Ridwan Kamil Minta Depok Perkuat Pelacakan Covid-19: Jika Suami Positif, Cari Anak sampai Mantannya

Kompas.com - 02/10/2020, 13:29 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat hadir dalam proses uji klinis vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Rabu (30/9/2020). Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat hadir dalam proses uji klinis vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Rabu (30/9/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Pemerintah Kota Depok memperkuat kemampuan pelacakan kasus Covid-19 di wilayahnya, sesuai dengan indikator penanganan pandemi yang dirilis Badan Kesehatan Dunia/WHO.

Pelacakan yang dimaksud ialah pelacakan kontak (contact tracing), menelusuri banyak kontak erat dari 1 pasien yang dikonfirmasi positif Covid-19.

Pria yang akrab disapa Emil itu meminta jajaran di Depok segera mengidentifikasi sedikitnya 24 orang kontak erat dari 1 pasien positif Covid-19.

"Apakah 90 persen kontak eratnya sudah diswab atau belum dalam 2 hari sejak ditemukan? Standar WHO-nya kan begitu yang sedang kita kejar. Ukuran itu yang tolong diperbaiki ya," ujar Emil dalam lawatannya ke Depok, Jumat (2/10/2020).

Baca juga: Depok Dapat Bantuan Ventilator Terbanyak dari Pemprov Jawa Barat

"Apakah bisa mengejar kontak eratnya itu minimal 24 per kasus? Jadi kalau suaminya kena, apakah tim Depok sudah punya standar untuk mengejar 24 orang terdekat, mulai dari anaknya, istrinya, mantannya, pacarnya pokoknya semuanya dicari," ungkapnya.

Di samping pelacakan kontak, Emil juga meminta Depok memperkuat jumlah tes PCR yang selama 7 bulan pandemi berlangsung, tak kunjung memenuhi standar minimal WHO yaitu 1 dari 1.000 penduduk per pekan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Depok itu per minggu kalau mau sesuai standar WHO, berarti minimal 2.400 (orang dites) per minggu. Sudah tercapai belum? Belum, ya," kata Emil.

"Kalau belum apakah kurang barangnya? Kalau gitu kita cari solusinya kan begitu," ujar dia.

Baca juga: Ridwan Kamil Minta Depok Setop Isolasi Mandiri di Rumah untuk Pasien Covid-19

Kota Depok hingga hari ini memiliki jumlah kasus positif COvid-19 terbanyak dibandingkan kota dan kabupaten lain di Jawa Barat, khususnya Bodebek.

Depok telah melaporkan 4.386 kasus Covid-19, sebanyak 1.468 pasien di antaranya masih ditangani.

Sementara itu, dikutip dari laman resmi masing-masing pemerintah daerah, Kota Bogor mencatat total 1.281, Kabupaten Bogor 1.880, Kabupaten Bekasi 2.811, dan Kota Bekasi 1.703 kasus.

Dalam lawatannya ke Depok, Emil mengaku ingin memantau lebih dekat penanganan Covid-19 di Depok, selain juga Bogor dan Bekasi.

Ia juga meminta agar Depok menekan sebanyak mungkin isolasi mandiri pasien positif Covid-19 tanpa gejala, sebab berpotensi memperluas penularan di lingkungan tempat tinggal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

Megapolitan
Tenteng Celurit Sambil 'Live' Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

Tenteng Celurit Sambil "Live" Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

Megapolitan
Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub CFD

Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub CFD

Megapolitan
Musisi Berinisial AN Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

Musisi Berinisial AN Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

Megapolitan
Anies Baswedan: DKI Jakarta Paling Transparan soal Penanganan Kasus Covid-19

Anies Baswedan: DKI Jakarta Paling Transparan soal Penanganan Kasus Covid-19

Megapolitan
Petugas PJLP Pertamanan DKI Ditangkap Polisi karena Menjambret

Petugas PJLP Pertamanan DKI Ditangkap Polisi karena Menjambret

Megapolitan
Meningkat Setiap Pekan, Dishub DKI Sebut Ada 4.005 Pesepeda Melintas di JLNT Casablanca

Meningkat Setiap Pekan, Dishub DKI Sebut Ada 4.005 Pesepeda Melintas di JLNT Casablanca

Megapolitan
Janjian lewat Medsos, Dua Kelompok Pemuda Tawuran di Pulogadung, Satu Nyawa Melayang

Janjian lewat Medsos, Dua Kelompok Pemuda Tawuran di Pulogadung, Satu Nyawa Melayang

Megapolitan
Dishub DKI Sebut Uji Coba Lintasan Road Bike JLNT Casablanca Masih Berlanjut

Dishub DKI Sebut Uji Coba Lintasan Road Bike JLNT Casablanca Masih Berlanjut

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Ganjil Genap di Jakarta Belum Diberlakukan dalam Waktu Dekat

Kasus Covid-19 Melonjak, Ganjil Genap di Jakarta Belum Diberlakukan dalam Waktu Dekat

Megapolitan
Road Bike Diminta Tak Diistimewakan, Pesepeda: Semua Ingin Olahraga, Kenapa Dibedakan?

Road Bike Diminta Tak Diistimewakan, Pesepeda: Semua Ingin Olahraga, Kenapa Dibedakan?

Megapolitan
Dishub Copot Rambu Uji Coba Road Bike Melintas di JLNT Casablanca

Dishub Copot Rambu Uji Coba Road Bike Melintas di JLNT Casablanca

Megapolitan
Petugas Hentikan dan Larang Pesepeda Selain Road Bike Naik ke JLNT Casablanca

Petugas Hentikan dan Larang Pesepeda Selain Road Bike Naik ke JLNT Casablanca

Megapolitan
Warga KTP Non-Jakarta Usia 18 Tahun ke Atas Juga Bisa Divaksin, Beikut Syaratnya...

Warga KTP Non-Jakarta Usia 18 Tahun ke Atas Juga Bisa Divaksin, Beikut Syaratnya...

Megapolitan
Tata Cara Lapor Diri PPDB DKI Jakarta untuk Jalur Prestasi

Tata Cara Lapor Diri PPDB DKI Jakarta untuk Jalur Prestasi

Megapolitan

Video Rekomendasi

komentar di artikel lainnya
Close Ads X