Kompas.com - 07/10/2020, 15:38 WIB


JAKARTA.KOMPAS.com - Pandemi Covid 19 sedikit banyak mengubah jalan hidup Septi Ayu Rentama.

Wanita berusia 25 tahun ini harus banting setir dari pekerjaan sebagai karyawan di salah satu bank swasta menjadi penjual risol dan dimsum.

Septi memilih keluar dari pekerjaannya lantaran banyak pegawai di tempatnya bekerja yang mulai diberhentikan. Apa lagi kalau bukan karena pandemi Covid-19.

Kini Septi disibukkan dengan berjualan risol dan dimsum.

Setiap minggunya, dia kebut mengejar target pesanan pelanggan yang sudah menumpuk. Dalam seminggu, puluhan boks risol dia sediakan untuk pelanggan.

Baca juga: Kisah Penjaga Kolam Renang Tambah Penghasilan lewat Ternak Ikan Cupang Saat Pandemi Covid-19

Omzet yang dia dapat pun tak main-main. Setiap bulannya, Septi mengaku bisa meraup hingga jutaan rupiah.

Namun, semua itu tak didapatkan Septi secara instan.

Perjuangan Septi dimulai sejak Maret 2020, setelah pemerintah mengumumkan bahwa virus corona telah mewabah di Indonesia.

Di awal masa pandemi, tempat kerja Septi memberlakukan kebijakan bekerja di rumah atau work from home (WFH).

Hal tersebutlah yang membuat Septi banyak meluangkan waktu di rumah. Kondisi itu justru membuat Septi sedikit gusar.

“Saya enggak biasa diam di rumah enggak ngapa-ngapain. Akhirnya coba-coba jualan risol. Awalnya jadi reseller,” kata dia saat diwawancara, Rabu (7/10/2020).

Bermula jadi reseller, Septi tak menyangka banyak peminat dari risol yang dia jual.

Namun, saat itu ia belum berpikir serius untuk menggeluti bisnis sampingan. Dia masih terfokus dengan pekerjaannya sebagai pegawai bank.

Sampai pada bulan Juni, dia melihat dampak Covid-19 sudah mulai terasa di lingkungan kantornya.

Satu per satu pegawai mulai dipecat hingga membuat dia bertanya-tanya apakah dirinya akan dipecat juga.

Karena kondisi itu, Septi memilih untuk keluar terlebih dahulu.

Namun, ketika berencana keluar pun Septi memang sudah memantapkan diri untuk serius menjual risol.

Maka dari itu, Septi resmi tak memiliki pekerjaan sejak Juni.

Kala itu, Septi berencana untuk membuat risol buatan tangan sendiri. Hal itu dirasa pantas dicoba melihat peminat risol rupanya lumayan tinggi ketika dirinya masih berstatus reseller.

“Karena saya juga suka dagang dan mama juga suka masak. Jadi kita racik bareng. Sempat ada gagal-gagalnya tuh. Kurang ini, kurang itu, sampai akhirnya bisa layak jual,” terang dia.

Awalnya, Septi hanya mempunyai sisa uang Rp 600.000 di kantong.

Dengan uang seadanya, dia memutar otak untuk membeli semua bahan dasar untuk membuat risol.

Alhasil, dia bisa membuat 19 kotak risol yang siap untuk dijual pada bulan Juli.

Semua media sosial dia gunakan untuk mempromosikan barang dagangannya, mulai dari akun Instagram @septiayurentama, broadcast WhatssApp, dan Facebook tak luput dari unggahan risol miliknya.

Tak disangka, pada bulan pertama berjualan, semua risol yang dibuat laku keras.

Dia menjual empat jenis risol, yakni isi sayur telur seharga Rp 35.000, sayur daging ayam seharga Rp 40.000, mayonais beef seharga Rp 40.000, dan rasa ragout ayam seharga Rp 40.000.

Per kotaknya berisi 10 risol.

Selama berjualan sejak Juni sampai September, Septi sudah bisa meraup omzet di atas Rp 5 juta.

Baca juga: Kisah Pengusaha Furnitur Produksi Ribuan Peti Mati untuk Pasien Covid-19...

Bahkan, saat ini Septi sudah memiliki lima reseller yang menjual risol miliknya. Para reseller pun diakui tidak pernah sepi pembeli selama satu minggu.

Melihat hal tersebut, ia pun mulai berani merambah makanan lain, yakni dimsum.

"Kalau dimsum harus diakui modalnya lebih besar karena bumbunya lebih banyak. Saya sampai bikin lima kali sampel. Ada yang kekerasan, ada yang terlalu lembut. Ada juga yang kurang bumbu. Akhirnya jadi,” kata dia.

Septi pun mulai berani menjual dimsum pada bulan September.

Ternyata, nasib baik masih berpihak padanya. Tercatat ada 68 kotak ludes terjual habis.

Harga Rp 50.000 per kotak tampaknya bukan masalah bagi para pelanggan Septi.

