Bantah PT JUP, Warga Sebut BUMD Itu yang Tak Rawat Taman Pluit Putri

Kompas.com - 23/09/2020, 09:47 WIB
Pembangunan sekolah swasta oleh PT Jakpro di Taman Pluit Putri, Jakarta Utara dok. istimewaPembangunan sekolah swasta oleh PT Jakpro di Taman Pluit Putri, Jakarta Utara

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara membantah keterangan dari PT Jakarta Ultilitas Propertindo (JUP) yang menyebutkan Taman Pluit Putri dibiarkan warga dalam kondisi tak terawat dan semak belukar.

Johanna Aliandoe, Ketua RT 005/ RW 06 Pluit mengatakan sebelum pembangunan sekolah BTB School seperti saat ini, warga justru dihalang-halangi PT JUP untuk merawat taman tersebut.

"Warga mau dan mampu merawat lahan ini sebagai fasum/fasos RW 06, tapi selalu dihalangi pihak PT. JUP, dulunya PT. JME," kata Johanna dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, Rabu (23/9/2020).

Baca juga: Khawatir Banjir, Warga Pluit Putri: Galian Saja Jadi Kubangan, Bagaimana Saat Semua Beton?

Johanna menyayangkan PT JUP seolah memelintir informasi bahwa taman tak dirawat warga untuk memuluskan langkah mereka merevitalisasi taman.

"Cara JUP menjelaskan di sini seolah-olah lahan ini tidak terawat dan dengan hadirnya BTB ini akan lebih baik itu omong kosong," ucap Johanna.

Sebelumnya, Kepala Departemen Corporate Secretariat & Legal PT JUP Andika Silvananda mengatakan revitalisasi yang dilakukan BTB School justru menguntungkan warga sekitar. Sebab, setelah revitalisasi taman dan lapangan basket akan lebih terawat dibanding sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga menyampaikan, sebelum lahan itu dibangun sekolah, kondisi taman itu hanya berupa semak belukar.

Baca juga: Lokasi Pembangunan BTB School di Taman Pluit Putri Terendam Banjir

Adapun permasalah PT Jakpro dan JUP dengan warga Pluit Putri bermula sejak perusahaan plat merah itu membangun sekolah di taman yang ada di lingkungan warga.

Warga yang merasa tak terima lahan terbuka hijau mereka dibabat dan dibangun sekolah swasta melakukan berbagai upaya penolakan.

Mulai dari demonstrasi hingga gugatan di PTUN yang masih berjalan hingga saat ini.

Warga juga melakukan classaction keberatan administrasi terhadap Perda Nomor 1 tahun 2014 yang mengesahkan perubahan peruntukan dan zonasi terhadap lahan tersebut dari sarana RTH dan olahraga terbuka menjadi campuran dengan pendidikan.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekor, 23.883 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Sehari di Kota Tangerang

Rekor, 23.883 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Sehari di Kota Tangerang

Megapolitan
Cerita Awak Ambulans Tentang Kendaraan yang Halangi Mereka di Pamulang Saat Jemput Pasien Kritis

Cerita Awak Ambulans Tentang Kendaraan yang Halangi Mereka di Pamulang Saat Jemput Pasien Kritis

Megapolitan
UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 355, Pasien Aktif Jadi 5.432 Orang

UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 355, Pasien Aktif Jadi 5.432 Orang

Megapolitan
Setelah Usai di Jakarta Selatan, Gerakan Nafas Kemanusiaan Kini Layani Isi Oksigen Gratis di Karawaci

Setelah Usai di Jakarta Selatan, Gerakan Nafas Kemanusiaan Kini Layani Isi Oksigen Gratis di Karawaci

Megapolitan
Update: Pasien Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 10.123 Orang

Update: Pasien Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 10.123 Orang

Megapolitan
Anies Pamer Foto Penghargaan DKI Jakarta sebagai Provinsi Pelopor Layak Anak

Anies Pamer Foto Penghargaan DKI Jakarta sebagai Provinsi Pelopor Layak Anak

Megapolitan
Sebuah Rumah di Pantai Mutiara Dilanda Kebakaran

Sebuah Rumah di Pantai Mutiara Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Update 30 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 283 Kasus Baru Covid-19

Update 30 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 283 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Polisi Tangkap 4 Tersangka Begal di Bekasi

Polisi Tangkap 4 Tersangka Begal di Bekasi

Megapolitan
UPDATE: Tambah 1.277 Kasus Covid-19 Sehari, Tangsel Catat Angka Penambahan Tertinggi

UPDATE: Tambah 1.277 Kasus Covid-19 Sehari, Tangsel Catat Angka Penambahan Tertinggi

Megapolitan
Warga Jakpus yang Isoman Sendirian di Rumah Diimbau Pindah ke RS

Warga Jakpus yang Isoman Sendirian di Rumah Diimbau Pindah ke RS

Megapolitan
Video Ambulans Diduga Dihalangi Kendaraan Lain di Pamulang Viral, Polisi Kejar Pelaku

Video Ambulans Diduga Dihalangi Kendaraan Lain di Pamulang Viral, Polisi Kejar Pelaku

Megapolitan
Kejari Kota Tangerang Bakal Periksa Seluruh Penerima Bansos dari Kemensos

Kejari Kota Tangerang Bakal Periksa Seluruh Penerima Bansos dari Kemensos

Megapolitan
Pengemudi BMW yang Kabur Setelah Isi Bensin Full adalah Remaja Iseng, Kini Sudah Damai

Pengemudi BMW yang Kabur Setelah Isi Bensin Full adalah Remaja Iseng, Kini Sudah Damai

Megapolitan
Giant di Area Depok Tutup Permanen, Pengunjung Tak Tahu dan Masih Berdatangan

Giant di Area Depok Tutup Permanen, Pengunjung Tak Tahu dan Masih Berdatangan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X