Antisipasi Antrean Tes Swab, Pemkot Bekasi Tambah Mesin PCR di 3 RSUD

Kompas.com - 26/09/2020, 07:32 WIB
Petugas laboratorium yang meneliti Biokimia Farmasi LIPI melakukan uji validasi deteksi virus corona dari sample swab yang telah diekstrak di Laboratorium Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (31/8/2020). Metode RT-LAMP memiliki sejumlah kelebihan antara lain waktu reaksinya cepat, sekitar satu jam. Sebagai perbandingan, deteksi Covid-19 memakai metode PCR membutuhkan waktu 2-4 jam. RT-LAMP juga digunakan untuk mendeteksi virus influenza, sindrom penapasan akut parah (SARS), dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas laboratorium yang meneliti Biokimia Farmasi LIPI melakukan uji validasi deteksi virus corona dari sample swab yang telah diekstrak di Laboratorium Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (31/8/2020). Metode RT-LAMP memiliki sejumlah kelebihan antara lain waktu reaksinya cepat, sekitar satu jam. Sebagai perbandingan, deteksi Covid-19 memakai metode PCR membutuhkan waktu 2-4 jam. RT-LAMP juga digunakan untuk mendeteksi virus influenza, sindrom penapasan akut parah (SARS), dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS).
Penulis Cynthia Lova
|
Editor Krisiandi

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi akan tambah mesin alat tes PCR (Polymerase Chain Reaction) di tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D Kota Bekasi.

RSUD tipe D itu yakni RSUD Jatisampurna, RSUD Pondok Gede, dan RSUD Bantar Gebang.

Hal ini dilakukan untuk mempercepat pemeriksaan Covid-19 yang terus dilakukan secara masif.

"Mudah-mudahan minggu ini siap dan selesai ya. Jadi dari Mustikajaya, Rawalumbu bisa langsung ke Bantargebang dan yang dari Jatiasih bisa ke Jatisampurna yang dari Pondok Melati ke Pondok Gede. Tanpa harus ke Pondok Gede nunggu swab," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Jumat (25/9/2020).

Baca juga: Protes Wali Kota Tasikmalaya Berbuah 2 Mesin PCR untuk Tes Swab

Kadinkes Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengakui, antrean sampel tes PCR semakin panjang belakangan. Setiap harinya, Pemkot Bekasi menerima 500 sampel tes swab.

"Rencananya minggu ini di rumah sakit kelas D, di Bantar Gebang, Jatisampurna, dan Pondok Gede akan tambah fasilitas mesin PCR. Itu KSO (Kerjasama Operasional)," ujar Tanti.

Kota Bekasi memiliki empat alat PCR, yakni tiga ada di Labkesda milik Pemkot dan dua lagi milik RSUD Kota Bekasi.

Kapasitas di tiga Labkesda masing-masing sekitar 96 an sampel per harinya. Sementara, kapasitas di RSUD lebih banyak, sekitar 300 sampai 500 sampel per hari.

Penambahan mesin ini bisa menambah jumlah pengetesan per harinya. 

"Masing-masing Insya Allah ada tiga model nanti. Kapasitasnya ada yang 64, ada yang 34 per sekali puteran. Akan tetapi kepastiannya kami akan laporkan ke wali kota sebagai Ketua Gugus Tugas perkembangannya," ucap dia.

Baca juga: Protes Wali Kota Tasikmalaya Berbuah 2 Mesin PCR untuk Tes Swab

Dia mengatakan, pekan ini mesin PCR tersebut sudah bisa digunakan di tiga rumah sakit tipe D untuk percobaan.

Dengan adanya penambahan mesi, ia berharap dapat menambah pelayanan tes PCR, sehingga Pemkot bisa lebih gencar lakukan penelusuran.

"Ini sedang berproses minggu ini karena kita udah mulai berproses, dengan begitu semoga tracing akan lebih mudah," tutur dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tabrak Trailer dari Belakang, Pengedara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Tabrak Trailer dari Belakang, Pengedara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

Megapolitan
Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Megapolitan
Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Megapolitan
Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Megapolitan
Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Megapolitan
Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

Megapolitan
Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Megapolitan
Video Pengemudi Bus dan Mobil Pribadi Adu Mulut di Jalan Viral

Video Pengemudi Bus dan Mobil Pribadi Adu Mulut di Jalan Viral

Megapolitan
11 Pasien Covid-19 di The Green Hotel Dipindahkan ke RS Darurat Stadion Patriot Bekasi

11 Pasien Covid-19 di The Green Hotel Dipindahkan ke RS Darurat Stadion Patriot Bekasi

Megapolitan
Pengunjung Kota Tua Mencapai 2.412 Orang pada Jumat Kemarin

Pengunjung Kota Tua Mencapai 2.412 Orang pada Jumat Kemarin

Megapolitan
Kongres Sumpah Pemuda Ternyata Pernah Digelar di Area Gereja Katedral

Kongres Sumpah Pemuda Ternyata Pernah Digelar di Area Gereja Katedral

Megapolitan
Duka Tukang Gali Harian di Tengah Pandemi, Bertahan dengan Rp 250.000 Sebulan

Duka Tukang Gali Harian di Tengah Pandemi, Bertahan dengan Rp 250.000 Sebulan

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Warga Pakistan karena Kesal Diklakson

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Warga Pakistan karena Kesal Diklakson

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X