Kadis Gulkarmat Sebut Tak Ditemukan APAR di Pasar Cempaka Putih yang Terbakar

Kompas.com - 24/09/2020, 15:57 WIB
Foto aerial kebakaran Pasar Cempaka Putih di Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2020). Kurang lebih 20 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak yang berwenang. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANFoto aerial kebakaran Pasar Cempaka Putih di Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2020). Kurang lebih 20 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak yang berwenang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan tidak ditemukan alat pemadam api ringan (APAR) di Pasar Cempaka Putih yang dilalap api, Kamis pagi.

"Di sini sih sampai tadi kita pendinginan, belum ada yang mengeluarkan APAR ya," kata Satriadi saat ditemui di depan Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2020).

Satriadi mengatakan seharusnya di setiap bangunan termasuk pasar setidaknya ada proteksi kebakaran minimal dalam bentuk APAR untuk mengantisipasi kebakaran.

Baca juga: Kebakaran Pasar Cempaka Putih Diduga karena Kebocoran Tabung Gas Pedagang Ayam

"Memang harus ada proteksi kebakaran, itu harus diutamakan. Harusnya pasar-pasar itu tersedia APAR. Itu minimal di tiap gang-gang, harusnya ada," kata Satriadi.

Lebih lanjut ia bahkan mengusulkan setidaknya setiap pemilik kios memiliki satu alat APAR sehingga jika ada api setiap orang dapat melakukan antisipasi dan dengan segera memadamkan api.

"Kalau bisa setiap kios diwajibkan punya satu APAR," ujar Satriadi.

Pasar Cempaka Putih terbakar mulai pukul 09.30 WIB dengan sumber api diduga berasal dari salah satu kios pemotongan ayam yang berada di dalam pasar.

Baca juga: Kebakaran di Pasar Cempaka Putih, Api Diduga Berasal dari Kios Pemotongan Ayam

"Asal mula apinya berasal dari ledakan tabung gas dari kios pemotong ayam," kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat Asril Rizal.

Ada sebanyak 125 personel dan 25 mobil pemadam kebakaran yang diturunkan oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta untuk memadamkan api yang melalap 807 kios itu.

Kerugian materiil yang ditanggung diperkirakan mencapai Rp9 miliar, sementara itu tidak ditemukan korban baik luka ataupun korban jiwa.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Artis ST dan MA Ditangkap atas Dugaan Prostitusi Online, Polisi Sebut Masih Saksi

Artis ST dan MA Ditangkap atas Dugaan Prostitusi Online, Polisi Sebut Masih Saksi

Megapolitan
Rapid Test di Petamburan Dilanjutkan, Kali Ini Disebar di 4 Titik

Rapid Test di Petamburan Dilanjutkan, Kali Ini Disebar di 4 Titik

Megapolitan
Sempat Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq, Dandim Jakpus: Ini Wilayah NKRI!

Sempat Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq, Dandim Jakpus: Ini Wilayah NKRI!

Megapolitan
Akhir Pelarian Geng Pencuri Pandawa Setelah 24 Kali Menyamar untuk Rampok Rumah

Akhir Pelarian Geng Pencuri Pandawa Setelah 24 Kali Menyamar untuk Rampok Rumah

Megapolitan
Rizieq Shihab Dirawat: Dari Masuk Ruang IGD sampai Diminta Tes Swab

Rizieq Shihab Dirawat: Dari Masuk Ruang IGD sampai Diminta Tes Swab

Megapolitan
Cegah Covid-19, Pemkot Disinfeksi 9.426 Titik di Jaktim

Cegah Covid-19, Pemkot Disinfeksi 9.426 Titik di Jaktim

Megapolitan
Lurah Makasar Positif Covid-19, Pelayanan Pindah ke Kecamatan

Lurah Makasar Positif Covid-19, Pelayanan Pindah ke Kecamatan

Megapolitan
Istri Sewa Pembunuh untuk Habisi Suami, Polisi Duga Ada Motif Kuasai Harta

Istri Sewa Pembunuh untuk Habisi Suami, Polisi Duga Ada Motif Kuasai Harta

Megapolitan
Jadi Tempat Isolasi, Graha Wisata Ragunan Sudah Siap Terima Pasien OTG Covid-19

Jadi Tempat Isolasi, Graha Wisata Ragunan Sudah Siap Terima Pasien OTG Covid-19

Megapolitan
Santainya Agustinus Sikapi Pandangan Orang yang Anggapnya Gila karena Sering Panjat Tower

Santainya Agustinus Sikapi Pandangan Orang yang Anggapnya Gila karena Sering Panjat Tower

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Status Perkara Kerumunan Rizieq Shihab Naik Penyidikan | Cawalkot Depok Positif Covid-19

[POPULER JABODETABEK] Status Perkara Kerumunan Rizieq Shihab Naik Penyidikan | Cawalkot Depok Positif Covid-19

Megapolitan
Fakta Cawalkot Depok Mohammad Idris Positif Covid-19: Terasa Usai Debat, Kini Dirawat di RSUD

Fakta Cawalkot Depok Mohammad Idris Positif Covid-19: Terasa Usai Debat, Kini Dirawat di RSUD

Megapolitan
Benarkah Rizieq Shihab Sudah Swab Test seperti Klaim FPI?

Benarkah Rizieq Shihab Sudah Swab Test seperti Klaim FPI?

Megapolitan
Bertemu Pangdam Jaya, FPI: Kami Akan Bantu Copot Baliho, asalkan...

Bertemu Pangdam Jaya, FPI: Kami Akan Bantu Copot Baliho, asalkan...

Megapolitan
UPDATE 26 November: 160 Kasus Baru di Depok, Jumlah Pasien Covid-19 yang Dirawat Hampir 2.000

UPDATE 26 November: 160 Kasus Baru di Depok, Jumlah Pasien Covid-19 yang Dirawat Hampir 2.000

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X