Geliat Bisnis Jastip, Untung Jutaan Rupiah di Tengah Pandemi Covid-19...

Kompas.com - 30/09/2020, 16:24 WIB
Ilustrasi jasa titip (jastip) SHUTTERSTOCK/KAISAYAIlustrasi jasa titip (jastip)
|

"Tergantung ukuran sih mas. Kalau pengemasan, berat dan tingginya masih normal ya cuma Rp 20.000. Pernah kemarin ada yang jastipin prosotan karena agak besar ukurannya ya biayanya nambah," terang dia.

Barang itu nantinya dikirimkan pihak retail kepada pembeli dengan jasa pengiriman barang. Dia tak lagi memberlakukan jastip ke lapangan lantaran bahaya Covid-19.

Duka untuk para pebisnis jastip

Bukan hanya manisnya saja yang diceritakan Andryana. Pahitnya jastip juga tak luput dari curahan kisahnya ketika ditanya Kompas.com

Terkadang Andryana harus berhadapan dengan member yang tak mau bayar dengan alasan yang beragam. Ada yang bilang tidak merasa memesan, ada yang bilang tak jadi pesan.

Padahal, Andryana sudah memesan barang tersebut. Tak jarang uang muka pun datang dari kantong Andryana sendiri. Kasus lain yang sering ditemui yakni para istri yang sudah belanja kesulitan membayar karena sang suami terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Padahal pas dia ngomong di grup 'mau' otomatis saya kan langsung pesankan," ucap dia lesuh.

Jika menemukan kasus tersebut, Andryana tak segan mengeluarkan orang tersebut dari dalam grup WhatsApp member.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jika memang tak bisa dipegang lagi komitmennya," kata dia.

Tak hanya itu, beberapa anggota group yang tak aktif atau tak pernah melakukan transaksi sama sekali pun bisa dikeluarkan dari grup.

"Bahkan kalau penghuni grup lama tapi komitmen tidak bisa dipercaya lagi, ya kita keluarkan. Yang paling utama dari usaha ini kan kepercayaan," terang dia.

Walau pahitnya demikian, dia yakin bidang usaha ini akan tetap berkibar selama pandemi. Semakin banyaknya barang-barang baru yang inovatif akan memacu tingginya daya beli masyarakat.

Nantinya pun akan banyak orang orang seperti Andryana yang melihat situasi ini sebagai sebuah kesempatan bisnis. Dia berharap jasa ini sedikit banyak bisa menggerakkan ekonomi warga di tengah masa sulit seperti ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Pungli, Pelindo II Akan Lakukan Pengawasan secara Berkelanjutan

Cegah Pungli, Pelindo II Akan Lakukan Pengawasan secara Berkelanjutan

Megapolitan
Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut 'Deja Vu' Tahun Lalu

Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut "Deja Vu" Tahun Lalu

Megapolitan
Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

Megapolitan
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, Anies: Kita Hadapi Gelombang Baru

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, Anies: Kita Hadapi Gelombang Baru

Megapolitan
Polisi Sebut Temukan Beragam Jenis Narkoba Saat Penangkapan Anji

Polisi Sebut Temukan Beragam Jenis Narkoba Saat Penangkapan Anji

Megapolitan
Cegah Pungli di Tanjung Priok, Penyelenggara Jasa Pelabuhan Diminta Perketat Pengawasan

Cegah Pungli di Tanjung Priok, Penyelenggara Jasa Pelabuhan Diminta Perketat Pengawasan

Megapolitan
Uji Coba Lintasan Road Bike di JLNT Tetap Berlanjut meski Rambu Pengecualian Dicopot

Uji Coba Lintasan Road Bike di JLNT Tetap Berlanjut meski Rambu Pengecualian Dicopot

Megapolitan
UPDATE 13 Juni: Bertambah 76, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang jadi 10.001

UPDATE 13 Juni: Bertambah 76, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang jadi 10.001

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, 2.769 Orang Positif Hari Ini

Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, 2.769 Orang Positif Hari Ini

Megapolitan
Anji Ditangkap Polisi Saat Sendirian di Rumah Kawasan Cibubur

Anji Ditangkap Polisi Saat Sendirian di Rumah Kawasan Cibubur

Megapolitan
Musisi Berinisial EAP alias AN Ditangkap, Polisi Temukan Barang Bukti Ganja

Musisi Berinisial EAP alias AN Ditangkap, Polisi Temukan Barang Bukti Ganja

Megapolitan
Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

Megapolitan
Tenteng Celurit Sambil 'Live' Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

Tenteng Celurit Sambil "Live" Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

Megapolitan
Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub

Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub

Megapolitan

Video Rekomendasi

komentar di artikel lainnya
Close Ads X