Kebakaran Pasar Cempaka Putih Diduga karena Kebocoran Tabung Gas Pedagang Ayam

Kompas.com - 24/09/2020, 14:53 WIB
Foto aerial kebakaran Pasar Cempaka Putih di Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2020). Kurang lebih 20 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak yang berwenang. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANFoto aerial kebakaran Pasar Cempaka Putih di Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2020). Kurang lebih 20 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak yang berwenang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran terjadi di Pasar Cempaka Putih Jalan Cempaka Putih Barat, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Kamis (24/9/2020).

Kebakaran itu diduga berawal dari kebocoran tabung gas pedagang ayam yang ada di Pasar Cempaka Putih itu.

"Dugaan penyebab (kebakaran) tabung gas dari tukang ayam ," ujar Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat, Asril Rizal dalam keterangannya, Kamis.

Baca juga: Kebakaran di Pasar Cempaka Putih, Api Diduga Berasal dari Kios Pemotongan Ayam

Asril mengatakan, kebakaran Pasar Cempaka Putih itu menyebabkan 672 dari 1.076 kios hangus dilahap si jago merah.

"Bangunan umum perdagangan itu julmlah kiosnya ada 1.076. Namun yang terbakar itu 672 Kios. Adapun 404 kios sisanya tidak terbakar," katanya.

Asril menegaskan, tidak ada korban jiwa akibat kebakaran Pasar Cempaka Putih.

Api berhasil dipadamkan setelah dua jam petugas menyemprotkan air mengggunakan 25 unit mobil kebakaran.

"Terima laporan itu 09.30 WIB. berhasil dipadamkan pukul 11.23 WIB. Untuk korban nihil. Sementara untuk mobil pemadam itu ada 25 unit. saat ini sudah dilakukan pendinginan," tutup Asril.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wajib Uji Emisi Kendaraan di DKI Jakarta, Ini Syarat Lulus, Lokasi, dan Sanksi yang Mengintai

Wajib Uji Emisi Kendaraan di DKI Jakarta, Ini Syarat Lulus, Lokasi, dan Sanksi yang Mengintai

Megapolitan
Bocah 13 Tahun Hanyut Saat Main di Pinggir Sungai Ciliwung

Bocah 13 Tahun Hanyut Saat Main di Pinggir Sungai Ciliwung

Megapolitan
Polisi: Penjual Satwa Dilindungi Untung Rp 1 Juta-Rp 10 Juta Tiap Jual Satu Binatang

Polisi: Penjual Satwa Dilindungi Untung Rp 1 Juta-Rp 10 Juta Tiap Jual Satu Binatang

Megapolitan
Sudinkes Jaksel Klaim Kamar Perawatan Pasien Covid-19 Masih Cukup

Sudinkes Jaksel Klaim Kamar Perawatan Pasien Covid-19 Masih Cukup

Megapolitan
Live Musik Dilarang di Kota Bekasi, Para Musisi Gelar Ngamen Online hingga Beralih Profesi

Live Musik Dilarang di Kota Bekasi, Para Musisi Gelar Ngamen Online hingga Beralih Profesi

Megapolitan
Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apapun

Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apapun

Megapolitan
Pasar Muamalah di Depok yang Terima Transaksi Dinar dan Dirham Tak Punya Izin

Pasar Muamalah di Depok yang Terima Transaksi Dinar dan Dirham Tak Punya Izin

Megapolitan
F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

Megapolitan
Monyet Liar Masuk Kawasan Perumahan Puspitek Tangsel, Warga Resah

Monyet Liar Masuk Kawasan Perumahan Puspitek Tangsel, Warga Resah

Megapolitan
Polisi: Pelaku Penjual Satwa Dilindungi Berkamuflase Pedagang Binatang

Polisi: Pelaku Penjual Satwa Dilindungi Berkamuflase Pedagang Binatang

Megapolitan
Kabar Viral Pasar Muamalah di Depok Transaksi Pakai Dirham dan Dinar, Ini Penjelasan Lurah

Kabar Viral Pasar Muamalah di Depok Transaksi Pakai Dirham dan Dinar, Ini Penjelasan Lurah

Megapolitan
Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Jakbar Terpakai 92,6 Persen

Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Jakbar Terpakai 92,6 Persen

Megapolitan
Bocah 5 Tahun Diserang Monyet Liar di Perumahan Puspitek, Luka 23 Jahitan

Bocah 5 Tahun Diserang Monyet Liar di Perumahan Puspitek, Luka 23 Jahitan

Megapolitan
Jadi Penyintas Covid-19, Wali Kota Depok Donasikan Plasma Konvalesen

Jadi Penyintas Covid-19, Wali Kota Depok Donasikan Plasma Konvalesen

Megapolitan
Jasad Perempuan Mengambang di Danau Kabupaten Bekasi, Korban Alami Gangguan Jiwa

Jasad Perempuan Mengambang di Danau Kabupaten Bekasi, Korban Alami Gangguan Jiwa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X