Pada bulan yang sama, sebanyak 107 kotak risol sudah habis terjual.

“Jadi kalau ditotal-total omzet bulan September sampai Rp 7-8 jutaan. Memang paling banyak di bulan September,” kata dia.

Terlepas dari omzet yang mendulang tinggi, Septi masih enggan berharap banyak dengan keberlangsungan bisnisnya di tengah pandemi.

Dia sadar betul bahwa ada kemungkinan daya beli masyarakat akan menurun. Pasalnya, pandemi Covid 19 dapat membuat perekonomian warga semakin menurun.

Nantinya, warga akan lebih selektif menggunakan uang untuk membeli kebutuhan masing-masing.

“Lama-lama kan orang juga mikir, buat biaya kebutuhan sehari-hari saja sudah susah, apalagi beli risol. Jadi menurut saya, ke depan orang akan mau beli, tapi sebenarnya orang bakal mikir dua kali gitu loh,” ucap dia.

Walau demikian, Septi mengaku optimistis untuk terus menekuni usaha ini. Tak menutup kemungkinan bagi Septi untuk menyediakan jenis makanan baru lagi.

Bahkan, sekalipun pandemi berakhir, Septi tetap ingin membesarkan usaha risolnya.

“Siapa tahu bisa buka toko kan, mudah-mudahan ke arah sana,” tutup dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Heru Ajak Warga Dukung Normalisasi Ciliwung | Potensi Pergerakan Tanah di 10 Kecematan | Berebut Foto di Halte 'Kapal Pesiar'

[POPULER JABODETABEK] Heru Ajak Warga Dukung Normalisasi Ciliwung | Potensi Pergerakan Tanah di 10 Kecematan | Berebut Foto di Halte "Kapal Pesiar"

Megapolitan
PT MRT Jakarta Targetkan Buka 5 Taman Literasi di Ibu Kota Tahun 2023

PT MRT Jakarta Targetkan Buka 5 Taman Literasi di Ibu Kota Tahun 2023

Megapolitan
JXB Berencana Bangun Dermaga di Kali Ciliwung

JXB Berencana Bangun Dermaga di Kali Ciliwung

Megapolitan
4 Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan terhadap Prada Indra Ditahan

4 Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan terhadap Prada Indra Ditahan

Megapolitan
Heru Budi Aktifkan Lagi Jabatan Deputi Gubernur, Fraksi PKS: Pasti Ada Unsur Politis

Heru Budi Aktifkan Lagi Jabatan Deputi Gubernur, Fraksi PKS: Pasti Ada Unsur Politis

Megapolitan
Ancam Sebarkan Data Nasabah, Kantor Pinjol di Manado Digerebek Polda Metro Jaya

Ancam Sebarkan Data Nasabah, Kantor Pinjol di Manado Digerebek Polda Metro Jaya

Megapolitan
Festival Warga Bantu Warga, Ajang Komunitas Galang Dana untuk Menolong Sesama...

Festival Warga Bantu Warga, Ajang Komunitas Galang Dana untuk Menolong Sesama...

Megapolitan
Polda Metro Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Manado Usai Warga Melapor Diancam

Polda Metro Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Manado Usai Warga Melapor Diancam

Megapolitan
Fraksi PKS Sebut Deputi Gubernur DKI Selama Ini Cuma Jabatan 'Parkir'

Fraksi PKS Sebut Deputi Gubernur DKI Selama Ini Cuma Jabatan "Parkir"

Megapolitan
Serunya Beraktivitas di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Bermain dengan Cucu hingga Baca Buku...

Serunya Beraktivitas di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Bermain dengan Cucu hingga Baca Buku...

Megapolitan
Dukung Heru Budi Angkat Deputi Gubernur daripada TGUPP, F-PDIP: Ini Formal, Amanat UU

Dukung Heru Budi Angkat Deputi Gubernur daripada TGUPP, F-PDIP: Ini Formal, Amanat UU

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di Manado Digerebek, 'Debt Collector' dan Bosnya Jadi Tersangka

Kantor Pinjol Ilegal di Manado Digerebek, "Debt Collector" dan Bosnya Jadi Tersangka

Megapolitan
Heru Budi Disarankan Tak Cuma Angkat 1 Deputi Gubernur untuk Bantu Tugasnya

Heru Budi Disarankan Tak Cuma Angkat 1 Deputi Gubernur untuk Bantu Tugasnya

Megapolitan
Beredar Video Tarif Parkir Motor Liar di Sekitar Grand Indonesia Rp 10.000, Fakta: Di Pasar Lebih Ngeri Lagi

Beredar Video Tarif Parkir Motor Liar di Sekitar Grand Indonesia Rp 10.000, Fakta: Di Pasar Lebih Ngeri Lagi

Megapolitan
Polda Metro Jaya Gerebek Kantor Pinjol Ilegal Berkedok Koperasi di Manado

Polda Metro Jaya Gerebek Kantor Pinjol Ilegal Berkedok Koperasi di Manado

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.