Polisi Selidiki Kematian Pria yang Ditemukan Telungkup di Kali Sura Ciracas, Korban Diotopsi

Megapolitan
30 PKL yang Jualan di Trotoar Tanah Abang Ditertibkan, Gerobak Dagangan Diangkut Satpol PP

30 PKL yang Jualan di Trotoar Tanah Abang Ditertibkan, Gerobak Dagangan Diangkut Satpol PP

Megapolitan
Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

Megapolitan
Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Megapolitan
Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Megapolitan
Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Megapolitan
Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Megapolitan
Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Megapolitan
Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Megapolitan
Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Megapolitan
Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X