Kompas.com - 28/09/2020, 10:32 WIB
Polisi menggerebek pusat kuliner di Jagakarsa yang menyediakan layanan makan di tempat Dok Polsek JagakarsaPolisi menggerebek pusat kuliner di Jagakarsa yang menyediakan layanan makan di tempat

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menggerebek pusat kuliner di Jalan Durian, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2020) malam.

Pusat kuliner tersebut kedapatan menyembunyikan pengunjung yang makan di tempat (dine in) di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kapolsek Jagakarsa Kompol Eko Mulyadi mengatakan, mulanya polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa kerap terjadi acara kumpul-kumpul di pusat kuliner tersebut.

Jajaran Polsek Jagakarsa bersama TNI pun mengecek lokasi.

"Jadi waktu kami datang memang agak sepi, tapi pas Pak Danramil melihat ke belakang ada banyak kendaraan dan posisi pintu tertutup," kata Eko, Senin (28/9/2020).

Baca juga: Layani Pembeli Makan di Tempat, 3 Tempat Makan di Tebet Ditutup Tiga Hari

Petugas yang curiga memutuskan untuk membuka gerbang pusat kuliner itu.

"Ternyata setelah kami buka pintu gerbangnya memang terdapat banyak warga masyarakat yang makan dan berkumpul," ujar Eko.

Tak kurang dari 50 orang, mayoritas anak muda, tengah asyik berkumpul tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Petugas kemudian meminta orang-orang di dalamnya menyerahkan kartu identitas untuk didata.

"Sementara kami data. Kami periksa pemilik dan pengelola. Kalau untuk penutupan tempat usaha itu domainnya Satpol PP," kata Eko.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Polisi Gerebek Pusat Kuliner di Jagakarsa yang Sembunyikan Pengunjung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD DKI Usul SPBU Ditutup untuk Cegah Pemudik Nekat

Ketua DPRD DKI Usul SPBU Ditutup untuk Cegah Pemudik Nekat

Megapolitan
Polisi Tetapkan 7 Muncikari Prostisusi Online Anak di Tebet sebagai Tersangka

Polisi Tetapkan 7 Muncikari Prostisusi Online Anak di Tebet sebagai Tersangka

Megapolitan
KTT ASEAN di Jakarta, Kapolda Metro: 4.382 Personel Polri Amankan 51 Titik

KTT ASEAN di Jakarta, Kapolda Metro: 4.382 Personel Polri Amankan 51 Titik

Megapolitan
Aki Truk Sampah Digondol Maling, Sudin Lingkungan Hidup Jakbar Lapor Polisi

Aki Truk Sampah Digondol Maling, Sudin Lingkungan Hidup Jakbar Lapor Polisi

Megapolitan
Cerita Novrina Nikmati Manisnya Bisnis Kurma di Masa Pandemi Covid-19

Cerita Novrina Nikmati Manisnya Bisnis Kurma di Masa Pandemi Covid-19

Megapolitan
600 Anggota TNI Disiagakan untuk Amankan Kunjungan PM Vietnam ke Istana Bogor

600 Anggota TNI Disiagakan untuk Amankan Kunjungan PM Vietnam ke Istana Bogor

Megapolitan
Polisi Tak Pakai UU Darurat untuk Jerat Perampok di Ciputat

Polisi Tak Pakai UU Darurat untuk Jerat Perampok di Ciputat

Megapolitan
Ditangkap dalam Penggerebekan Prostitusi Online di Tebet, Empat Anak Dikembalikan ke Orangtua

Ditangkap dalam Penggerebekan Prostitusi Online di Tebet, Empat Anak Dikembalikan ke Orangtua

Megapolitan
Komplotan Perampok di Ciputat Beli Airsoft Gun di Toko Online

Komplotan Perampok di Ciputat Beli Airsoft Gun di Toko Online

Megapolitan
Sambut Libur Lebaran, Ancol Siap Buka Wahana Atlantis

Sambut Libur Lebaran, Ancol Siap Buka Wahana Atlantis

Megapolitan
Pemprov DKI Pelajari Rekomendasi KPK soal Pembatalan Perpanjangan Kontrak PAM Jaya dengan Aetra

Pemprov DKI Pelajari Rekomendasi KPK soal Pembatalan Perpanjangan Kontrak PAM Jaya dengan Aetra

Megapolitan
Imigrasi Jelaskan Alasan Kedatangan 117 WN India ke Indonesia

Imigrasi Jelaskan Alasan Kedatangan 117 WN India ke Indonesia

Megapolitan
Jumlah Wisatawan Dibatasi 50 Persen, Pengunjung Ancol Diminta Pesan Tiket Online

Jumlah Wisatawan Dibatasi 50 Persen, Pengunjung Ancol Diminta Pesan Tiket Online

Megapolitan
Prokes di Dufan, Pengunjung Wajib Pakai Masker dan Duduk Sendiri di Wahana

Prokes di Dufan, Pengunjung Wajib Pakai Masker dan Duduk Sendiri di Wahana

Megapolitan
KKP Bandara Soekarno-Hatta Tingkatkan Pengawasan Kedatangan Penumpang dari India

KKP Bandara Soekarno-Hatta Tingkatkan Pengawasan Kedatangan Penumpang dari India

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X