Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Kompas.com - 18/09/2020, 19:14 WIB
Ilustrasi Denda ThinkstockIlustrasi Denda

TANGERANG, KOMPAS.com - Ojek online (ojol) di Kota Tangerang akan dikenakan denda jika melanggar  protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Berdasarkan Peraturan Wali (Perwal) Kota Tangerang Nomor 70 Tahun 2020 Pasal 14 ayat 3, pengemudi ojol yang tidak mematuhi protokol kesehatan akan dikenakan sanksiSanksi tersebut berupa kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum paling lama dua jam atau denda sebesar Rp 100.000.

"Pemberian sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat 3 dilakukan oleh Dinas Perhubungan dengan didampingi oleh kepolisian," tulis perwal tersebut.

Baca juga: Pengetatan PSBB, Ganjil Genap Ditiadakan tapi Ojol Boleh Angkut Penumpang

"Dari sekian banyak sanksi bisa kita pilih yang lebih persuasif seperti kerja sosial membersihkan fasilitas umum," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar.

Namun tidak tertutup kemungkinan sanksi denda akan diterapkan jika pelanggar memang memilih untuk membayar denda.

Apabila pelanggaran protokol kesehatan disebabkan tidak terpenuhinya persyaratan dari pihak aplikator, seperti sekat pembatas penumpang yang semestinya disediakan aplikator, Wahyudi akan melakukan teguran kepada aplikator.

"Kami akan tegur aplikatornya," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Pejabat di DKI yang Dicopot sebagai Imbas Kerumunan Massa Rizieq Bertambah

Jumlah Pejabat di DKI yang Dicopot sebagai Imbas Kerumunan Massa Rizieq Bertambah

Megapolitan
[UPDATE 1 Desember]: Total Kasus Covid-19 di Tangsel 2.872, di Kota Tangerang 2.953

[UPDATE 1 Desember]: Total Kasus Covid-19 di Tangsel 2.872, di Kota Tangerang 2.953

Megapolitan
Gubernur DKI dan Wagub Terpapar Covid-19, Ketua DPRD Minta agar Ada Pelaksana Harian

Gubernur DKI dan Wagub Terpapar Covid-19, Ketua DPRD Minta agar Ada Pelaksana Harian

Megapolitan
Tempat Isolasi Covid-19 di Jakarta Terisi 79 Persen dan Ruang ICU Terisi 74 Persen

Tempat Isolasi Covid-19 di Jakarta Terisi 79 Persen dan Ruang ICU Terisi 74 Persen

Megapolitan
DPRD DKI Jakarta Usulkan Kenaikan Gaji Fantastis Saat Pandemi Covid-19

DPRD DKI Jakarta Usulkan Kenaikan Gaji Fantastis Saat Pandemi Covid-19

Megapolitan
Teror Bertubi-tubi ke Keluarga Jacklyn Choppers...

Teror Bertubi-tubi ke Keluarga Jacklyn Choppers...

Megapolitan
Cerita Balita yang Taat Protokol Kesehatan...

Cerita Balita yang Taat Protokol Kesehatan...

Megapolitan
Kipas Angin Korslet, 12 Rumah Ludes Terbakar di Angke

Kipas Angin Korslet, 12 Rumah Ludes Terbakar di Angke

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Anies Baswedan Positif Covid-19 | Kota Tangerang dan Tangsel Jadi Zona Merah Covid-19

[POPULER JABODETABEK] Anies Baswedan Positif Covid-19 | Kota Tangerang dan Tangsel Jadi Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Genteng Rumah Warga di Sekitar Flyover Lenteng Agung Mulai Dicat Warna-warni

Genteng Rumah Warga di Sekitar Flyover Lenteng Agung Mulai Dicat Warna-warni

Megapolitan
Kronologi Kebakaran SPBU MT Haryono Jakarta Selatan

Kronologi Kebakaran SPBU MT Haryono Jakarta Selatan

Megapolitan
Sebagian Wilayah Jabodetabek Diprediksi Hujan Hari Ini

Sebagian Wilayah Jabodetabek Diprediksi Hujan Hari Ini

Megapolitan
Penembakan Mahasiswa Universitas Halu Oleo, Brigadir AM Divonis 4 Tahun Penjara

Penembakan Mahasiswa Universitas Halu Oleo, Brigadir AM Divonis 4 Tahun Penjara

Megapolitan
Pengangkatan Sampah Kayu di Kali Bekasi Terkendala Alat Berat

Pengangkatan Sampah Kayu di Kali Bekasi Terkendala Alat Berat

Megapolitan
[UPDATE] Depok Catat 2.157 Kasus Aktif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

[UPDATE] Depok Catat 2.157 Kasus Aktif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X