Hingga Agustus, 290 Jenazah Dimakamkan dengan Prosedur Covid-19 di Kota Bekasi

Kompas.com - 16/09/2020, 06:53 WIB
Petugas memakamkan jenazah COVID-19,  di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Selasa (8/9/2020) pukul 12.00 WIB menyebutkan kasus meninggal dunia akibat COVID-19 bertambah 100 oarang menjadi 8.230 orang dan positif COVID-19 bertambah 3.046 orang sehingga menjadi 200.035 orang, sementara kasus pasien sembuh COVID-19 bertambah 2.306 orang menjadi 142.958 orang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp. ANTARA FOTOMUHAMMAD ADIMAJAPetugas memakamkan jenazah COVID-19, di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Selasa (8/9/2020) pukul 12.00 WIB menyebutkan kasus meninggal dunia akibat COVID-19 bertambah 100 oarang menjadi 8.230 orang dan positif COVID-19 bertambah 3.046 orang sehingga menjadi 200.035 orang, sementara kasus pasien sembuh COVID-19 bertambah 2.306 orang menjadi 142.958 orang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sepekan yang lalu menyampaikan angka kematian di wilayahnya termasuk rendah dari wilayah lainnya.

Meski penularan Covid-19 di wilayahnya menyebar cepat, namun ia mengklaim bahwa angka kematian di Kota Bekasi cenderung rendah.

“Angka kematian masih rendah,” ujar Rahmat Selasa (8/9/2020).

Berdasarkan data pengelola TPU (Tempat Pemakaman Umum) Disperkimtan Kota Bekasi dari Maret hingga Agustus 2020, ada 290 jenazah yang dimakamkan dengan protap tersebut.

Baca juga: Pasien Covid-19 Bekasi yang Rumahnya Tak Memadai Jadi Tempat Isolasi Akan Dipindah ke Stadion Patriot

Berikut Kompas.com merangkum penambahan jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19 dari Maret hingga Agustus ini:

  1. Maret: 21 jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19 (3 jenazah Covid-19 dan 18 jenazah protokol).
  2. April: Bertambah 97 (15 Covid-19 dan 82 protap Covid-19), jadi 118 jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19.
  3. Mei: Bertambah 83 (10 Covid-19 dan 73 protap Covid-19), jadi 201 jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19.
  4. Juni: Bertambah 16 (1 Covid-19 dan 15 protap Covid-19), jadi 217 jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19.
  5. Juli: Bertambah 25 (9 Covid-19 dan 16 protap Covid-19), jadi 242 jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19.
  6. Agustus: Bertambah 48 (21 Covid-19 dan 27 protap Covid-19), jadi 290 jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19.

Berdasarkan di atas, penambahan jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19 memang fluktuatif jika dilihat data selama enam bulan belakangan ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penambahan jumlah jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19 paling tinggi ada di bulan April dengan 97 jenazah yang dimakamkan dalam sebulan.

Namun, jumlah penambahan jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19 tersebut sempat terus turun pada bulan Mei dan Juni.

Baca juga: Ruang ICU untuk Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Sudah Terisi 95 Persen

Bahkan pada Juni, penambahan pasien Covid-19 yang dimakam dengan protap Covid-19 hanya satu orang.

Waktu berkurangnya jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19 itu bersamaan saat Kota Bekasi menjalani PSBB pada 15 April hingga awal Juni.

Halaman:


Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Murid SD yang Sudah Berusia 12 Tahun di Kota Bekasi Akan Divaksinasi Covid-19

Murid SD yang Sudah Berusia 12 Tahun di Kota Bekasi Akan Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Polisi Tidur di Pulomas Dibuat Warga untuk Cegah Balap Liar, Dibongkar atas Protes Pesepeda

Polisi Tidur di Pulomas Dibuat Warga untuk Cegah Balap Liar, Dibongkar atas Protes Pesepeda

Megapolitan
1.509 Sekolah di Jakarta Akan Gelar PTM Terbatas, Disdik DKI: Aman

1.509 Sekolah di Jakarta Akan Gelar PTM Terbatas, Disdik DKI: Aman

Megapolitan
Diprotes Pesepeda, Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar

Diprotes Pesepeda, Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dihentikan 4 Hari karena Kegiatan ANBK

Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dihentikan 4 Hari karena Kegiatan ANBK

Megapolitan
Dititipkan ke Teman Ibunya, Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang

Dititipkan ke Teman Ibunya, Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang

Megapolitan
Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver di Pamulang, Ibunya Dibawa ke Dinsos Tangsel

Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver di Pamulang, Ibunya Dibawa ke Dinsos Tangsel

Megapolitan
Satu Pelaku Ditangkap, Ranjau Paku Masih Bertebaran di Jalan Gatot Soebroto dan Jalan MT Haryono

Satu Pelaku Ditangkap, Ranjau Paku Masih Bertebaran di Jalan Gatot Soebroto dan Jalan MT Haryono

Megapolitan
Dinkes DKI: 15 Persen Remaja Belum Vaksin Covid-19 karena Terhalang Izin Orangtua

Dinkes DKI: 15 Persen Remaja Belum Vaksin Covid-19 karena Terhalang Izin Orangtua

Megapolitan
BPBD: Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

BPBD: Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

Megapolitan
BPBD DKI Gunakan Karakter dan Alur Cerita Mirip Anime Tokyo Revengers untuk Konten Medsos

BPBD DKI Gunakan Karakter dan Alur Cerita Mirip Anime Tokyo Revengers untuk Konten Medsos

Megapolitan
Begini Progres Pembangunan 4 Rusunawa di Jakarta, Sudah Setengah Jadi

Begini Progres Pembangunan 4 Rusunawa di Jakarta, Sudah Setengah Jadi

Megapolitan
UPDATE 25 September: Ada 100 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Kota Tangerang

UPDATE 25 September: Ada 100 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Kota Tangerang

Megapolitan
Masih Ada 605 Kasus Aktif Covid-19 di Depok Saat Ini

Masih Ada 605 Kasus Aktif Covid-19 di Depok Saat Ini

Megapolitan
[Hak Jawab] Alvin Lim Klarifikasi Tuduhan Penculikan Anak dan Pencurian Ponsel

[Hak Jawab] Alvin Lim Klarifikasi Tuduhan Penculikan Anak dan Pencurian Ponsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.