Ahok Akan Cabut Laporan Kasus Pencemaran Nama Baiknya di Polda Metro Jaya

Kompas.com - 28/09/2020, 12:52 WIB
EJ (47) dan KS (67), kedua pelaku yang melakukan pencemaran nama baik Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok dalam akun media sosial instagram. Keduanya ditangkap di lokasi berbeda yakni Bali dan Medan, Sumatera Utara, akhir Juli 2020 lalu. dokumentasi humas Polda Metro JayaEJ (47) dan KS (67), kedua pelaku yang melakukan pencemaran nama baik Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok dalam akun media sosial instagram. Keduanya ditangkap di lokasi berbeda yakni Bali dan Medan, Sumatera Utara, akhir Juli 2020 lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berencana mencabut laporan kasus pencemaran nama baik yang dilakukan oleh tersangka KS (67) dan EJ (47) melalui media sosial.

Pencabutan laporan tersebut akan dilakukan oleh kuasa hukumnya, Ahmad Ramzi di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (28/9/2020) siang.

"Iya pukul 14.00 WIB. (Pak Ahok) tidak ikut, jadi saya yang melaporkan dan saya yang mewakili mencabut laporan juga," ujar Ramzy saat dikonfirmasi, Senin.

Ramzy menjelaskan, pencabutan laporan tersebut berdasarkan rekomendasi dari Ahok yang sebelumnya dipertemukan dengan kedua orang tersangka untuk membahas soal perdamaian beberapa waktu lalu.

Baca juga: Polisi: Kasus Pencemaran Nama Baik Ahok Berlanjut, tapi Ada Kemungkinan Berdamai

"Iya Pak Ahok sudah oke atas pencabutan laporan polisi ini, jadi kita akan cabut secara resmi. Kalau (kehadiran) tersangka itu kan hak kepolisian, bukan saya," katanya.

Dengan pencabutan laporan itu, kasus pencemaran nama baik yang dialami Ahok oleh KS dan EJ selesai.

"Iya selesai dan berdamai," tutupnya.

Sebelumnya, Ahok melaporkan kasus pencemaran nama baik yang dialaminya pada jejaring media sosial.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[UPDATE 20 Januari]: Muncul 59 Kasus Baru, Total 5.339 Kasus di Kota Tangerang

[UPDATE 20 Januari]: Muncul 59 Kasus Baru, Total 5.339 Kasus di Kota Tangerang

Megapolitan
UPDATE 20 Januari: Bertambah 14 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 4.410

UPDATE 20 Januari: Bertambah 14 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 4.410

Megapolitan
Kejari Kota Tangerang Buat 2 Inovasi Cegah Percaloan Layanan Tilang

Kejari Kota Tangerang Buat 2 Inovasi Cegah Percaloan Layanan Tilang

Megapolitan
Pemkot Tangerang Akan Berlakukan Sitem Looping di Simpang Tiga Gondrong

Pemkot Tangerang Akan Berlakukan Sitem Looping di Simpang Tiga Gondrong

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok, Kios Daging di Tangsel Tutup

Pedagang Daging Sapi Mogok, Kios Daging di Tangsel Tutup

Megapolitan
Hari Ke-12 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Tim Sar Evakuasi 1 Kantong Serpihan Pesawat

Hari Ke-12 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Tim Sar Evakuasi 1 Kantong Serpihan Pesawat

Megapolitan
Update 20 Januari: Jaktim Sumbang Kasus Terbesar Covid-19 di Jakarta

Update 20 Januari: Jaktim Sumbang Kasus Terbesar Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Polisi Tangkap Terduga Penguras ATM di Poris Indah

Polisi Tangkap Terduga Penguras ATM di Poris Indah

Megapolitan
Kuasa Hukum: John Kei Tak Ada di Lokasi Pembunuhan Anak Buah Nus Kei

Kuasa Hukum: John Kei Tak Ada di Lokasi Pembunuhan Anak Buah Nus Kei

Megapolitan
Jakarta Masuki Periode Puncak Penambahan Kasus Covid-19 Efek Libur Panjang

Jakarta Masuki Periode Puncak Penambahan Kasus Covid-19 Efek Libur Panjang

Megapolitan
Pengguna Layanan Hotline Isolasi PMI Meningkat Seiring Naiknya Kasus Covid-19

Pengguna Layanan Hotline Isolasi PMI Meningkat Seiring Naiknya Kasus Covid-19

Megapolitan
Pemkot Bekasi Gandeng 2 BUMN untuk Atasi Kelangkaan Daging Sapi

Pemkot Bekasi Gandeng 2 BUMN untuk Atasi Kelangkaan Daging Sapi

Megapolitan
Layanan Konsultasi untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Bisa Hubungi Nomor Ini!

Layanan Konsultasi untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Bisa Hubungi Nomor Ini!

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok, Pemprov DKI Minta Masyarakat Pilih Sumber Protein Alternatif

Pedagang Daging Sapi Mogok, Pemprov DKI Minta Masyarakat Pilih Sumber Protein Alternatif

Megapolitan
Kuasa Hukum: Uang yang Diberikan John Kei ke Anak Buah Bukan untuk Bunuh Nus Kei

Kuasa Hukum: Uang yang Diberikan John Kei ke Anak Buah Bukan untuk Bunuh Nus Kei

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X