Kompas.com - 21/09/2020, 20:35 WIB
Ilustrasi copet Thinkstockphotos.comIlustrasi copet

JAKARTA, KOMPAS.com - Geng copet Tamansari Jakarta Barat yang melakukan keributan dan mengakibatkan Mansur (40) tewas kerap beraksi di kawasan halte TransJakarta.

Penjelasan itu didapat setelah dilakukan pemeriksaan terhadap salah satu tersangka penganiayaan, yang juga anggota geng copet tersebut, ER (27).

"Jadi mereka ini komplotan copet yang beroperasi di wilayah Jakarta Barat khususnya Tamansari. Tempat-tempat kejahatannya seperti halte TransJakarta, dalam bus, dan tempat-tempat lainnya," ujar Kapolsek Metro Taman Sari AKBP Abdul Ghafur di Jakarta, Senin (21/9/2020), sebagaimana dikutip Antara.

Baca juga: Pentolan Geng Pencopet Ditusuk Anggotanya karena Masalah Setoran

Setelah pengembangan berlanjut, diketahui anggota komplotan geng copet tersebut juga komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Mereka memiliki anggota cukup banyak.

Namun, dalam video tayangan kamera CCTV yang viral di media sosial, hanya ada tiga orang anggota geng copet yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.

Ghafur mengatakan, ada masalah internal dari geng copet tersebut yang memicu perkelahian di antara mereka.

"Korban merasa dijelek-jelekkan tersangka. Sementara tersangka menganggap korban tak pernah lagi menyetor uang hasil operasi mereka, sehingga akhirnya tidak senang dan menantang di acara duel tersebut," ujar Ghafur.

Dalam duel yang terjadi pada 4 September 2020, tersangka ER menganiaya korban terlebih dahulu setelah bertemu. Penganiayaan tersebut terekam di kamera CCTV.

Selanjutnya, penganiayaan kembali terjadi oleh pelaku ER dan satu orang lainnya yang membawa motor dan membonceng tersangka.

Korban sempat minta tolong warga sekitar dan dirawat di rumah sakit Cipto Mangunkusumo. Namun pada 11 September dia tidak sadarkan diri, dan dinyatakan meninggal dunia.

ER kemudian ditangkap berikut barang bukti berupa satu buah obeng merah, satu masker merah, dan satu besi silver.

ER ditangkap di kawasan Cakung Jakarta Timur setelah sempat kabur ke Sumatera Selatan, seminggu setelah kejadian itu.

Tersangka ER terancam Pasal 170 ayat 2 ke-3e junto Pasal 89 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Depok Klaim Sudah Berencana Perbaiki Jalan yang Ambles di GDC

Pemkot Depok Klaim Sudah Berencana Perbaiki Jalan yang Ambles di GDC

Megapolitan
Polisi Tangkap Pencuri Belasan Ponsel di Rukan Sedayu Cengkareng, Pelaku Diduga Karyawan

Polisi Tangkap Pencuri Belasan Ponsel di Rukan Sedayu Cengkareng, Pelaku Diduga Karyawan

Megapolitan
Kebakaran di Gedung Blok C Pasar Minggu Diduga Disebabkan Korsleting Listrik

Kebakaran di Gedung Blok C Pasar Minggu Diduga Disebabkan Korsleting Listrik

Megapolitan
Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo di Cikini Dijual hingga Rp 400 M, Sudah Ada yang Menawar

Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo di Cikini Dijual hingga Rp 400 M, Sudah Ada yang Menawar

Megapolitan
Kelelahan Berenang di Sungai Bekasi, Remaja Hanyut

Kelelahan Berenang di Sungai Bekasi, Remaja Hanyut

Megapolitan
Apindo Kota Tangerang Dorong Pengusaha Bayar Penuh THR 2021

Apindo Kota Tangerang Dorong Pengusaha Bayar Penuh THR 2021

Megapolitan
Ini Alasan Ahli Waris Achmad Soebardjo Hendak Jual Eks Kantor Kemenlu

Ini Alasan Ahli Waris Achmad Soebardjo Hendak Jual Eks Kantor Kemenlu

Megapolitan
Usai Jadi Cibiran Warga, Tugu Pamulang Bakal Ditutupi Seng untuk Sementara

Usai Jadi Cibiran Warga, Tugu Pamulang Bakal Ditutupi Seng untuk Sementara

Megapolitan
Keunggulan Berbuka Puasa dengan Kurma Menurut Ahli Gizi

Keunggulan Berbuka Puasa dengan Kurma Menurut Ahli Gizi

Megapolitan
Punya Sertifikat, Keluarga Achmad Soebardjo Tegaskan Berhak Jual Eks Kantor Kemenlu

Punya Sertifikat, Keluarga Achmad Soebardjo Tegaskan Berhak Jual Eks Kantor Kemenlu

Megapolitan
Ini Asal Usul Ngabuburit, Tradisi Unik Saat Ramadhan

Ini Asal Usul Ngabuburit, Tradisi Unik Saat Ramadhan

Megapolitan
Misteri Toko di Jagakarsa di Balik Peristiwa Serangan di Mabes Polri dan Koboi Duren Sawit

Misteri Toko di Jagakarsa di Balik Peristiwa Serangan di Mabes Polri dan Koboi Duren Sawit

Megapolitan
Kesaksian Warga Kebon Jeruk Korban Peluru Nyasar, Sedang Tidur Lalu Dengar Ledakan Besar

Kesaksian Warga Kebon Jeruk Korban Peluru Nyasar, Sedang Tidur Lalu Dengar Ledakan Besar

Megapolitan
Takjil Bukan Berarti Makanan, Ini Arti Sesungguhnya

Takjil Bukan Berarti Makanan, Ini Arti Sesungguhnya

Megapolitan
Kasus Remaja Tewas Terlindas Truk Demi Konten, Kak Seto Ingatkan Peran Warga Mengawasi

Kasus Remaja Tewas Terlindas Truk Demi Konten, Kak Seto Ingatkan Peran Warga Mengawasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X