Sembuh, Pelajar hingga Tenaga Medis yang Karantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Kompas.com - 15/09/2020, 20:18 WIB
Ilustrasi karantina virus corona, Covid-19 ShutterstockIlustrasi karantina virus corona, Covid-19

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Sebanyak enam pasien positif yang dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 Kota Tangerang Selatan diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sembuh.

Koordinator Bidang Penanganan Satuan Gugus Tugas Covid-19 Tangsel Suhara Manullang mengungkapkan, keenam pasien tersebut terdiri pelajar SMA, tenaga kesehatan, dan pegawai swasta.

Mereka dikarantina sekitar 10 hari di Rumah Lawan Covid-19 sampai akhirnya dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab.

Baca juga: Anggota TNI hingga Pegawai Kantoran dari Jakarta yang Karantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

"Jadi tiga pasien laki-laki, tiga perempuan, semua terkonfirmasi positif tanpa gejala. Mereka itu ada yang tenaga kesehatan, kemudian pegawai swasta, sama pelajar SMA," ujar Suhara saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2020).

Suhara mengatakan, keenam pasien tersebut diketahui positif setelah diminta menjalani tes massal Covid-19 di tempat kerjanya dan juga hasil pelacakan kasus aktif.

"(Seperti) yang pelajar itu, karena orang tuanya positif Covid-19. Ada juga positif setelah diminta tes kan sama tempat kerjanya," ungkapnya.

Dengan dipulangkannya enam pasien tersebut, Suhara berujar bahwa saat ini masih terdapat 52 orang yang masih menjalani karantina di Rumah Lawan Covid-19.

"Saat ini masih ada 52 pasien Covid-19. Itu terbagi 36 orang laki-laki, 16 perempuan," kata dia.

Suhara menyebut sampai saat ini Rumah Lawan Covid-19 telah merawat 373 pasien sejak didirikan pada 16 April 2020 sampai 15 September 2020.

Sebanyak 309 pasien di antaranya sudah dipulangkan.

Kemudian, terdapat 10 pasien yang dialih rawat ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangsel untuk mendapat perawatan medis.

Sementara itu, terdapat satu pasien yang diminta dirujuk ke rumah sakit swasta atas permintaannya sendiri, dan satu pasien lainnya meninggal dunia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Megapolitan
Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Megapolitan
Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Megapolitan
Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Megapolitan
Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Megapolitan
Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Megapolitan
Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Megapolitan
Afifah Sindir Hasil 15 Tahun PKS Berkuasa di Depok, Imam: Jawabnya Terlalu Jauh

Afifah Sindir Hasil 15 Tahun PKS Berkuasa di Depok, Imam: Jawabnya Terlalu Jauh

Megapolitan
Debat Pilkada Depok, Imam dan Pradi Malah Saling Tuduh soal Singkatan

Debat Pilkada Depok, Imam dan Pradi Malah Saling Tuduh soal Singkatan

Megapolitan
Imam Mengaku 20 Tahun Bekerja untuk Depok, Afifah: Yang Terjadi Kita Jauh Tertinggal

Imam Mengaku 20 Tahun Bekerja untuk Depok, Afifah: Yang Terjadi Kita Jauh Tertinggal

Megapolitan
UPDATE 4 Desember: Pasien Covid-19 di Tangerang Kota Tembus 402, Terbanyak dari Karawaci

UPDATE 4 Desember: Pasien Covid-19 di Tangerang Kota Tembus 402, Terbanyak dari Karawaci

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X