[Populer Jabodetabek]: Kimia Farma Telusuri Dugaan Pelececahan Seksual di Soekarno-Hatta I Klaster Covid-19 Kemenkes Catat 252 Kasus

Kompas.com - 20/09/2020, 07:08 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual JupiterimagesIlustrasi pelecehan seksual

1. Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Soekarno-Hatta

PT Kimia Farma sedang menelusuri dugaan kasus pelecehan seksual dan pemerasan yang dilakukan seorang petugas rapid test Covid-19 perusahaan itu terhadap seorang penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta.

Kasus itu terungkap setelah korban memaparkan apa yang dialaminya melalui media sosial Twitter, lewat akun @listongs. Korban, seorang perempuan berinisial LHI, membenarkan apa yang ditulisnya di Twitter itu saat dikonfromasi Kompas.com.

"Kasus ini sedang kami dalami, begitu intinya," kata Direktur Utama PT Kimia Farma Adil Fadillah Bulqini, Sabtu (19/8/2020) kemarin.

"Nanti kami akan ada rilis dengan Angkasa Pura II juga. Sedang diperiksa, masih dalam proses," kata dia.

Bagaimana terjadinya kasus itu menurut korban? Silakan simak beritanya di: Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

2. Klaster Covid-19 Kemenkes Catat 252 Kasus

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjadi klaster penyebaran Covid-19 tertinggi di Jakarta dengan 252 kasus.

Informasi tersebut dikutip dari paparan data klaster penularan Covid-19 DKI Jakarta pada situs corona.jakarta.go.id, yang diperbarui datanya pada 18 September 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah kemenkes, klaster penyebaran tertinggi Covid-19 disusul Kementerian Perhubungan RI dengan catatan 175 kasus.

Posisi ketiga ditempati Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan 106 kasus dan posisi keempat oleh kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pusat dengan 89 kasus.

Daftar lengkap kantor-kantor dengan penularan tertinggi bisa dilihat beritanya di: Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Megapolitan
Ganjil Genap Tempat Wisata, Pengendara Boleh Turunkan Pengunjung di Akses Menuju Pintu Masuk

Ganjil Genap Tempat Wisata, Pengendara Boleh Turunkan Pengunjung di Akses Menuju Pintu Masuk

Megapolitan
Hari Pertama Diberlakukan, Masih Banyak Warga Belum Tahu Ada Ganjil Genap di Tempat Wisata

Hari Pertama Diberlakukan, Masih Banyak Warga Belum Tahu Ada Ganjil Genap di Tempat Wisata

Megapolitan
Polisi Tindak Pengendara dengan Knalpot Bising Saat 'Crowd Free Night'

Polisi Tindak Pengendara dengan Knalpot Bising Saat "Crowd Free Night"

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.