Sandiaga Uno: Selamat Jalan Pak Saefullah, Sang Man of Action

Kompas.com - 16/09/2020, 16:17 WIB
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, di Balairung, Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGISekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, di Balairung, Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Sekertaris Daerah (Sekda) DKI, Saefullah, pada Rabu (16/9/2020) siang.

Sandiaga mengenang masa dirinya bekerja sama dengan Saefullah di Balai Kota. Sandiaga melihat sosok Saefullah sebagai man of action.

"Di sinilah saya lihat dia man of action, orang yang mampu bekerja secara diam-diam, tidak terlalu gembar-gembor, tidka terlalu mencari headline tapi selalu menyelesaikan masalah," kata Sandiaga.

Saefullah di mata Sandiaga merupakan birokrat senior yang selalu mempunyai solusi dalam setiap permasalahan yang dihadapi Jakarta. Komunikasi yang baik antara Saefullah dengan anggota DPRD tak jarang memudahkan Pemprov DKI bekerja sama dengan DPRD dalam membangun kota.

Baca juga: Dengan Suara Bergetar, Anies Beri Penghormatan Terakhir untuk Sekda DKI Saefullah

 

"Beliau juga memiliki kepedulian yang luar biasa terhadap pergerakan ekonomi Jakarta, terutama ekonomi akar rumput," ujar Sandiaga.

Fokusnya dalam mengemban UMKM dengan memperkuat perekonomian kelas menengah ke bawah sangat diapresiasi Sandiaga. Dia berharap karya peninggalan Saefullah bisa dilanjutkan generasi ASN berikutnya.

Saefullah meninggal Rabu siang pukul 12.55 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Saefullah terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu dan kemudian dirawat di rumah sakit.

Sebelum sakit, Saefullah aktif terlibat dalam berbagai rapat dengan DPRD DKI dan proses pengambilan keputusan terkait penanganan Covid-19 di Ibu Kota.

Terakhir, Saefullah menginstruksikan agar waktu kerja aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di kantor dibatasi hanya 5,5 jam.

Instruksi itu tercantum dalam Surat Edaran Nomor 02/SE/2020 Tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Pada Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif.

"Waktu bekerja di kantor paling sedikit 5,5 jam sehari sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja," tulis Saefullah dalam SE yang terbit pada 3 September 2020 itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

Megapolitan
Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Megapolitan
Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Megapolitan
PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

Megapolitan
Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Megapolitan
BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

Megapolitan
Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Megapolitan
Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Megapolitan
Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Megapolitan
Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Megapolitan
Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Megapolitan
Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Megapolitan
Belasan Remaja yang Hendak Gabung Unjuk Rasa di Patung Kuda Langsung Dibawa Polisi

Belasan Remaja yang Hendak Gabung Unjuk Rasa di Patung Kuda Langsung Dibawa Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X